Andaliman Bumbu Khas Batak

Apakah andaliman itu? Kemungkinan banyak orang tidak mengenal bumbu masakan yang sangat diandalkan masakan khas Batak.Beragam masakan khas Batak bisa kita jumpai mulai dari Arsik Ikan Mas, Naniura, Saksang, Nanitombur tidak lepas dari andaliman.

Bentuknya bulat kecil-kecil sebesar buah lada dalam satu tangkai berkelompok banyak. Dalam bahasa latin bumbu ini dikenal sebagai  zanthoxylum acanthopodium, bumbu tersebut adalah termasuk sejenis bunga-bungaan dalam falily citrus. Umumnya yang dipergunakan adalah bagian kulitnya. Secara umum masyarakat di Asia Tmur dan Selatan dan sering disebut dengan szechuan pepper. Di daerah Toba bumbu ini sering juga disebut dengan Merica Batak.

Bumbu yang mempunyai nama latin zanthoxylum acanthopodium adalah jenis bunga-bungaan di dalam keluarga citrus. Tumbuhan yang digunakan kulitnya ini juga ditemukan di banyak masakan di Asia Timur dan Selatan. Mereka sering menyebut sebagai szechuan peper. Di Sumatera Utara dikenal dengan sebutan “Merica Batak”.

Andaliman telah menjadi ikon masakan khas Batak karena menjadi bumbu pelengkap di banyak jenis masakan khas seperti arsik, naniura, saksang, nanitombur.  Bumbu ini memberikan citra rasa yang khas pada makanan. Rasanya khas memberikan sensasi pada saat menikmati hidangan dengan bumbu andaliman. Buat yang penasaran silahkan mencoba kedahsyatan bumbu khas Batak ini.

Mari mencoba! Horas…..

Kacang Sihobuk Jajanan Khas Batak Dari Kota Tarutung

Kacang Sihobuk adalah jajanan khas Batak dari kota Tarutung dan sudah menjadi oleh-oleh khas buat yang sedang berkunjung ke kota ini. Diberi nama Kacang Sihobuk diambil dari nama desa Sihobuk dimana kacang ini diproduksi, dan nama tersebut sudah menjadi merk dagang yang dikenal sebagai oleh-oleh dari Tarutung, bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Desa Sihobuk adalah sebuah desa di daerah Tarutung Tapanuli Utara.

Kacang Sihobuk menjadi terkenal karena memang rasanya yang khas dibanding kacang produk daerah lain. Kenapa bisa demikian? Pembuatan makanan ini memang berbeda dengan di daerah lain, di Sihobuk pembuatannya dilakukan dengan cara tradisional dan caranya lain dari pada yang lain, walau bahannya sama-sama terbuat dari kacang tanah. Pembuatan kacang Sihobuk dimulai dari pemilihan kacangnya yang dipilah dari kacang yang paling bagus, kemudian dengan tanpa dikuliti kacang tersebut dimasak dengan cara khusus. Caranya adalah dimasak di dalam kuali besar yang sudah diisi dengan pasir, kacang tanah diaduk dan digongseng bersama pasir hingga matang dan garing. Setelah sekian waktu dimasak dengan api sedang, kacang akan matang dengan merata dan kemudian kacang tanah diangkat dari kuali besar untuk didinginkan dan kemudian dikemas. Kemasan yang sudah terkenal dari Sihobuk adalah kemasan yang  berwarna merah putih, dan diberi label nama Kacang Sihobuk. Rasanya yang garing dan gurih merupakan ciri khas dari kacang ini.

Bagi anda yang sedang melakukan perjalanan atau berwisata di Danau Toba, khususnya saat berada di kota Tarutung jangan sampai lupa untuk membelinya baik buat oleh-oleh atau untuk dinikmati dalam perjalanan. Perjalanan akan terasa menyenangkan ditemani dengan gurihnya rasa kacang dari Sihobuk ini.

Baca juga Wisata Pemandian Air Soda Sirara Tarutung di sini.

Namun jika anda berkunjung ke Samosir, Anda akan melihat banyaknya kios-kios yang menjajakan kacang Sihobuk disepanjang perjalanan menuju Danau Toba, mulai dari Pematang Siantar, Sibolga dan Tarutung, banyak pedagang menjajakkan kacang khas Sumatera Utara ini. Karena memang rasanya enak dan gurih penjualan kacang ini sudah sedemikian jauh berkembang.

Maka jangan lupa membeli dan merasakan makanan khas batak yang satu ini, jika ditanya rasa dan garingnya sih, Kacang Sihobuk tidak ada duanya. Berbeda dengan kacang yang dijual di tempat lain kacangnya memiliki  rasa yang berbeda dan lebih gurih. Beditulah rasanya kacang sihobuk yang menjadi oleh-oleh khas dari Toba.

Tipa-tipa Makanan Khas Dari Toba Samosir

Kabupaten Toba Samosir sebagai salah satu kawasan wisata di Danau Toba memiliki cemilan khas yang disebut dengan tipa-tipa. Hampir tiap daerah di seluruh Indonesia  memiliki makanan khas yang dijadikan oleh- oleh yang bisa dibawa jika berkunjung ke daerah tersebut. Selain Kabupaten Toba Samosir daerah lain disekitar Danau Toba juga memiliki makanan khas masing-masing seperti Tarutung dikenal dengan kacang sihobuk dan Siborong-borong dikenal dengan ombus-ombusnya, dan daerah lainnya juga memiliki makanan khas.

Mendengar namanya terasa asing ya, memang cemilan ini hanya ada di daerah Toba Samosir. Tipa-tipa merupakan cemilan yang terbuat dari padi muda dan hanya ditemukan di daerah Toba Samosir. Dari bahan baku padi yang masih muda yang begitu dipanen padi tersebut direndam lebih kurang selama dua malam. Setelah melewati perendaman dua malam itu, ditiriskan kemudian padi tersebut digongseng hingga mencapai tingkat kematangan tertentu. Dalam keadaan masih panas padi yang sudah digongseng tersebut ditumbuk. Makanya dinamakan tipa-tipa karena arti tipa-tipa adalah ditumbuk berulang kali yang menggambarkan proses pembuatan cemilan ini. Setelah ditumbuk maka dilakukan pembersihan beras dari kulitnya dengan cara ditampi, setelah dibersihkan tipa-tipa siap disantap.

Bagaimana cara menikmati tipa-tipa ini? Tipa-tipa dijadikan sebagai cemilan dan biasanya dimakan dengan campuran kelapa parut dan ditambahkan sedikit gula atau garam sesuai dengan selera masing-masing. Aroma tipa-tipa ini sangat khas dan terasa pada saat dimakan. Namun bagi yang belum biasa akan terasa aneh pada saat memakannya, sebab saat dimakan gigi dan rahang kita akan terasa gemetar dan keram karena harus mengunyah tipa-tipa dengan kekuatan ektra karena teksturnya masih hampir seperti beras yang belum dimasak.

Bagi yang baru pertama memakannya akan terasa aneh saat memakan tipa-tipa, namun jika sudah mulai maka akan penasaran dan semakin nikmat rasanya dengan wanginya yang khas. Tipa-tipa ini sering dicari dan dibeli orang yang sedang berkunjung ke daerah Toba Samosir dan dibawa sebagai oleh-oleh dari sana. Untuk mendapatkannya Anda bisa membelinya di daerah Silimbat dan Porsea, di sekitar tempat tersebut banyak yang menjual makanan khas ini. Makanan khas ini semakin ramai peminatnya.

Karena sudah semakin diminati saat ini semakin banyak yang memproduksi makanan ini seperti Kelompk UPPKS Tipang dari Kecamatan Uluan dan UPPKS Sauduran Desa Paindoan Kecamatan Balige. Cemilan ini akan semakin banyak dicari pengunjung khususnya jika ada acara khusus seperti Festival Danau Toba yang diadakan setiap tahun.

Mau mencoba tipa-tipa yang menjadi cemilan khas daerah Toba Samosir ini, silahkan berburu ke daerah asalnya karena Anda tidak akan menjumpainya di daerah lain.

Manuk Napinadar

Napinadar Chicken is a typical Batak food usually served in certain parties. This dish is the preferred food for the hobo community because it has a delicious and special taste. The specialty of this cuisine arises from the way of making it quite different from how to cook chicken meat into a common dish.

Usually to prepare the cooked chicken cuisine this cook should slaughter the surviving chickens to get their blood. Shortly after being slaughtered the chicken was directly tethered with acidic water to avoid agglutination. What is the blood of his chicken? Yes, this dish is mixed with the chicken blood to make the powder.

Chickens that have been cleaned and cut into pieces are baked with charcoal to obtain a good grill. The ingredients for herbs consisted of lemongrass, ginger, ginger, turmeric, garlic, onion, candlenut all roasted, plus spices that are not roasted are cayenne and salt and salt. Whole spices are ready to be grounded and grounded, then fried with oil after the prepared chicken blood is mixed into the seasoning. Then added enough salt.

Once cooked, a special sausage is then poured on roasted chicken. And cooked chicken dishes are ready to be served and you enjoy, for those who like to taste spicy live add more cayenne. What makes it so special is the herbal flavor and flavor that is the basis for making this sausage flavored, a typical flavor that is used almost in every Batak special dish, such as the carp fish, dekke naniura, koombur, and others.

Napinadar Chicken is preferred by most people because it tastes delicious, but some also do not want to eat it because the mixture mixed with chicken blood in Batak language is called namargota, because not all Batak people eat blood, although the blood is cooked. Because anyone who considers eating blood is not lawful.

But for those who have no barriers to eating this blood will surely be invaded because of its delicious and good taste ….., good luck. Horas.

Ayam Napinadar atau Manuk Napinadar

Ayam Napinadar atau Manuk Napinadar merupakan makanan khas Batak yang biasanya dihidang dalam pesta ada tertentu. Masakan ini merupakan makanan pilihan bagi masyarakat batak karena memiliki rasa yang nikmat dan istimewa. Keistimewaan masakan ini timbul dari cara pembuatannya yang cukup berbeda dari cara mengolah daging ayam menjadi masakan yang pada umumnya.

 

Biasanya untuk menyiapkan masakan manuk napinadar ini juru masak harus menyembelih sendiri ayam yang masih hidup untuk mendapatkan darahnya. Sesaat setelah disembelih darah ayam tersebut langsung ditetesi dengan air asam agar tidak menggumpal. Untuk apa darah ayamnya ditampung? Ya, masakan ini memang dicampur dengan darah ayam tersebut untuk membuat bumbunya.

 

Ayam yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong dipanggang dengan bara arang untuk mendapatkan hasil panggangan yang bagus. Sementera untuk bumbu terdiri dari serai, lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah, kemiri semuanya disangrai, ditambah bumbu yang tidak disangrai adalah cabe rawit dan andaliman serta garam. Seluruh bumbu yang sudah siap digiling dan dihaluskan, kemudian ditumis dengan minyak setelah wangi darah ayam yang tadi disiapkan dicampurkan ke dalam tumisan bumbu tersebut. Kemudian ditambahkan garam yang cukup.

 

Setelah matang akan didapatkan saos spesial yang kemudian dituang ke atas daging ayam yang sudah selesai dipanggang. Dan masakan ayam napinadar siap untuk dihidang dan Anda nikmati, bagi yang suka dengan rasa yang pedas tinggal menambahkan cabe rawit yang lebih banyak. Yang membuat rasanya istimewa adalah bumbu andaliman yang menjadi bumbu dasar dalam membuat saos napinadar ini, merupakan bumbu khas yang dipakai hampir dalam setiap masakan khas Batak, seperti arsik ikan mas, dekke naniura, natinombur, dan lain-lain.

 

Masakan Manuk Napinadar disukai oleh kebanyak orang batak karena rasanya yang nikmat, namun ada juga yang tidak mau memakannya karena bumbunya yang dicampur dengan darah ayam dalam bahasa Batak disebut namargota, karena tidak semua orang Batak mau memakan darah, walau darahnya sudah dimasak. Karena ada yang menganggap memakan darah tidak dihalalkan.

 

Makan napinadar di restoran napidadar Palipi lihat disini lokasinya.

 

Namun bagi yang tidak mempunyai halangan mengenai makan darah masakan ini pasti akan diserbu karena rasanya yang nikmat dan mantaf….., selamat mencoba. Horas.

 

 

 

Na Tinombur Ikan Bakar Khas Batak

Na Tinombur adalah makanan khas Batak yang terbuat dari ikan yang dibuat dengan cara dibakar. Jenis ikan yang biasa dibuat menjadi masakan ini bisa dari berbagai macam ikan seperti ikan mas, ikan mujahir atau ikan lele. Namun yang paling sering dibuat masakan na Tinombur adalah jenis ikan lele, mungkin karena daging ikan lele cukup tebal.

Ikan yang sudah dipanggang atau dibakar dihidang bersama bumbu khusus, disajikan seperti penyajian pecel lele atau lele penyet. Perbedaannya adalah racikan bumbunya karena bumbu untuk masakan na tinombur terdiri dari kacang tanah sangrai, kemiri yang disangrai, cabe rawit, jahe, bawang merah, bawang  putih, tomat kelereng daun jeruk, ebi atau terasi dan tidak lupa andaliman. Semua bumbu tersebut digiling dan dihaluskan kemudian di tumis.

Bumbu yang sudah matang dilumuri ke atas ikan yang sudah dibakar dan siap untuk dihidang. Olahan bumbu ini yang disebut sebagai tombur. Rasanya sangat nikmat dan khas. Na Tinombur adalah masakan khas dari Tapanuli yang terbuat dari ikan dan diberi Tombur (bumbu giling).

Saksang Masakan Khas Batak

Saksang adalah masakan yng umum dihidangkan dalam setiap pesta orang Batak baik acara adat pernikahan, acara adak kematian dan pesta adat lainnya. Makanan ini wajib dihidang pada saat acara makan acara adat tersebut. Saksang dibuat dengan bahan dasar daging babi, selain itu ada juga yang mengolah daging anjing menjadi masakan saksang. Namun jika dalam acara adat disediakan juga masakan lainnya yang halal yang diistilahkan dengan parsubang. Dalam acara pesta adat parsubang artinya orang yang tidak memakan makanan non halal seperti daging babi dan lain-lain. Selain saksang dalam acara adat biasa juga dihidangkan ikan mas arsik dan ayam natinombur.

Ciri utama masakan ini memiliki aroma yang harum dengan rasa pedas yang khas karena diberi bumbu andaliman, selain itu bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, serai, kunyit tua, ketumbar, cabe merah, daun jeruk, cabe rawit dan garam yang seluruhnya digiling dan dihaluskan kecuali ketumbar. Semua bumbu ditumis hingga harum kemudian daging babi dicampurkan dan diaduk hingga merata dan diberi garam. Umumnya setelah hampir matang dimasukkan darah babi ke dalam masakan yang memberi tekstur khas.

Bagi yang tidak mau makan darah, bisa digantikan dengan kelapa gongseng untuk mendapatkan tekstur yang hampir sama. Jadi bagi yang tidak memakan darah bisa menikmati masakan saksang juga. Memang ciri khas masakan saksang ini adalah campuran darah dan aroma bumbu andaliman yang membuat rasanya enak dan nikmat disantap dengan nasi panas.

Bila Anda berwisata di Kawasan Danau toba Anda bisa mendapatkan di lapo-lapo atau warung batak yang banyak tersebar disekitar Parapat, Tuktuk, Balige, Tarutung. Namun saat ini di Jakarta sudah banyak juga dibuka lapo-lapo untuk menikmati masakan saksang. Namun akan lebih terasa nikmat jika Anda bisa menikmatinya dengan suasana wisata Danau Toba yang memiliki pemandangan alam yang indah dan permai. Selain saksang Anda juga bisa menikmati masakan khas Batak lainnya seperti ikan mas arsik dekke naniura, manuk napinadar, atau natinombur. Memang di Kawasan Danau Toba kaya dengan masakan khas Batak yang enak-enak.

Babi Panggang Karo

Babi Panggang

Babi Panggang is a favorite food of Batak people, most of the Batak people love it both from Toba, Karo, Mandaliling, Pakpak and Simalungun. It tastes delicious and delicious let alone eaten with sambal dengam spice andaliman. It feels good. This type of cuisine is easy to find in lapo spread in the area of ​​Lake Toba.

The famous recipe is the Babi Panggang Karo (BPK) dish in the form of pork roasted in a thin piece with a distinctive sauce made from spicy stir-fry mixed with pig’s blood and mixed with ground cayenne pepper with a typical Batak spice, Andaliman.

The process of making roast pork is quite easy to make where small pork chops are watered evenly with lime juice and stirred first with lemongrass leaves and garlic mashed and soy sauce. After left for about five minutes the meat is roasted over the coals, it is advisable to use charcoal to make the scent more fragrant.

To make his sauce called gota, made of various herbs mixed with pig’s blood. Spices consisting of red onion, garlic, red chilli, andaliman, lime leaves are finely ground and salt, then pan-fried until fragrant and then added with squeezed paticala and pig’s blood, and left to mature over the waiting area. Once cooked this seasoning is ready to be served as a sauce Babi Panggang Karo.

Babi Panggang usually served with cayenne pepper that has been pulverized and added andaliman. Spicy taste is very different and very distinctive. Usually as a vegetable that can be a companion to pork dishes are roasted ground cassava leaves. Mashed Potato leaves become a favorite vegetable that often there are restaurants Batak. To make it not too difficult, pounded yam leaves mixed with chili, red onion and under white and do not forget the fruits of rimbang. Rimbang fruit is characteristic of sweet potato leaves in the Batak area.

Because if cooked it tastes much better than eaten raw. Pounded together and can add 1-2 stalks lemongrass. All the ingredients are boiled and after nearly cooked are added with coconut milk from coconut juice. Hm … increasing appetite.

Babi Panggang Karo is almost similar to the leaves of mashed sweet potatoes, banana leaves sweet potatoes coupled with small pieces of banana heart sliced, and grated coconut. How to make it is to sauté all the spices then put the main flavor of sweet potato leaves, banana heart and grated coconut by adding a little water and salt. Sauteed until completely cooked.

So hungry. For those who want to enjoy roast pork dishes can get it in many lapo in the area of ​​Lake Toba Tourism. Enjoy the delicious taste of grilled meat and spicy sambal andaliman typical batak.

Babi Panggang Masakan Khas Batak

Babi Panggang merupakan makanan favorit orang Batak, kebanyakan orang batak menyukainya baik dari Toba, Karo, Mandaliling, Pakpak dan Simalungun. Rasanya memang lezat dan nikmat apalagi dimakan bersama sambal dengam bumbu andaliman. Rasanya maknyus. Jenis masakan ini mudah dijumpai di lapo-lapo yang tersebar di Kawasan Danau Toba.

Resep yang terkenal adalah masakan Babi Panggang Karo (BPK) dihidang berupa daging babi yang dipanggang dalam potongan tipis bersama saus khas yang dibuat dari tumisan bumbu yang dicampur darah babi dan dicampur dengan cabe rawit yang digiling dengan rempah khas Batak yakni Andaliman.

This image has an empty alt attribute; its file name is babi-panggang.jpgProses pembuatan masakan babi panggang ini cukup mudah dibuat dimana daging babi yang dipotong kecil disiram merata dengan perasan jeruk nipis dan diaduk dulu dengan daun serai dan bawang putih yang dihaluskan dan diberi kecap. Setelah dibiarkan sekitar lima menit daging tersebut dipanggang di atas bara, disarankan menggunakan arang agar aroma panggangnya lebih wangi.

Untuk membuat saosnya yang disebut dengan gota, dibuat dari beragam bahan rempah dicampur dengan darah babi. Rempah-rempah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, andaliman, daun jeruk purut digiling halus dan diberi garam, kemudian ditumis hingga wangi lalu ditambahkan perasan asam patikala dan darah babi, dan dibiarkan matang di atas tunggu. Setelah matang bumbu gota ini siap disajikan sebagai saos Babi Panggang Karo.

Babi Panggang bisanya disajikan dengan cabe rawit yang sudah diulek dan ditambahkan andaliman. Rasa pedasnya sangat berbeda dan sangat khas. Biasanya sebagai sayurannya yang bisa menjadi pendamping santapan babi panggan adalah daun ubi tumbuk. Daun Ubi Tumbuk menjadi sayur favorite yang sering ada rumah makan Batak. Untuk membuatnya tidak terlalu susah, daun ubi ditumbuk dicampur dengan cabe, bawang merah dan bawah putih dan jangan lupa buah rimbang. Buah rimbang ini menjadi ciri khas daun ubi di daerah Batak.

Karena jika dimasak rasanya jauh lebih enak dibanding dimakan mentah. Ditumbuk bersamaan dan bisa menambahkan 1-2 batang serai. Semua bahan direbus dan setelah hampir matang ditambahkan dengan dengan santan dari perasan kelapa. Hm…semakin menambah selera makan.

Untuk Babi Panggang Karo sayurannya hampir mirip dengan daun ubi tumbuk, daun ubi jantung pisang ditambah dengan potongan jantung pisang yang diiris kecil-kecil, dan kelapa parut. Cara membuatnya adalah dengan menumis semua bumbu  kemudian memasukkan bumbu utama daun ubi, jantung pisang dan kelapa parut dengan menambahkan sedikit air dan garam. Ditumis sampai benar-benar matang.

Jadi lapar nih. Buat yang ingin menikmati masakan babi panggang bisa mendapatkannya di lapo-lapo yang ada di kawasan Wisata Danau Toba. Nikmati rasanya yang gurih daging panggang dan pedasnya sambal andaliman khas batak.

Tanggo-tanggo Olahan Daging Muda

Tanggo-tanggo adalah masakan khas yang diolah dari daging muda. Masakan khas Batak dengan bahan dasar daging sangat beragam, ada yang terbuat dari daging ayam atau daging babi. Salah satu hidangan yang sangat terkenal adalah saksang, dan yang mirip dengan saksang ini namanya adalah Tango-tanggo. Keduanya sama-sama enak dan lezat namun perbedaanny adalah bentuk potongannya dan campuran bumbunya juga sedikit berbeda, namun sama-sama menggunakan andaliman sebagai bumbu khasnya.

Ukuran potongan daging dalam tanggo-tanggo lebih besar dibandingkan bentuk dan ukuran daging dalam masakan saksang. Kelezatan khas masakan ini adalah pada bahan dasarnya yang terbuat dari daging babi, dan kelebihan tanggo-tanggo adalah pilihan bahan dasarnya yang biasanya dari daging hewan muda. Masakan yang dihasilkan dengan bahan dasar hewan yang berusia muda akan terasa empuknya dan rasa dagingnya yang lebih manis. Biasanya hewan yang disembelih untuk tanggo-tanggo adalah yang berusia antara empat hingga enam bulan untuk mendapatkan masakan yang empuk dan lezat.

Dengan bahan dasar berupa daging muda ditambah lagi pemilihan bumbu yang terdiri dari rempah-rempah khas Batak menjadi rahasia kelezatan masakan tago-tanggo, seperti andaliman yang sudah terkenal sebagai rempah asli dari tanah Batak yang memiliki kandungan nutrisi yang baik. Rempah-rempah yang digunakan membuat rasa masakan tanggo-tanggo memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu bumbu rasa gurih dalam masakan diperoleh dari santan perasan parutan kelapa asli.

Rempah-rempah yang digunakan untuk adalah cabe merah keriting, bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, lengkuas, sereh, daun jeruk, andaliman. Dan untuk mendapatkan rasa yang khas ditambah dengan likio. Cara memasaknya dengan menumis seluruh bumbu yang dihaluskan hingga berbau wangi lalu daging dimasukkan diaduk hingga matang da kemudian dimasukkan santan, kemudian diaduk terus menerus hingga aromanya tercium harum dan sedap.

Masakan ini dihidangkan dan disantap dengan rebusan sayuran hijau seperti buncis, terung muda, bunga pepaya, daun ketela dan timun. Makan akan terasa lahap saat menyantap tanggo-tanggo bersama nasi putih atau nasi merah bersama sayuran hijau tersebut. Rasanya sudah pasti mantap.

Buat yang ingin menikmati masakan khas Batak ini, Anda bisa mencarinya di restoran khas batak atau dikenal dengan lapo yang terdapat di tempat-tempat wisata seperti Balige, Parapat, Tuktuk, dan lainnya. Anda akan merasakan lezatnya olahan daging babi muda dengan bumbu khas Batak yang disebut dengan nama Tango-tanggo ini.