Medan adalah salah satu kota terbesar yang ada di Indonesia. Selain sebagai kota terbesar, Medan juga sangat populer karena keragaman budaya dan keindahan lain yang ditawarkan oleh kota yang identik dengan Suku Batak ini.

Medan juga merupakan kota multikultural dengan keragaman yang masih banyak menyimpan cerita unik yang belum banyak diketahui oleh khalayak luas. Biasanya, orang datang ke Medan untuk menikmati keragaman kuliner dan keindahan alamnya.

Namun, tahukah Anda kalau ternyata Medan memiliki fakta-fakta menarik, lho. Seperti yang dilansir dari laman semedan, fakta menarik berikut ini akan membuat Anda menjadi lebih penasaran untuk mengunjungi kota ini.

Bahasa Medan Bukan Bahasa Batak

Medan memang identik dengan tanah kelahiran Suku Batak. Namun, siapa sangka, ternyata bahasa yang digunakan di Medan sehari-hari bukan Bahasa Batak.

Bahasa yang hingga kini dipakai di Medan sehari-hari merupakan bentuk dari keragaman budaya yang merupakan hasil akulturasi budaya sehingga tercipta bahasa baru yang kini dipakai oleh masyarakat Medan.

Karena di sejak zaman dahulu, di Medan banyak sekali orang dari daerah dan suku lain yang tinggal dan hidup di sana, seperti Jawa, Aceh, Melayu, Karo, Nias, Minang, Tionghoa (Cina) dan India Tamil.

 

Angkutan Raja Jalanan Medan

5 fakta menarik tentang kota medan tanah kelahiran bagi suku batak

Sumber: jurnalasia.com 2020 Merdeka.com

 

Angkutan atau sering disebut dengan angkot, menjadi transportasi sehari-hari bagi orang Medan. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Medan, pasti Anda akan banyak menjumpai beragam jenis angkutan umum ini dengan ciri khasnya masing-masing.

Ada beberapa hal menarik yang melekat pada angkutan umum di Medan ini. Selama ini, angkot terkenal karena identik dengan kecepatannya sangat melaju di jalanan.

Banyak sekali angkot yang terkesan ugal-ugalan saat melaju di jalanan Medan. Jika Anda takut dengan kecepatan, maka jangan coba-coba naik angkot di Medan atau Anda akan jantungan.

Selain itu, rata-rata angkot di Medan akan memutar musik. Mulai dari kualitas suara yang pas-pasan sampai ada yang memakai power amplifier sekian ratus watt, yang dipasang dibagian belakang angkot. Selain itu, tidak sedikit juga angkot yang memutar musik dengan suara kencang.

Medan Kota Durian

5 fakta menarik tentang kota medan tanah kelahiran bagi suku batak

Sumber: travelingyuk.com 2020 Merdeka.com

 

Pasti Anda sudah tidak asing dengan julukan Medan sebagai Kota Durian. Hal ini karena di Kota Medan ada banyak sekali penjual durian, mulai dari penjual yang memakai sepeda, becak, pick-up, membuka lapak pinggir jalan, truk durian, sampai yang menjual secara online siap antar ke tempat tujuan.

Durian yang dijual di seluruh Kota Medan biasanya berasal dari Sidikalang, Bahorok, dan kota-kota terdekat yang ada di Sumatera Utara seperti Simalungun, Pematang Siantar dan Sibolga. Selain itu, durian Medan juga sangat terkenal dengan rasanya yang lezat dan ukurannya yang besar.

 

Sejarah Catur Indonesia Dimulai dari Kota Medan

5 fakta menarik tentang kota medan tanah kelahiran bagi suku batak

Sumber: steemit.com 2020 Merdeka.com

 

Olahraga catur adalah salah satu olahraga yang banyak dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Seperti olahraga modern lainnya, catur pertama kali dibawa oleh orang Belanda.

Di Tanah Karo, permainan catur ini sudah sejak lama pula dikenal dengan nama Satur. Permainan ini sudah dimainkan dan populer sejak lama, tapi tidak ada satupun koran Belanda saat itu yang memberitakannya.

Kisah catur asli Tanah Karo pertama kali dimuat di Sumatra Post, sebuah koran di Kota Medan di tahun 1904. Sebuah kisah catur dengan setting di Tanah Deli dikisahkan di koran ini.

Kota Asal Mula Cerita Gambar

Medan sudah sejak lama dikenal sebagai kotanya seniman. Meski kini sudah sedikit berkurang, namun Medan tetap menyimpan sejarah seni yang panjang. Salah satunya adalah Medan menjadi kota asal mula pertama kali Cergam atau Cerita Gambar dipopulerkan.

Cergam atau Cerita Gambar pertama kali dipakai dalam majalah Tjergam edisi pertama. Majalah berkala tentang komik Indonesia ini pertama kali terbit pada Desember 1961. Diterbitkan oleh Penerbit ATB Medan.

 

 

sumber: merdeka.com

Skip to toolbar