Ulos Batak Naik Martabat Dalam Rancangan Designer

Rampak suara gondang Batak memecah keriuhan di Sopo Partukkoan, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (17/10/2018). Diiringi melodi seruling, opung-opung dan oma-oma perajin ulos Batak berjalan menyusuri landas peraga dengan kain menjuntai di bahu.

 

Di belakang mereka, 18 model berjalan anggun menampilkan rancangan busana Edward Hutabarat. Malam itu, ulos Batak benar-benar naik martabat.

 

Opung-opung dan oma-oma perajin ulos Batak keliling menyusuri catwalk dengan kain menjuntai di bahu dalam pergelaran busana ”Ulos Batak in Innovation” yang merupakan rangkaian Festival Tenun Nusantara, Oktober lalu, di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

 

Awalnya, ratusan perajin yang sudah tak muda lagi itu tampak malu dan minder saat diminta berkeliling panggung. Untuk meyakinkan, sang perancang busana pun mengumpulkan mereka di tengah-tengah gedung.

Di depan mereka, Edo—panggilan akrab Edward Hutabarat— bersujud dan memutar badan 360 derajat. Dengan menggunakan bahasa Batak yang halus, Edo berkata, ”Bapak ibu seperti orangtua saya, terima kasih sudah hadir untuk peragaan ini.”

 

Opung-opung dan oma-oma itu sangat terharu mendengarnya. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. Tanpa ragu-ragu, mereka langsung mengeluarkan ulos- ulos istimewa, koleksi-koleksi terbaik, juga ulos-ulos tertua warisan nenek moyang.

 

Untuk mengungkapkan rasa hormatnya, Edo turut serta manortor atau menari tortor bersama 120 opung-opung dan oma- oma itu. Sesuai tata krama Batak, kepada mereka, satu per satu Edo menyelipkan amplop kecil berisi uang untuk membeli sirih dan pinang.

 

Setelah opung-opung dan omah-oma berjalan menyusuri landas peraga selayaknya model, di ujung landasan, Edo yang juga putra daerah Tapanuli Utara itu menyambut mereka satu per satu, menyalami, dan memeluk mereka.

 

Akar budaya

 

Sesuai tema peragaan busana, ”Ulos Batak in Innovation”, Edo sukses melahirkan sentuhan baru pada kain-kain peninggalan leluhur Tapanuli Utara itu. Dalam mengulas ulos, Edo dengan cermat belajar dari akar leluhurnya.

 

Dalam berinovasi dengan ulos, Edo tetap mempertahankan kesantunan dan keanggunan ulos. Untuk busana pria, ia memakai ulos sibolang yang dimiliki hampir setiap keluarga suku Batak dalam aktivitas sehari-hari. Juga ulos suri-suri atau sisir yang memiliki pola-pola garis lurus.

 

Ia juga memanfaatkan ulos bintang maratur yang biasa diberikan saat momen kelahiran bayi, juga ulos tum-tuman yang cukup tinggi derajatnya dalam prosesi adat karena hanya boleh dipakai oleh ketua adat atau orang yang dituakan.

 

Yang terakhir, ulos harungguan yang paling istimewa dari sisi pembuatannya. Ulos harungguan adalah ulos yang di dalamnya ada semua motif ikat ulos. Ulos dari Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara, di tepi Danau Toba ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pembuatannya.

 

”Saat prosesi adat, ulos harungguan diberikan untuk terwujudnya harapan yang tinggi, seperti perdamaian dua kampung, kelahiran, juga untuk anak yang hendak pergi merantau. Ada harapan yang tinggi ketika ulos ini diserahkan,” ujar Edo.

 

Edo lahir di keluarga yang melakukan ritual-ritual itu secara kental, lengkap dengan semua jenis ulos. Jadi, ia tahu persis kegunaan ulos. Ia menyebut ulos sebagai kain peradaban karena dipakai untuk melengkapi rangkaian seremoni kehidupan yang berhubungan dengan leluhur dan Sang Pencipta. Karena itulah, ulos tak pernah lepas dari prosesi-prosesi adat yang agung.

 

Berbekal pengalaman 20 tahun keliling Indonesia, Edo tak lupa memadukan ulos dengan kerajinan-kerajinan Nusantara lainnya yang ternyata juga merupakan hasil karya dari tangan- tangan renta. Ia mengombinasikan ulos dengan kain lurik buatan Pedan, Klaten, serta kain lurik Yogyakarta. Untuk mempercantik penampilan, ia juga mengangkat topi-topi pandan buatan Singaraja, Bali.

 

Untuk aksesori, Edo sengaja mengambil mutiara-mutiara pilihan dari Lombok juga sepatu kulit dari Magetan. Benar-benar perpaduan budaya Indonesia.

 

”Harga topi itu hanya Rp 50.000, demikian pula lurik Rp 50.000. Namun, semuanya dibuat dengan kualitas baik. Ada tangan-tangan renta di situ yang membuat topi, lurik, dan ulos, sebuah kesatuan untuk Indonesia. Yang saya tampilkan kemarin adalah peragaan yang siap disuguhkan di Paris, Milan, dan sebagainya. Kalau kita bisa meracik kekayaan Nusantara, kita bisa menggemparkan dunia,” kata Edo.

 

Aset langka

 

Ia meyakini, tangan-tangan renta ini adalah aset bangsa yang luar biasa. Dari merekalah peradaban bangsa ini masih bertahan. Tanpa mereka, tak akan ada topi pandan yang indah, lurik halus, dan ulos lembut untuk diwariskan ke anak-anak muda sekarang.

 

Sayangnya, tidak ada universitas atau perguruan tinggi yang mengajarkan keterampilan membuat karya-karya itu. Karena itu, Edo tanpa ragu-ragu mengajak opung-opung dan oma-oma itu ke atas panggung peragaan busana. Merekalah yang mempertahankan kejayaan tradisi Tapanuli Utara, Klaten, Jambi, Palembang, dan sekitarnya.

 

Jika diibaratkan sebagai perjamuan makanan, yang dihidangkan Edo di Sopo Partukkoan, Tarutung, adalah makanan utama ulos Batak, makanan pembuka topi dari Singaraja, serta kain lurik Pedan dan Yogyakarta sebagai hidangan penutupnya. Di situlah ia memberikan penghormatan kepada perajin-perajin bersahaja Nusantara.

 

Dari Sabang sampai Merauke, Edo membuktikan keindahan harmoni Nusantara. Dalam peragaan ini, ia baru mengupas tiga daerah. Masih banyak kekayaan Indonesia lainnya yang bisa digali. ”Pemerintah harus memberikan penghargaan khusus kepada mereka, terutama bagaimana menyalurkan jiwa kepiawaian tangan-tangan renta ini ke anak- anak muda karena keterampilan ini tak ada sekolahnya,” ujar penerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan tahun 2004 ini.

 

Terpesona dengan keunikan ulos, kolektor kain Vilidius RP Siburian selama bertahun-tahun setia mengumpulkan aneka macam ulos Batak. Puluhan kain ulos koleksinya turut memeriahkan Pameran Tenun Nusantara. Pameran ini digelar dalam rangkaian Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara pada 13-17 Oktober 2018 kerja sama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

 

Pameran itu menampilkan kain ulos tertua milik Vilidius, sebuah ulos Runjat khas Batak Toba berumur sekitar 150 tahun. Ulos Runjat merupakan ulos khas daerah Porsea dan sekitarnya yang pada zaman dahulu menjadi penunjuk status sosial seseorang. Dulu, kain ini dimanfaatkan sebagai sarung atau selendang oleh kalangan kaum bangsawan Batak Toba.

Sejumlah model menampilkan baju-baju, topi, dan tas karya Edward Hutabarat yang dikreasi dari bahan dasar kain ulos dan tenun, Rabu (17/10/2018) di Sopo Partukkoan, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Seiring perkembangan zaman, kini banyak motif tenun tua Batak yang nyaris hilang karena tak pernah dibuat lagi oleh petenun. Karena tergoda membuat kreasi- kreasi baru, banyak petenun yang cenderung memilih membuat tenun dengan benang-benang pabrikan berwarna cerah mencolok.

 

Menurut Vilidius, pewarisan makna-makna tenun yang begitu dalam dan bermacam-macam sangat penting agar motif-motif tenun lama Batak bisa tetap dipertahankan. Dengan memahami makna dan proses panjang di baliknya, banyak penikmat tenun akan tertarik membeli atau mengoleksi tenun-tenun itu.

 

Ketua Perkumpulan Wastra Indonesia Bhimanto Suwastoyo menambahkan, saat ini petenun memiliki tantangan riil, yaitu desakan kebutuhan ekonomi. Mereka kini dituntut untuk lebih cepat memproduksi dan kemudian segera menjual tenun-tenunnya kepada tauke atau pengepul.

 

Kesaksian Edo, Vilidius, dan Bhimanto memberi pesan bahwa kekuatan tangan-tangan renta dari Sabang sampai Merauke itu jika diolah dengan baik akan menjadi kekayaan luar biasa. Meminjam istilah Edo, bahkan lebih dahsyat dari nuklir sekalipun.

 

SUMBER:

Tangan Renta Terhormat

https://kompas.id

ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Tour Medan Golf Package

Paket Tour Medan Golf Package. 

 

Anda ingin liburan ke Medan sambil bermain Golf?

 

Tentu Medan adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan hobby anda tersebut.

 

Selain objek wisata danau toba yang cukup terkenal,  Kota Medan   memiliki lapangan golf yang tak kalah bagusnya dengan kota-kota lain di Indonesia.

 

Terdapat dua lokasi sarana permainan Golf yang cukup terkenal yaitu Martabe Sejahtera Golf Resort dan Royal Sumatera.

Martabe Sejahtera Golf Resort Medan

paket tour medan golfMartabe Sejahtera Golf Resort adalah padang golf 18-hole yang didesain oleh Greg Norman dimana ide desainnya didasarkan kepada sebuah impian yaitu lapangan golf yang asri dan menyatu dengan alam sekitarnya, sebuah lapangan golf yang lebih kelihatan sebagai ciptaan alam itu sendiri daripada buatan tangan manusia.

 

Bagian terpenting sekaligus merupakan keunikan dari lapangan golf Martabe Sejahtera adalah bergaya asli lahan itu sendiri dan keindahan lingkungan alami yang akan dipelihara dan dipertahankan hingga saat ini.

Royal Sumatera Golf and Country Club

Paket tour medan golfRoyal Sumatera Golf and Country Club beralamat di Letjend Jamin Ginting Km 8,6 Medan.

 

Tidak jauh dari pusat kota inti menjadikan Royal Sumatera kerap dijadikan sebagai lokasi turnamen golf baik bertaraf nasional maupun internasional.

 

Lapangan golf seluas 84 hektar ini terdiri dari 18 hole. Bagi para golfer menaklukkan 3 fairway merupakan tantangan yang tentunya harus ditaklukkan.

 

Namun tidak hanya sampai disitu saja karena 15 hole yang ada anda dituntut untuk melewati water hazard.

 

Selain itu, Royal Sumatera memiliki fasilitas yang up to date seperti club house, buggy car, jogging track dengan konsep terbuka yang menyatu bersama keasrian alam Sumatera Utara.

 

Royal Sumatera sebenarnya merupakan salah satu hunian modern di kota Medan yang memadukan konsep keseimbangan antara lingkungan, fasilitas public dan pemukiman untuk mencapai tujuan akhir sebagai kota mandiri.

 

Royal Sumatera akan dikembangkan secara terus menerus.

Daftar Lapangan Golf Di Sekitar Kota Medan Sumatera Utara

Martabe Sejahtera Golf Club

Jl. Let. Jend. Djamin Ginting Km. 22

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

 

Mitra Sauordot Abadi Driving Range

Jl. Perhubungan Udara

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20157

 

Pamela Golf Club

Jl. Gunung Pamela Tebing Tinggi, Deli Serdang

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20623

 

Royal Sumatra Golf & Country Club

Jl. Let. Jend. Jamin Ginting Km. 8,5

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20155

 

Setiabudi Country Club

Komp. Taman Setiabudi Indah Bl SS

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20132

Tamora Golf Club

PTP Nusantara II Tanjung Morawa

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

 

Tanee Golf Club

Jl. Dewa Ruci No. 48

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 20112

 

Tanera Golf Club

PTP Nusantara IV Bahjambi Pematang Siantar

Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 21151