Bandara Silangit Baru Sebagai Gerbang Masuk Wisata Danau Toba

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk membawa “lonjakan” pariwisata dengan mempromosikan Danau Toba lebih giat lagi, apalagi setelah status Bandara Silangit telah mencapai tingkat internasional sehingga bandara ini ditetapkan menjadi pintu gerbang utama tujuan wisata Danau Toba dan sekitarnya lewat jalur udara.

 

Untuk mencapai status bandara internasional, Bandara Silangit telah mengalami perubahan dan  perombakan menyeluruh fasilitasnya. Terminal sekarang telah cukup untuk  menangani satu juta penumpang per tahun. Landasan pacu telah diperluas hingga 2.650 meter dan lebar 45 m dari 2.400 m x 30 m sebelumnya, dengan ukuran baru ini bandara memungkinkan untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar, seperti Airbus A320 dan Boeing 737-800.

 

“Sekitar 74 ribu tahun yang lalu, sebuah ledakan vulkanik raksasa terjadi di Danau Toba yang telah mempengaruhi seluruh dunia. Sekarang, kami membuat ledakan baru di dunia pariwisata dengan membuka pintu gerbang ke suku Toba dan Batak yang indah dan kaya budaya, yang sekarang terbuka lebar, “kata Presiden pada saat meresmikan terminal baru Bandara Internasional Silangit di Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

 

Dengan kapasitas untuk melayani 500 ribu penumpang setiap tahunnya, Bandara Silangit memiliki fasilitas kustom, imigrasi, dan karantina; sebuah landasan pacu berukuran 2.650 meter dan lebar 50 meter; dan PCN mampu mengakomodasi Airbus A320 dan Boeing 737-800. Dirancang untuk menjadi bandara cerdas, disini juga memiliki fasilitas Wi-Fi gratis, display jadwal penerbangan dan bus, e-payment, mesin tiket bus, stan informasi turis, fasilitas self check-in, dan beberapa fitur digital lainnya.

 

Selain pembangunan bandara Silangit untuk meningkatkan julah kunjungan wisata pemerintah juga telah melakukan kegiatan promosi pariwisata di Hong Kong, China, India, dan Taiwan untuk menarik wisatawan dari negara-negara ini ke sini. Wisatawan sudah bisa mendarat di Silangit  baik dengan pesawat biasa maupun pesawat carteran,”

 

Melestarikan budaya

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa industri pariwisata akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batak. Danau Toba, danau terbesar di Asia Tenggara, terletak di provinsi Sumatera Utara. Tinggal di sekitar danau adalah kelompok sub-etnis Batak Toba, Simalungun, Karo, dan Pakpak.

 

Danau ini terletak 900 meter di atas permukaan laut, berukuran 450 meter, dan memiliki luas 1.145 kilometer persegi. Terletak di tengah danau adalah Pulau Samosir, berukuran lebar 627 kilometer persegi. Bisa ditempuh dalam satu jam dengan kapal dari Parapat, kota utama di tepi danau. Tempat wisata di pulau ini termasuk desa Tomok, dimana wisatawan dapat melihat beberapa penguburan batu tua Raja Toba, Desa Tuktuk, yang merupakan resor wisata yang bagus dan murah di pantai danau. Di bagian utara danau terdapat air terjun yang indah, bernama Sipiso-piso. Air danau turun ke laut melalui Sungai Asahan. Setengah jalan ke laut, air tersebut sebelumnya melewati air terjun Asahan, namun air terjun tersebut telah dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik berkapasitas 600 megawatt.

 

Setiap tahun, kota Parapat menjadi tuan rumah Festival Danau Toba dan menampilkan berbagai pertunjukkan seni budaya dari semua kelompok etnis dari provinsi ini. Dan banyak kegiatan-kegiatan lain yang dijadwalkan untuk meramaikan dunia wisata Danau Toba.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *