5 Danau Terbesar Di Indonesia

 

  • Danau Toba di Sumatera Utara (Luas: 107.216 Ha). Danau ini begitu tersohor bahkan hingga ke mancanegara. Ia merupakan danau vulkanik terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Uniknya, tepat pada bagian tengan danau toba ini terdapat pula vulkanik yang dikenal dengan nama Pulau Samosir. Sejak dahulu, danau toba sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling penting di Sumatera Utara. Di danau toba ini ada banyak jenis rekreasi yang bisa pengunjung coba.

 

  • Danau Towuti di Sulawesi Tengah (Luas: 59.840 Ha). Danau yang satu ini secara administrative berada di wilayah Kecamatan Towuti, Luwu Timur Sulawesi Selatan. Danau ini masuk ke dalam titik Taman Wisata Danau Tuwoti yang dikelola lembaga bernama BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan. Lembaga ini menjalankan fungsinya di bawah Kementrian Kehutanan Republik Indonesia.

 

  • Danau Sentani di Papua (Luas : 34.375 Ha). Danau yang satu ini merupakan yang terbesar di Papua. Ia juga sekaligus menjadi kawasan wisata terpopuler di sana. Danau sentani ini setiap tahunnya menjadi lokasi pelaksanaan berbagai festival yang terkenal di Papua.

 

  • Danau Poso di Sulawesi Tengah (Luas : 34.280 Ha). Danau di Indonesia terbesar selanjutnya terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Ia berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut. Danau ini memang belum banyak dikelola oleh Pemerintah Daerah. Tapi, keelokannya tetap memukau siapa saja yang pernah mengunjunginya.

 

  • Danau Matana di Sulawesi Selatan (Luas : 16.640 Ha). Danau yang satu ini berada di Sorako Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Danau ini memiliki kedalaman hingga 590 meter.

 

5 Largest Lakes In Indonesia

5 Largest Lakes In Indonesia

Lake Toba in North Sumatra (Area: 107,216 Ha). This lake is so famous even to foreign countries. It is the largest volcanic lake in Indonesia and even Southeast Asia. Uniquely, just on the side of this lake Toba there is also volcanic known as the island of Samosir. Since ancient times, lake Toba has been known as one of the most important tourist destinations in North Sumatra. In this lake there are many types of recreation that visitors can try.

 

Lake Towuti in Central Sulawesi (Area: 59.840 Ha). This one lake is administratively located in the District of Towuti, East Luwu of South Sulawesi. This lake enters into the point of Taman Wisata Tuwoti which is managed by an institution called BKSDA or Natural Resources Conservation Center of South Sulawesi. This institution performs its functions under the Ministry of Forestry of the Republic of Indonesia.

 

Lake Sentani in Papua (Area: 34.375 Ha). This one lake is the largest in Papua. He is also well become the most popular tourist area there. Lake Sentani is annually the location of the implementation of various famous festivals in Papua.

 

Lake Poso in Central Sulawesi (Area: 34,280 Ha). The largest lake in Indonesia is further located in the province of Central Sulawesi. It is located at an altitude of 657 meters above sea level. This lake is not yet widely managed by the Regional Government. But, his beauty still amaze anyone who ever visited him.

 

Lake Matana in South Sulawesi (Area: 16,640 Ha). This one lake is located in Sorako Regency Luwu Utara South Sulawesi. This lake has a depth of up to 590 meters.

Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite Translator

Geopark Kaldera Toba

Lokasi Geopark Danau Toba menjadi obyek wisata andalan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dipusatkan di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula.
Danau Toba sebagai danau vulkanik terluas di Asia Tenggara itu adalah obyek yang menarik karena keindahan alamnya dilengkapi kekayaan adat budaya serta dianggap sebagai asal leluhur suku Batak.
Disebut sebagai Geopark Toba bukan karena suku Batak Toba atau ada Danau Toba, tetapi karena kekayaan dan potensi geologi di kawasan danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu meliputi tujuh kabupaten.
Terdapat 42 geosite untuk Geopark Toba yang dibagi dalam empat geo area, yakni:
1. Kaldera Haranggaol,
2. Porsea,
3. Kaldera Sibandang
4.  Geo Area Pulau Samosir.
Gabungan dari Geo Area itu disebut sebagai Geopark. Untuk Kabupaten Samosir dibangun sebanyak delapan panel (papan petunjuk) untuk delapan geosite.
Lokasi Geopark tersebut dikelola menjadi obyek wisata dengan tiga aspek pengelolaan meliputi konservasi, edukasi (pendidikan, riset ilmu geologi, biologi dan budaya secara luas) serta aspek pengembangan nilai ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.

This image has an empty alt attribute; its file name is Geopark-Kaldera-Toba.jpg
Peta Danau Toba
Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, berjarak 176 km ke arah Barat Kota Medan. Danau Toba (2,88o N – 98,5o  2 E dan 2,35o N – 99,1o E) adalah danau terluas di Indonesia (90 x 30 km2) dan juga merupakan sebuah kaldera volkano-tektonik (kawah gunungapi raksasa) Kuarter terbesar di dunia. Kaldera ini terbentuk oleh proses amblasan (collapse) pasca erupsi supervolcanogunungapi Toba Purba, kemudian terisi oleh air hujan.
Danau Toba mempunyai ukuran panjang 87 km berarah Baratlaut-Tenggara dengan lebar 27 km dengan ketinggian 904 meter di atas permukaan laut (dpl) dan kedalaman danau yang terdalam 505 meter. Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir dengan ketinggian berkisar antara 900 hingga 1.600 meter dpl, yang terbentuk akibat pengangkatan dasar danau pasca erupsi kaldera yang terjadi pada 74.000 tahun yang lalu, sebagai akhir dari proses pencapaian kesetimbangan baru pasca-erupsi kaldera supervolcano.
Kawasan dinding Kaldera Toba  memiliki morfologi perbukitan bergelombang sampai terjal dan lembah-lembah membentuk morfologi dataran dengan batas caldera rim watershedDTA Danau Toba dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 3.658 km² dan luas permukaan danau 1.103 km². Daerah tangkapan air ini berbentuk perbukitan ( 43%), pegunungan (30 %) dengan puncak ketinggian 2.000 meter dpl (27%) sebagai tempat masyarakat beraktifitas.
Sehubungan dengan keunikannya, Kaldera Toba diusulkan menjadi geopark dengan nama Geopark Kaldera Toba (GKT). Untuk merealisasikan keinginan tersebut, dibentuk Tim Percepatan Pengajuan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota dalam Global Geopark Networking UNESCO, dengan menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/404/KPTS/2013 pada tanggal 26 Juni 2013.
Pada awalnya, tahun 2011 nama geopark diusulkan dengan nama Geopark Toba, namun dalam perkembangannya mengingat bahwa yang bernilai warisan dunia adalah peninggalan dari letusan super volcano Toba yang berdampak global berupa Danau Toba yang tiada lain adalah suatu Kaldera Kuarter terbesar di dunia, maka diusulkan nama geopark tersebut pada tahun 2013 dengan nama Geopark Kaldera Toba.
Geopark Kaldera Toba mengusung Tema Gunungapi (supervolcano) dengan keunikan sebagai kaldera Volkano-Tektonik  Kuarter terbesar di dunia. Kawasan ini mencakup bagian dari wilayah administrasi dari tujuh kabupaten yang mempunyai pantai di Danau Toba yang dibatasi oleh kaldera rim yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir,  Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Simalungun.
 
Geopark Kaldera Toba, Sumatera Utara, Indonesia: Dokumen Usulan Keanggotaan Jaringan Geopark Nasional Indonesia.

Geopark Caldera Toba

Location Geopark Lake Toba become a mainstay attractions in Samosir regency, North Sumatra, centered in the Village Sigulatti, District Sianjur Mulamula.


Lake Toba as the largest volcanic lake in Southeast Asia is an interesting object because of its natural beauty equipped with cultural richness and is considered as the origin of ancestral Batak tribe.


Called as Toba Geopark not because Batak Toba or Toba Lake, but because of the wealth and geological potential in the lake area located in the central part of North Sumatra Province covers seven districts.


There are 42 geosite for Geopark Toba divided into four geo areas, namely:
1. Haranggaol Caldera,
2. Porsea,
3. Sibandang Caldera
4. Geo Area of ​​Samosir Island.


Combined from Geo Area it is called as Geopark. For the District of Samosir built as many as eight panels (signage) for eight geosite.

Geopark’s location is managed to be a tourism object with three aspects of management covering conservation, education (education, geological science, biology and culture research) as well as aspects of local economic value development through sustainable tourism activities.

Geopark Caldera Toba
Map of Lake Toba

Lake Toba is the largest caldera lake in the world located in North Sumatra Province, 176 km to the west of Medan City. Lake Toba (2.88o N – 98,5o 2 E and 2,35o N – 99,1o E) is the largest lake in Indonesia (90 x 30 km2) and is also a volcano-tectonic caldera (giant volcanic crater) largest quarter in this world. The caldera is formed by the post-eruption process of post-eruption supervolcanogunungapi Toba Purba, then filled by rain water.

Lake Toba has a length of 87 km northeast-southeast with a width of 27 km with an altitude of 904 meters above sea level (asl) and the depth of the deepest lake 505 meters. In the middle of Lake Toba Samosir Island is located with altitudes ranging between 900 to 1,600 meters above sea level, which is formed due to the removal of the lake base post-eruption caldera that occurred 74,000 years ago, as the end of the process of achieving a new equilibrium post-eruption caldera supervolcano.

Toba Caldera wall area has the morphology of rugged hills to steep and valleys form the morphology of the terrain with the limit of caldera rim watershed DTA Lake Toba with the area of ​​catchment area (3,658 km ²) and the surface area of ​​the lake is 1.103 km ². This catchment area is hilly (43%), mountain (30%) with peak of 2,000 meters above sea level (27%) as a place for community activity.

In relation to its uniqueness, Toba Caldera is proposed to be a geopark with the name Geopark Caldera Toba (GKT). To realize the desire, formed the Team Acceleration Filing Geopark Caldera Toba become a member in Global Geopark Networking UNESCO, by issuing the Decree of the Governor of North Sumatra. 188.44 / 404 / KPTS / 2013 on June 26, 2013.

Initially, in 2011 the name of geopark was proposed by the name of Geopark Toba, but in its development considering that the world heritage worth is a relic of the super volcano Toba eruption that has a global impact of Lake Toba which is none other than the largest Quaternary Caldera in the world, it proposed the name of geopark in 2013 with the name Geopark Caldera Toba.

Geopark Toba Caldera carries the Volcano theme (supervolcano) with the uniqueness as the largest Quarter Volcano-Ttone Caldera in the world. This area covers part of the administrative area of ​​seven districts that have beaches in Lake Toba which are limited by the caldera rim ie Samosir District, Toba Samosir Regency, Dairi Regency, Karo Regency, Humbang Hasundutan Regency, North Tapanuli Regency and Simalungun Regency.


Geopark Kaldera Toba, North Sumatra, Indonesia: Proposed Document of Membership of Indonesia National Geopark Network.

Kalender Batak

Kalender Batak

Orang Batak Toba di zaman dahulu kala memiliki penanggalan sendiri. Mereka membagi satu bulan dengan 30 hari. Mereka memberi nama untuk tiap-tiap hari dalam satu bulan.

  • Hari pertama namanya: Artia
  • Hari kedua namanya: Suma
  • Hari ketiga namanya: Anggara
  • Hari keempat namanya: Muda
  • Hari kelima namanya: Boraspati
  • Hari keenam namanya: Singkora
  • Hari ketujuh namanya: Samisara
  • Hari kedelapan namanya: Antian Ni Aek
  • Hari kesembilan namanya: Suma Ni Mangadop
  • Hari kesepuluh namanya: Anggara Sampulu
  • Hari kesebelas namanya: Muda Ni Mangadop
  • Hari keduabelas namanya: Boraspati Ni Tangkup
  • Hari ketigabelas namanya: Singkora Purnama
  • Hari keempatbelas namanya: Samisara Purasa
  • Hari kelimabelas namanya: Tula
  • Hari keenambelas namanya: Suma Ni Holom
  • Hari ketujuhbelas namanya: Anggara Ni Holom
  • Hari kedepalan belas namanya: Muda Ni Holom
  • Hari kesembilan belas namanya: Boraspati Ni Holom
  • Hari keduapuluh namanya: Singkora Moraturun
  • Hari keduapuluh satu namanya: Samisara Moraturun
  • Hari keduapuluh dua namanya: Antian Ni Angga
  • Hari keduapuluh tiga namanya: Suma Ni Mate
  • Hari keduapuluh empat namanya: Anggara Ni Begu
  • Hari keduapuluh lima namanya: Muda Ni Mate
  • Hari keduapuluh enam namanya: Boraspati Na Gok
  • Hari keduapuluh tujuh namanya: Singkora Duduk
  • Hari keduapuluh delapan namanya: Samisara Buan Mate
  • Hari keduapuluh sembilan namanya: Hurung
  • Hari ketiga puluh namanya: Ringkar

 

Nama nama bulan dalam kalender Batak.

  1. Januari Sipaha 10
  2. Februari Li
  3. Maret Hurung
  4. April Sipaha 1
  5. Mei Sipaha 2
  6. Juni Sipaha 3
  7. Juli Sipaha 4
  8. Agustua Sipaha 5
  9. September Sipaha 6
  10. Oktober Sipaha 7
  11. Desember Sipaha 9

Pembagian Waktu dalam 1 hari (24 jam)

Jam 6.00 Binsar Mataniari
Jam 7.00 Pangului
Jam 8.00 Tarbakta
Jam 9.00 Tarbakta Raja
Jam 10.00 Sagang
Jam 11.00 Humara Hos
Jam 12.00 Hos
Jam 13.00 Guling
Jam 14.00 Guling Dao
Jam 15.00 Tolu Gala
Jam 16.00 Dua Gala
Jam 17.00 Sagala
Jam 18.00 Mate
Jam 19.00 Samon
Jam 20.00 Hatiha Mangan
Jam 21.00 Tungkap Hudon
Jam 22.00 Sampe Modom
Jam 23.00 Sampe Modom Na Bagas
Jam 24.00 Tonga Borngin
Jam 01.00 Haroro Ni Panangko
Jam 02.00 Tahuak Manuk 1
Jam 03.00 Tahuak Manuk 2
Jam 04.00 Tahuak Manuk 3
Jam 05.00 Torang Ari

Mauliate….horas😀👌

Batak Calendar


Toba Batak people in ancient times have their own calendar. They divide a month by 30 days. They give names for each day of the month.

The first day of his name: Artia
The second day of his name: Suma
The third day his name: Anggara
The fourth day of his name: Young
The fifth day of his name: Boraspati
The sixth day of his name: Singkora
The seventh day was his name: Samisara
The eighth day of his name: Antian Ni Aek
Day of the ninth name: Suma Ni Mangadop
Day of the tenth name: Anggara Sampulu
Day of the eleventh name: Young Ni Mangadop
The twelfth day of his name: Boraspati Ni Tangkup
Day thirteenth name: Singkora Purnama
Day fourteen his name: Samisara Purasa
The fifteenth day of his name: Tula
The sixteenth day of his name: Suma Ni Holom
The seventeenth day of his name: Anggara Ni Holom
Day of the fifteenth name: Young Ni Holom
The nineteenth day of his name: Boraspati Ni Holom
Day twenty of his name: Singkora Moraturun
The twenty-first day his name is: Samisara Moraturun
The twenty-second day of his name: Antian Ni Angga
The twenty-third day of his name: Suma Ni Mate
The twenty-fourth day his name: Anggara Ni Begu
The twenty-fifth day his name: Young Ni Mate
The twenty-sixth day of his name: Boraspati Na Gok
Day twenty seven his name: Singkora Sit
Day twenty-eight his name: Samisara Buan Mate
The twenty-ninth day was his name: Hurung
Day thirty name: Ringkar

Name of the month in Batak calendar.

January Sipaha 10
February Li
March Hurung
April Sipaha 1
May Sipaha 2
June Sipaha 3
July Sipaha 4
Agustua Sipaha 5
September Sipaha 6
October Sipaha 7
December Sipaha 9

Time Sharing in 1 day (24 hours)

At 6.00 Binsar Mataniari
7.00 Pangului
8:00 am Tarbakta
9.00 pm King’s time
At 10.00 Sagang
At 11.00 Humara Hos
12.00 Hos
13.00 Guling
At 14.00 Guling Dao
At 15.00 Tolu Gala
At 16.00 Two Gala
At 17.00 Sagala
18:00 Mate
At 19.00 Samon
At 20.00 Hatiha Mangan
Hour 21.00 Hudon revealed
22:00 Sampe Modom Time
23:00 Sampe Modom Na Bagas
24.00 Tonga Borngin
At 1:00 am Haroro Ni Panangko
02.00 hours Tahuak Manuk 1
03.00 hours Tahuak Manuk 2
At 04.00 Tahuak Manuk 3
At 5:00 am Torang Ari

Mauliate …. horas😀👌

Pesta Adat Mangalahat Horbo

Pesta Adat Mangalahat Horbo

Pesta Adat Mangalahat Horbo adalah sebuah acara adat dalam budaya Batak yang ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau yang diiringi dengan musik gondang. Artinya Mangalahat Horbo adalah memotong kerbau, dimana kerbau akan dipotong atau disembelih pada sebuah tonggak yang didirikan di tengah-tengah kampung tepatnya di depan rumah bolon dalam suatu kampung. Tonggak tersebut akan diberi hiasan dari daun pohon beringin, tonggak tersebut diberi nama Borotan. Penggunaan daun beringin adalah perlambang kesucian, karena pohon beringin dianggap pohon yang suci.

 

Pada saat dilakukannya Pesta Adat Mangalahat Horbo akan diiringi dengan musik gondang serta pertunjukan tari-tarian khas Batak. Ada beberapa jenis tarian yang biasa nya ditarikan pada acara pesta adat ini. Tari-tarian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Gondang Mula-mula, yakni tarian yang dilakukan sebagai doa kepada Mula jadi Nabolon atau Sang Pencipta langit dan bumi dan seluruh makhluk agar memberikan berkatnya kepada manusia anak-anak, kekayaan, memberi kesehatan dan menjauhkan bala pada saat kegiatan pesta.
  • Gondang Mula Jadi, tarian yang melambangkan jika doa yang dipanjatkan sudah terkabulkan.
  • Gondang Lae-lae, merupakan permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar kerbau yang akan diikat dan disembelih tidak melakukan perlawanan pada saat digiring ke Borotan. Sikap kerbau pada saat sigiring ke Borotan akan memberi pertanda bagaimana acara akan berlangsung.
  • Gondang Shata Mangaliat, gerakan tarian orang-orang yang ikut berpesta dengan melakukan gerakan tarian sambil mengelilingi Borotan, saat kerbau disembelih dan kemudian dagingnya akan dibagikan kepada peserta pesta sesuai dengan bagian masing-masing.
  • Gondang Marolop-olop, tarian dimana para tamu menari sebagai ucapan selamat kepada pemilik pesta.
  • Gondang Siboru, merupakan tari-tarian yang dilakukan oleh kaum pemuda untuk menarik hati pemudi pujaan hatinya dan menyambut tariannya.
  • Gondang Sidoli, tarian yang dilakukan para pemudi untuk menarik hati pemuda pujaan hatinya.
  • Gondang Pangurason, tarian ini merupakan tarian dimana datu melakukan pemanggilan roh nenek moyang untuk datang mengikuti acara pesta tersebut. Biasanya ditandai dengan menyusupnya sang roh kepada salah seorang peserta pesta.
  • Tortor Tunggal Panaluan, adalah tarian yang dilakukan sang Datu atau dukun untuk melakukan komunikasi dengan Debata Natolu untuk mendokan permohonan diturunkannya hujan, keturunan dan kesuksesan dalam kehidupan.
  • Gondang Sigale-gale, adalah tarian dari sebuah boneka atau patung yang dapat menari mengikuti alunan musik gondang. Sigale-gale merupakan sebuah patung yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa melakukan gerakan seperti menari sambil mengikuti irama gondang.

Untuk melihat atraksi tarian ini bisa dilihat di obyek wisata Museum Huta Bolon Simanindo, disana hampir setiap hari dipertunjukkan jika ada rombongan wisatawan yang datang ke sana. Obyek wisata ini berada di Pulau Samosir tepatnya di Kecamatan Simanindo.

 

Indigenous party Mangalahat Horbo

Pesta Adat Mangalahat Horbo

The Mangalahat Horbo Party is a custom event in Batak culture characterized by the slaughter of a buffalo accompanied by gondang music. It means that Mangalahat Horbo is cutting buffalo, where the buffalo will be cut or slaughtered at a milestone built in the middle of the village precisely in front of the bolon house in a village. The pillars will be decorated with the leaves of the banyan tree, the pillar is named Borotan. The use of roaring leaves is a symbol of holiness, because the banyan tree is considered a sacred tree.

At the time of the Mangalahat Horbo Traditional Festival will be accompanied by gondang music and Batak traditional dances. There are several types of dances that are usually performed on this custom party event. The dances are as follows:

  • Gondang Mula-mula, the dance performed as a prayer to Began Nabolon or the Creator of heaven and earth and all beings to give his blessing to the children of men, wealth, health and keep away from them during party activities.
  • Gondang Mula Jadi, a dance that symbolizes the prayer that has been promised is granted.
  • Gondang Lae-lae, is an application to the Almighty that buffaloes to be binded and slaughtered do not perform resistance when they are led to Borotan. The dangers of buffalo at the moment to Borotan will be a sign of how the event will take place.
  • Gondang Shata Mangaliat, dance movements of people who are participating in the party by performing dance movements while around Borotan, when the buffalo is slaughtered and then the meat will be distributed to the party participants according to their respective sections.
  • Gondang Marolop-olop, a dance where guests dance as congratulations to the party owners.
  • Gondang Siboru, is a dance performed by the youth to attract the heart of the idol and welcome her dancing.
  • Gondang Sidoli, the dance performed by the youngsters to attract the beloved youth of her heart.
    Pangondason Gondang, this dance is a dance where datu performs a spirit of ancestors to come to join the party event. Usually marked by the infiltration of the spirit to one party participant.
  • Tunggal Tortor Panaluan, is a dance performed by Datu or shaman to communicate with Debat Natolu to support the application of rain, descendants and success in life.
  • Gondang Sigale-gale, is a dance of a doll or statue that can dance to the sounds of gondang music. Sigale-gale is a statue that is created in such a way that it can perform movements like dancing while following the rhythm of the gondang.

 

To see the attraction of this dance can be seen in the Huta Bolon Simanindo Museum’s attractions, there are almost every day shown if there are tourists who come there. This tourist object is on Samosir Island precisely in Simanindo Subdistrict.

New Silangit Airport As Entrance Entrance of Lake Toba Tourism

Bandara Silangit Baru Sebagai Gerbang Masuk Wisata Danau Toba

President Joko Widodo has ordered to bring a “spike” of tourism by promoting Lake Toba even harder, especially after the status of Silangit Airport has reached international level so that the airport is set to be the main gateway of the tourist destinations of Lake Toba and its surrounding by air.

To achieve the status of the international airport, Silangit Airport has undergone a thorough change and overhaul of its facilities. The terminal now has enough to handle one million passengers per year. The runway has been expanded to 2,650 meters and 45m wide from 2,400m x 30m before, with this new airport size allowing to accommodate larger aircraft, such as the Airbus A320 and Boeing 737-800.

“Around 74,000 years ago, a giant volcanic explosion took place in Lake Toba that has affected the whole world, and now we are creating a new explosion in the world of tourism by opening the gateway to the beautiful and culturally rich Toba and Batak tribes, which are now wide open , “said President at the inauguration of new terminal Silangit International Airport in Silangit, Siborong-borong, North Tapanuli, North Sumatra Province.

With a capacity to serve 500 thousand passengers annually, Silangit Airport has custom facilities, immigration and quarantine facilities; a runway measuring 2,650 meters and 50 meters wide; and PCN is able to accommodate Airbus A320 and Boeing 737-800. Designed to be a smart airport, it also has free Wi-Fi, scheduled flight and bus displays, e-payment, bus ticketing machines, tourist information booths, self check-in facilities and some other digital features.

In addition to the construction of the Silangit airport to boost the government’s tourist visits, it has also conducted tourism promotion activities in Hong Kong, China, India and Taiwan to attract tourists from these countries here. Tourists can already land at Silangit either by plane or chartered aircraft, “

Preserving culture

The President expressed his belief that the tourism industry will help improve the welfare of the Batak community. Lake Toba, Southeast Asia’s largest lake, is located in the province of North Sumatra. Living around the lake are the sub-ethnic groups of Batak Toba, Simalungun, Karo, and Pakpak.

The lake is 900 meters above sea level, 450 meters in size, and has an area of ​​1,145 square kilometers. Located in the middle of the lake is Samosir Island, measuring 627 square kilometers wide. Can be reached within an hour by boat from Parapat, the main town on the shores of the lake. Tourist attractions on the island include the village of Tomok, where tourists can see some burial of old stone King Toba, Tuktuk Village, which is a good tourist resort and cheap on the shore of the lake. In the northern part of the lake there is a beautiful waterfall, called Sipiso-piso. The lake water goes down to the sea through the Asahan River. Halfway to the sea, the water had previously passed Asahan waterfall, but the waterfall has been utilized to power plants with a capacity of 600 megawatts.

Every year, the city of Parapat hosts the Lake Toba Festival and displays various cultural arts performances from all ethnic groups of the province. And many other activities are scheduled to enliven the world of tourism Lake Toba.

 

 

Bandara Silangit Baru Sebagai Gerbang Masuk Wisata Danau Toba

Bandara Silangit Baru Sebagai Gerbang Masuk Wisata Danau Toba

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk membawa “lonjakan” pariwisata dengan mempromosikan Danau Toba lebih giat lagi, apalagi setelah status Bandara Silangit telah mencapai tingkat internasional sehingga bandara ini ditetapkan menjadi pintu gerbang utama tujuan wisata Danau Toba dan sekitarnya lewat jalur udara.

 

Untuk mencapai status bandara internasional, Bandara Silangit telah mengalami perubahan dan  perombakan menyeluruh fasilitasnya. Terminal sekarang telah cukup untuk  menangani satu juta penumpang per tahun. Landasan pacu telah diperluas hingga 2.650 meter dan lebar 45 m dari 2.400 m x 30 m sebelumnya, dengan ukuran baru ini bandara memungkinkan untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar, seperti Airbus A320 dan Boeing 737-800.

 

“Sekitar 74 ribu tahun yang lalu, sebuah ledakan vulkanik raksasa terjadi di Danau Toba yang telah mempengaruhi seluruh dunia. Sekarang, kami membuat ledakan baru di dunia pariwisata dengan membuka pintu gerbang ke suku Toba dan Batak yang indah dan kaya budaya, yang sekarang terbuka lebar, “kata Presiden pada saat meresmikan terminal baru Bandara Internasional Silangit di Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

 

Dengan kapasitas untuk melayani 500 ribu penumpang setiap tahunnya, Bandara Silangit memiliki fasilitas kustom, imigrasi, dan karantina; sebuah landasan pacu berukuran 2.650 meter dan lebar 50 meter; dan PCN mampu mengakomodasi Airbus A320 dan Boeing 737-800. Dirancang untuk menjadi bandara cerdas, disini juga memiliki fasilitas Wi-Fi gratis, display jadwal penerbangan dan bus, e-payment, mesin tiket bus, stan informasi turis, fasilitas self check-in, dan beberapa fitur digital lainnya.

 

Selain pembangunan bandara Silangit untuk meningkatkan julah kunjungan wisata pemerintah juga telah melakukan kegiatan promosi pariwisata di Hong Kong, China, India, dan Taiwan untuk menarik wisatawan dari negara-negara ini ke sini. Wisatawan sudah bisa mendarat di Silangit  baik dengan pesawat biasa maupun pesawat carteran,”

 

Melestarikan budaya

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa industri pariwisata akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batak. Danau Toba, danau terbesar di Asia Tenggara, terletak di provinsi Sumatera Utara. Tinggal di sekitar danau adalah kelompok sub-etnis Batak Toba, Simalungun, Karo, dan Pakpak.

 

Danau ini terletak 900 meter di atas permukaan laut, berukuran 450 meter, dan memiliki luas 1.145 kilometer persegi. Terletak di tengah danau adalah Pulau Samosir, berukuran lebar 627 kilometer persegi. Bisa ditempuh dalam satu jam dengan kapal dari Parapat, kota utama di tepi danau. Tempat wisata di pulau ini termasuk desa Tomok, dimana wisatawan dapat melihat beberapa penguburan batu tua Raja Toba, Desa Tuktuk, yang merupakan resor wisata yang bagus dan murah di pantai danau. Di bagian utara danau terdapat air terjun yang indah, bernama Sipiso-piso. Air danau turun ke laut melalui Sungai Asahan. Setengah jalan ke laut, air tersebut sebelumnya melewati air terjun Asahan, namun air terjun tersebut telah dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik berkapasitas 600 megawatt.

 

Setiap tahun, kota Parapat menjadi tuan rumah Festival Danau Toba dan menampilkan berbagai pertunjukkan seni budaya dari semua kelompok etnis dari provinsi ini. Dan banyak kegiatan-kegiatan lain yang dijadwalkan untuk meramaikan dunia wisata Danau Toba.