Hamparan Bunga Tulip di Pantai Hudo

Tutoba – Wisata Pulau Samosir memiliki Pantai Pasir putih Parbaba yang menjadi ikon pantai berpasir di kawasan Pulau Samosir. Semakin banyak wisatawan yang berminat ke lokasi pantai Parbaba karena lokasi wisata ini memiliki pantai dengan pasir yang berwarna. Belakangan ini kunjungan wisata mulai menggeliat ke pantai pasir putih Parbaba ini, membuat mulai geliat pengelola wisata di Pulau Samosir. Salah satu yang muncul adalah Pantai Hugo yang dikelola oleh pihak swasta.

 

Pengelola pantai ini membuat Pantai Hudo dengan keunikan tersendiri, salah satunya yang khas adalah hamparan bunga warni-warni yang indah yang memuaskan pandangan mata saat menikmati pemandangan di area pinggiran Danau Toba dengan pasir putih. Selain itu pemandangannya juga semakin unik karena terdapat batu-batuan yang membuat pemandangan yang unik.

 

Pengunjung bisa menikmati keceriaan taman bunga yang berwarna-warni di pantai ini karena pemandangannya sangat indah dan menarik hati. Aneka warna-warni bunga dengan pemandangan yang mirip dengan taman bunga tulip di Belanda memberi suasana romantis di tempat ini. Hal ini membuat pemandangan disini cocok menjadi tempat menikmati alam menikmati suasana romantic Bersama pasangan, juga cocok buat menjadi latar belakan melakukan sesi foto wedding.

 

Lokasi Pantai Hudo lihat disini.

 

Selain menikmati pemandangan taman bunga yang indah, pengunjung bisa menikmati keindahan danau Toba di tempat ini dengan menyusuri danau dengan menggunakan sampan atau boat yang tersedia di dana. Terdapat penyewaan sampan dan boat di lokasi ini. Selain itu pengunjung bisa juga menikmati segarnya air dengan berenang di pantai pasir putih ini.

 

Pasir pantainya yang putih dan bersih dan dengan air yang dangkal membuat pantai disini nyaman untuk menikmati bermain air baik dengan berenang atau bermain dengan ban. Bagi yang ingin duduk santai bisa menggunakan pondok-pondok yang disewakan oleh pengelola untuk menikmati pemandangan sambil memakan bekal makanan yang dibawa. Atau bisa juga memesan makanan dari kantin yang ada di sana.

Untuk masuk ke lokasi pantai ini tidak dipungut biaya, hanya jika menggunakan pondok pengunjung sewa pondok yang cukup murah sekitar Rp 20.000. Jika pengunjung membeli makanan dari kantin Pantai Hudo pengunjung tidak dikenakan sewa pondok. Selain itu biaya parkir juga digratiskan buat pengunjung yang membawa kenderaan bermotor.

 

Pantai Hudo yang berada di Desa Parbaba, Samosir, Sumatera Utara layak menjadi destinasi bagi anda yang mengunjungi Samosir dan ingin mengeksplorasi sisi terbaik Danau Toba. Pengunjung bisa juga menikmati pemandangan yang alami saat burung-burung bangau hinggap di Kawasan pantai ini. Pemandangannya akan terlihat sangat menarik.

 

Lokasi Pantai Hudo lihat disini.

Toilet Canggih Rp 3,3 Miliar di Danau Toba Siap Digunakan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan toilet canggih di kawasan Wisata Tele, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Toilet seharga Rp 3,3 miliar ini dibangun dalam rangka mendukung Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sekaligus memenuhi kelengkapan kriteria penilaian UNESCO sebagai anggota Global Geopark Network. Disebut canggih, lantaran toilet ini dilengkapi dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hasil ciptaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR. Penerapannya termasuk replikasi perdana sekaligus untuk membuktikan bahwa teknologi yang telah dibuat dapat digunakan oleh pihak lain. “Balitbang di sini melelangkan sendiri. Mulai dari perencanaan sampai pengawasan juga, itu kontraktor dilelang. Dengan ini kita bisa menyatakan bahwa teknologi kita bisa dikerjakan oleh pihak lain,” kata Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR Rezeki Peranginangin, saat peresmian di lokasi, Jumat (23/3/2018). Teknologi ini diinstal selama 189 hari oleh PT Duta Cahaya Deli di atas lahan seluas 1.228 meter persegi, untuk IPA yang digunakan untuk pengelolaan air bersih dilengkapi menara aerasi, sementara pengolahan air minum dilengkapi dengan teknologi reverse osmosis. Adapun untuk sistem IPAL menggunakan teknologi biofil dan kolam sanita. Bangunan dan seluruh perlengkapannya dibangun dengan sistem rancang bangun (design and build) dengan biaya yang bersumber dari APBN 2017. Advertisment “Sebenarnya ini adalah replikasi perdana teknologi air minum dan air limbah. Tapi kita bungkus ke dalam toilet umum wisata dalam rangka mendukung Danau Toba. Jadi nilai manfaatnya lebih tinggi lagi. Kita punya sepuluh KSPN, kita harapkan bisa direplikasi teman-teman pemda,” terang Rezeki. Sementara itu, secara rinci anggaran Rp 3,3 miliar yang dikeluarkan digunakan untuk perencanaan dan data (Rp 289 juta), pengolahan air limbah (Rp 210 juta), pengolahan air bersih dan penyambungan sistem (Rp 560 juta). Di dalam sistem pengolahan air bersih terdapat teknologi menara aerasi (Rp 452 juta) dan reverse osmosis (Rp 46 juta). Adapun untuk pembangunan fisik bangunan menghabiskan anggaran Rp 1,95 miliar. Fasilitas toilet sendiri berada di lantai 1, dimana terdapat lima toilet wanita dan tiga toilet pria ditambah lima urinoir. Selain itu juga dilengkapi satu toilet difabel, ruang laktasi, pantry, dan mushola. Sementara di lantai dua, terdapat ruang transparan yang dapat dimanfaatkan sebagai area serba guna berkapasitas 40 orang, area terbuka, dan balkon pemantauan. Untuk memudahkan masyarakat difabel mengakses lantai dua, toilet ini juga dilengkapi dengan jalan tanjak memutar yang cukup lebar. –– ADVERTISEMENT –– PenulisDani Prabowo EditorHilda B Alexander

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Toilet Canggih Rp 3,3 Miliar di Danau Toba Siap Digunakan”, https://properti.kompas.com/read/2018/03/23/161738021/toilet-canggih-rp-33-miliar-di-danau-toba-siap-digunakan.

Penulis : Dani Prabowo

 

Pemerintah akan Membangun Ikon Baru Samosir

Danau Toba telah ditetapkan pemerintah sebagai satu dari 12 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Guna mendukung hal tersebut, revitalisasi serta pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur terus dilakukan. Salah satunya membangun jembatan Tano Ponggol. Pembangunan jembatan diperlukan karena saat ini tengah dilaksanakan revitalisasi terusan Tano Ponggol, sehingga jembatan yang ada harus dipanjangkan. Terusan Tano Ponggol saat ini hanya memiliki lebar 30 meter. Nantinya, setelah direvitalisasi terusan ini memiliki lebar hingga 100 meter dan diperdalam untuk memudahkan kapal pesiar kecil yang digunakan wisatawan. Sementara itu, jembatan Tano Ponggol yang akan dibangun terdiri dari dua unit. Keduanya akan dirancang sebagai ikon baru Samosir. “Kami sudah buat dalam rencana jangka menengah, bahwa itu harus mejadi ikon wisata,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Samosir Rudi Sabar M Siahaan di lokasi, Kamis (24/3/2018). Advertisment Rudi menjelaskan, jembatan Tano Ponggol dirancang dengan memasukkan unsur budaya batak, yaitu dalihan no tolu. Secara falsafah, ada tiga arti yaitu somba marhulahula (menghormati keluarga istri), elek marboru (mengayomi wanita), dan minat mardongan tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga). “Jadi tiangnya itu tiga, dia punya tiga penopang dia, dia pny bentuk yang unik sendiri. Konsepnya masih dalam penilaian Komisi Jembatan,” terang Rudi. Selain nilai budaya, kawasan Tano Ponggol juga memiliki nilai sejarah. Pasalnya, terusan ini pertama kali dibuat pada masa penjajahan Belanda untuk memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir. Saat ini, Rudi menambahkan, desain rancangan jembatan ini telah dimasukkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dinilai Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan. Rencananya, untuk membangun jembatan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 450 miliar. “Informasi yang kami dapatkan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), mungkin bulan Mei-Juni akan dilelang. Jadi akan dikerjakan tahun ini,” tuntas Rudi. –– PenulisDani Prabowo

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah akan Membangun Ikon Baru Samosir”, https://properti.kompas.com/read/2018/03/24/093759121/pemerintah-akan-membangun-ikon-baru-samosir.

Penulis : Dani Prabowo

Ini Kecanggihan Toilet Rp 3,3 Miliar Buatan Kementerian PUPR

Sebuah toilet canggih dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan Wisata Tele, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Toilet ini dilengkapi dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Baca juga : Toilet Canggih Rp 3,3 Miliar di Danau Toba Siap Digunakan Lantas, seperti apa kecanggihan teknologi yang dimiliki toilet seharga Rp 3,3 miliar itu? Peneliti Muda Puslitbang Kementerian PUPR Dimas Hastama Nugraha menjelaskan, teknologi IPA yang dibenamkan mencakup menara aerasi dan Reverse Osmosis (RO). Menara aerasi memiliki tinggi 13 meter dengan lima tingkatan. Menara Aerasi Menara Aerasi(Kompas.com / Dani Prabowo) “Menara itu bertugas mengelola air baku menjadi air bersih dengan Multiple Tray Aerator. Airnya berasal dari embung yang (berada di atas), dialirkan ke bawah menggunakan pipa naik ke atas. Dengan adanya selisih tekanan tinggi 25 meter, sehingga tidak membutuhkan pompa untuk naik ke atas,” terang Dimas kepada Kompas.com, di lokasi, Jumat (23/3/2018). Air yang diolah dinetralisasi kadar besi (Fe) dan mangan-nya (Mn). Pasalnya, kadar kedua mineral tersebut cukup tinggi yaitu 0,9 ppm untuk besi dan 1,2 ppm untuk mangan. Dari hasil uji laboratorium, tingkat besi dan mangan yang diproses turun menjadi 0,3 ppm untuk besi dan 0,5 ppm untuk mangan. Air yang sudah dinetralisir kemudian dialirkan ke dalam filtrasi, untuk dipisahkan ke dalam dua bagian yaitu toilet dan sistem RO. Sistem RO ini memiliki kapasitas 400 liter per hari dan dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Advertisment Reverse Osmosis Reverse Osmosis(Kompas.com / Dani Prabowo) “RO ini adalah air siap minum, dia mengelola air siap untuk diminum,” kata dia. Sementara, air yang dialirkan ke toilet akan dimanfaatkan saat buang air kecil dan air besar. Limbah yang dihasilkan kemudian ditampung di bak penampungan sebelum diolah di bio filter berkapasitas 5.000 liter. Setelah diolah, air tersebut dialirkan ke kolam sanita yang berisi tanaman air. Tanaman tersebut bertugas untuk menetralisir sisa limbah, sehingga air yang keluar dari kolam sanita sudah memenuhi standar air baku. “Biasanya taman sanita ini ada tipe vertikal dan horizontal. Karena di sini konturnya bergunung-gunung, kita mengikuti dengan empat layer,” terangnya. Kolam Sanita. Kolam Sanita.(Kompas.com / Dani Prabowo) Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Pemukiman Kementerian PUPR Ahyat Dwiatno menjelaskan, anggaran Rp 3,3 miliar digunakan untuk perencanaan dan data Rp 289 juta, pengolahan air limbah Rp 210 juta serta pengolahan air bersih dan penyambungan sistem (Rp 560 juta). Di dalam sistem pengolahan air bersih terdapat teknologi menara aerasi senilai Rp 452 juta dan RO senilai Rp 46 juta. Adapun untuk pembangunan fisik bangunan menghabiskan anggaran Rp 1,95 miliar. Selasar pemantau. Selasar pemantau.(Kompas.com / Dani Prabowo) Pembangunan fisik itu meliputi pembangunan toilet pria dan wanita, toilet difabel, mushola, ruang laktasi, pantry, dan mushola di lantai satu. Sementara di lantai dua, terdapat ruang transparan yang dapat dimanfaatkan sebagai area serba guna berkapasitas 40 orang, area terbuka, dan selasar pemantauan. Ruang serbaguna. Ruang serbaguna.(Kompas.com / Dani Prabowo) PenulisDani Prabowo

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ini Kecanggihan Toilet Rp 3,3 Miliar Buatan Kementerian PUPR”, https://properti.kompas.com/read/2018/03/23/213000121/ini-kecanggihan-toilet-rp-3-3-miliar-buatan-kementerian-pupr.

Penulis : Dani Prabowo

Editor : Hilda B Alexander

Poles Danau Toba, Pemerintah Bangun Tol dan Jalur Lingkar

Guna mendukung kelancaran akses turis ke jalur pariwisata Danau Toba, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan kegiatan perbaikan Jalur Lingkar Luar Danau Toba dan Jalur Lingkar Samosir. Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Hadi Sucahyono mengatakan perbaikan ini meliputi kegiatan preservasi dan pelebaran jalan guna memenuhi standar jalan nasional. Hal ini melihat beberapa kondisi ruas kedua jalan itu saat ini mengalami beberapa kerusakan. Dari pantauan Kompas.com, di beberapa titik ditemui jalan berlubang, besar dan kecil. Selain itu, saat berada di jalur Lingkar Samosir kontur jalan sedikit bergelombang. Bahkan di beberapa titik jalan cenderung sempit. “Untuk jaringan jalan lingkar luar ini panjangnya sekitar 360 kilometer. Sementara, jalan lingkar dalam Samosir panjangnya 125 kilometer,” kata Hadi saat berbincang dengan sejumlah awak media, Jumat (23/3/2018) malam. Menurut Hadi, jalan menjadi salah satu aspek penting di dalam pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Terlebih, kawasan ini sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Hadi menambahkan, nantinya di sepanjang jalan ini dilengkapi dengan beberapa tempat peristirahatan di berbagai titik. Namun, bukan seperti pada umumnya, tempat isitirahat ini diharapkan juga dapat menjadi pusat informasi bagi turis yang ingin mengetahui destinasi wisata yang ada di sekitar lokasi tempat istirahat. Advertisment “Seperti anjungan cerdas yang kini sedang kita bangun di Jembrana, Bali. Kalau di sana, luas areanya sampai 5 hektar dimana terdapat tujuh bangunan ada restoran, ada amphi theatre yang bisa dimanfaatkan untuk menampilkan local wisdom di sana,” utur Hadi. Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017). Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).(KOMPAS/NIKSON SINAGA) Untuk tempat istirahat, saat ini pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk dibangun. Ia pun berharap agar pemerintah daerah setempat ikut andil dalam pembangunan tempat istirahat ini. Paling tidak, dalam hal penyediaan lahan. Tol Dipercepat Di samping perbaikan jalan, Kementerian PUPR juga berencana membangun jalan Tol Medan-Parapat. Untuk tahap pertama, dibangun Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 kilometer dengan melibatkan investasi swasta. Ditargetkan pada 2018 ruas pertama tol ini akan rampung. Selanjutnya, akan dibangun ruas Tebing Tinggi-Pematang Siantar sepanjang 35 kilometer dan Pematang Siantar-Parapat sepanjang 27 kilometer. Jalan tol ini nantinya akan terkoneksi dengan Jalur Lingkar Luar Danau Toba yang kini tengah diperbaiki. –– ADVERTISEMENT –– PenulisDani Prabowo EditorHilda B Alexander

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Poles Danau Toba, Pemerintah Bangun Tol dan Jalur Lingkar”, https://properti.kompas.com/read/2018/03/24/211206021/poles-danau-toba-pemerintah-bangun-tol-dan-jalur-lingkar.

Penulis : Dani Prabowo

 

Gaet Turis ke Toba, Pemerintah Perluas Terusan Tano Ponggol

Guna mendukung kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sejumlah infrastruktur di sekitar kawasan ini pun akan direvitalisasi. Salah satunya yaitu pelebaran dan normalisasi terusan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Samosir Rudi Sabar M Siahaan menjelaskan, revitalisasi dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menarik minat turis berkunjung ke Samosir. Saat ini, terusan Tano Ponggol hanya memiliki lebar sekitar 30 meter dan cukup dangkal. Dengan revitalisasi, nantinya terusan ini akan diperlebar hingga 100 meter dan diperdalam sehingga dapat dilalui kapal persiar kecil. “Kita harapkan turis bisa keliling Danau Toba. Jadi kalau ini sudah bisa dilebarkan, jadi wisatawan bisa lihat langsung ini,” kata Rudi di lokasi, Kamis (23/3/2018). Setidaknya, dibutuhkan anggaran Rp 363 miliar untuk merampungkan revitalisasi terusan sepanjang 1.700 meter ini. Advertisment Anggaran tersebut berasal dari APBN murni yang dialokasikan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera dan saat ini sudah mulai dikerjakan. Rudi menambahkan, terusan Tano Ponggol memiliki nilai strategis bagi masyarakat. Dari aspek sejarah, terusan yang memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. “Jadi ini dia punya nilai sejarah, yang diharapkan bisa menjadi obyek wisata,” sambung Rudi. Selain itu, terusan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai jalur destinasi wisata, setelah kapal pesiar kecil sudah dapat melaluinya. “Pekerjaan ini sudah haru selesai 2019,” sebutnya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gaet Turis ke Toba, Pemerintah Perluas Terusan Tano Ponggol”, https://properti.kompas.com/read/2018/03/24/085017221/gaet-turis-ke-toba-pemerintah-perluas-terusan-tano-ponggol.

Penulis : Dani Prabowo