Kawasan Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Kawasan Danau Toba menjadi AGROPOLITAN sebuah gran disain pemerintah didalam mewujudkan Destinasi Pariwisata Danau Toba berkelas dunia  pesan bagi para petani dan industri pertanian.

 

Bupati Kawasan Danau Toba Hadiri Rapat di Kementerian PPN/Bappenas

 

Bupati atau Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba dan RE Nainggolan hadiri rapat di Kementerian PPN/Bappenas dengan topik ‘Agropolitan di Kawasan Danau Toba’ dan selanjutnya menghadiri Rapat di Kemenko Bidang Kemaritiman membahas pengembangan Pariwisata Danau Toba, (Jakarta, Selasa-21/8).

 

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (sektor usaha pertanian dalam artian luas) di wilayah sekitarnya. Beberapa daerah menerapkan konsep agropolitan untuk kemajuan daerah. Hal ini didasarkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan agraris/pertanian. Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

 

Rapat pertama dipimpin langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro yang didampingi Direktur Pangan dan Pertanian menyampaikan beberapa poin, diantaranya Pengembangan Agropolitan perlu diimplementasikan dengan kerjasama seluruh Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba yang melibatkan pihak swasta, memperhatikan produk sayuran-buah harus kualitas yang layak, memangkas alur pendistribusian/agen/tengkulak dan mengakomodir kearifan lokal.

“Kami bersama kementerian terkait akan mengevaluiasi Tata Ruang terkait Kawasan Hutan dan akan melaksanakan pengembangan infrastruktur jalan dan transport kereta api. Semua harus berupaya keras dalam mewujudkan Agropolitan di Kawasan Danau Toba,”akhir sambutan Menteri PPN/BAPPENAS.

 

Selanjutnya, pada rapat kedua yang dipimpin Dr. Ridwan Djamaluddin Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur membahas tentang pengembangan jalan lingkar diluar Danau Toba dan Undang-Undang Perairan serta hal yang terkait dengan pelaksanaan Otorita Pariwisata Danau Toba.

 

Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan merupakan bagian dari potensi kewilayahan kabupaten di mana kawasan agropolitan itu berada. Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan yang merupakan penguatan sentra-sentra produksi pertanian/perikanan yang berbasiskan kekuatan internal, akan mampu berperan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang mempunyai daya kompetensi inter dan intra regional.

 

Agropolitan merupakan kawasan ekonomi berbasis pertanian dan dicirikan komoditi unggulan, dengan batasan skala ekonomi/skala usaha tanpa dibatasi wilayah administrasi. Sasaran dalam pengembangan kawasan agropolitan ini adalah mewujudkan kawasan agroplitan dan berkembangnya ekonomi lokal yang berbasis produk unggulan daerah yang efektif, efisien, transparan dan berkelanjutan. Komoditas pertanian yang dibudidayakan adalah komoditas pertanian (tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, perikanan) yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan beberapa usulan maupun masukan terkait pembangunan dan juga pengembangan pariwisata di Tapanuli Utara, perubahan ketentuan-peraturan yang mengatur tentang pembebasan lahan hutan yang akan digunakan mendukung agrowisata dan pendirian Universitas Negeri di Tapanuli Raya. “Universitas Negeri ini nantinya akan ditempatkan di seluruh Tapanuli Raya dimana pembagian Fakultas sesuai dengan kondisi Pemda masing-masing. Kami meminta dukungan semua pihak dalam mewujudkan Universitas Negeri di Tapanuli Raya dan berharap masalah-masalah yang masih mengganjal akan dapat dituntaskan dengan baik,” tambah Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan pentingnya pembangunan interkoneksi antar kabupaten seperti Garoga-Seimangke Labuhan Batu dan akses jalan pantai Barat dan Pantai Timur , pengembangan jalan nasional yang belum tersentuh dan volumenya masih sangat minim.

 

Melalui pendekatan agropolitan pembanguan wilayah semestinya dapat membawa kemajuan wilayah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, budaya, tradisi dengan disertai inovasi-inovasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan.

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tarian tradisional Simalungun, Sumatera Utara, dipertunjukkan pada rangkaian acara Asian Games 2018 di Wisma Atlit Jakarta, Rabu (22/8/2018), dari sore hingga malam hari.

 

Berbincang dengan Tribun Medan melalui pesan WhatsApp, Seniman Simalungun Triadil Saragih menjelaskan kedua tarian tersebut adalah Tortor Sombah dan Haroan Bolon.

 

Tarian diperagakan lengkap dengan pakaian tradisional dari Simalungun.

 

“Walau tak tampil di pembukaan Asian Games, kami bersyukur bisa tampil di sini. Dua tortor yang kami tampilkan,” kata Triadil Saragih.

 

Penampilan tarian Simalungun ini diperuntukan untuk menghibur para atlit yang berada di Wisma Atlit.

 

Triadil menceritakan suasana di sana sungguh cair.

 

Bahkan usai menari, atlit dari beberapa negara pengin berswafoto dengan penari.

 

“Atlit dari Afghanistan dan Tiongkok minta berfoto. Kami sangat bersyukur tarian Simalungun diterima dengan baik bahkan mereka bertepuk tangan usai penampilan,” sambungnya.

 

 

 

 

 

 

Sumber http://medan.tribunnews.com

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Setidaknya ada 35 dermaga resmi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yang diharapkan memiliki syahbandar demi keamanan transportasi air di kawasan tersebut.

 

“Perlu sedikitnya 35 syahbandar untuk mengawasi dermaga dan transportasi di kawasan Danau Toba yang sudah dijadikan salah satu kawasan wisata unggulan di Indonesia,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Muhammad Zein Siregar di Medan, Minggu (15/7/2018).

 

Menurut Zein, jumlah 35 dermaga di kawasan Danau Toba itu sesuai data resmi.

 

Di luar itu, Dinas Perhubungan Sumut mencatat, masih ada 150 dermaga lainnya. Zein mengatakan, penempatan syahbandar di 35 dermaga Danau Toba itu diharapkan bisa segera dilakukan setelah Kementerian Perhubungan membentuk Direktorat Pengelolaan Danau dan Sungai.

 

Sejak diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah yang terbaru, lanjut dia, kewenangan pengelolaan transportasi danau dan sungai,

 

Terminal Tipe A maupun jembatan timbang diambil alih oleh Pemerintah Pusat. “Jadi Pemprov Sumut memang berharap banyak ke Pemerintah Pusat,” katanya.

 

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengatakan, agar semakin diminati oleh wisatawan,

 

Danau Toba harus terus dibenahi dari berbagai sisi. Sisi transportasi, lanjut dia, sangat penting setelah ada kejadian kecelakaan kapal di perairan itu.

 

Menurut Solahuddin, dengan adanya syahbandar, maka keamanan lalu lintas perairan di Danau Toba diharapkan semakin teratur dan aman.

 

“Kalau sektor transportasi dibenahi dan diiringi sektor lain termasuk objek wisata buatan, Danau Toba diyakini semakin diminati,” ujar Solahuddin. EditorCaroline Damanik

 

SumberAntaranews.com

 

1 Agustus, Api Obor Asian Games 2018 Mampir ke Danau Toba

SIMALUNGUN, Kawasan Danau Toba, persisnya di Kabupaten Simalungun menjadi salah satu rute yang akan dilewati Api Obor Asian Games 2018.

 

Kepala Bagian Informatika dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Simalungun, Akmal Siregar pada Sabtu (28/7/2018) malam, menyebut, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan tiba di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 31 Juli 2018 malam.

 

Selanjutnya tim akan istirahat sebelum kemudian melanjutkan sejumlah kegiatan yang sudah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Simalungun pada 1 Agustus 2018.

 

“Tim pembawa Api Obor Asian Games tiba 31 Juli 2018 malam. Kami akan sambut di Pesanggrahan Soekarno, Parapat. Kegiatan malam itu hanya penyambutan api dan tim istirahat,” jelas Akmal.

 

Kemudian keesokan harinya, ungkap Akmal, dilakukanlah prosesi kirab sejak pukul 07.00 WIB, di mana Api Obor Asian Games 2018 diarak dimulai dari Pesanggrahan Soekarno menuju Pantai Atsari untuk kemudian akan diarak melintasi perairan Danau Toba menuju Hotel Patra Jasa Parapat.

 

“Dari bawah (Hotel Patra Jasa di tepi Danau Toba) Api Obor Asian Games diarak menuju Pantai Bebas Parapat,” lanjut Akmal.

 

Finish pengarakan Api Obor Asian Games 2018 berada di Pantai Bebas. Di sana nantinya tim pembawa api bakal disambut dengan kearifan lokal dan tarian daerah dari Simalungun.

 

“Akan ada pagelaran Tortor Sombah dari etnis Simalungun menyambut tim pembawa Api Obor Asian Games di Pantai Bebas,” tukas Akmal.

 

Selepas dari Pantai Bebas Parapat, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan menuju Bandara Silangit.

 

(Kompas TV) PenulisKontributor Pematangsiantar, Tigor Munthe Edito rAprillia Ika Tag: Danau Toba Asian Games Simalungun Sumut Api Obor Asian Games 2018

Sapta Pesona Danau Toba

Sapta Pesona Danau Toba

Assestment Unesco Global Geopark terhadap Geopark Kaldera Toba sudah selesai hari ini dan apapun hasilnya berhasil lulus/tidak-lulus, manajemen pariwisata harus dilanjutkan dengan perbaikan.

Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba mengikuti “sustaintable development principle” yang bertumpu pada Sapta Pesona daripada Toba dan seluruh elemennya : alam, hayati, kultural, religi, edukasi, inovasi, konvensi, dan kreasi milenia baru.

 

Prasyarat keberhasilan harus dimulai dari:
A – Akses, A – Akomodasi, A – Atraksi, A – Amenitas, dan A – Aksentual (keunikan), terutama Akses Transportasi ke/dari Kawasan Danau Toba, khususnya Bandara, Jalinkar Toba/Samosir, Jalur Feri, dan Kereta Api.

Syarat lanjutan tentunya ditentukan dari Lingkungan Hidup, Manajemen Pariwisata, dan Pemberdayaan Masyarakat & Sumber Daya Manusia melalui Permen, Pergub, Perda, dan Edukasi serta Sosialisasi, juga keterlibatan masyarakat tersebut.

 

Syarat tambahan yang harus ditanamkan untuk mengakselerasi keberhasilan pembangunan destinasi pariwisata Kawasan Danau Toba adalah melalui SINERGI PEMERINTAH GEREJA KOMUNITAS didalam seluruh aspek dan strategi pelaksanaannya.