Alasan Burung Terbang dalam Formasi V

Alasan Burung Terbang dalam Formasi V

Peneliti satwa liar telah lama mencoba memahami mengapa burung terbang dalam kawanan berbentuk V.  Kini, mereka menemukan jawabannya, yaitu terbang berkelompok  dalam bentuk V memberi keuntungan aerodinamis dan melindungi burung dari pemangsa.

AFP/MENAHEM KAHANA
Kawanan burung jalak terbang dalam kelompok di Tepi Barat, Palestina, 3 Februari 2019.

Penelitian berjudul ”Formasi V Majemuk dalam Kawanan Burung Pantai” itu dimuat dalam jurnal eLife edisi 4 Juni 2019 yang juga dipublikasikan sciencedaily.com.  Penelitian dilakukan oleh Aaron Corcoran dan Tyson Hedrick dari Universitas Carolina Utara di Chapel Hill, Amerika Serikat.

Mereka berdua mengeksplorasi mekanisme dan manfaat dari struktur kawanan yang digunakan oleh empat jenis burung pantai yang ukurannya bervariasi, yaitu burung kedidi belang atau dunlin (Calidris alpina), burung trinil lumpur paruh panjang atau short-billed dowitcher (Limnodromus griseus), burung perandai amerika atau American avocet (Recurvirostra americana), dan burung biru laut atau marbled godwit  (Limosa fedoa).

Corcoran menjelaskan, mereka memfilmkan dan menganalisis hampir 100 jam rekaman video untuk lebih memahami mekanisme kawanan burung pantai. Mereka menemukan bahwa burung-burung itu terbang dalam bentuk formasi V majemuk yang mereka yakini memberikan keuntungan aerodinamis dan perlindungan predator.

Formasi V majemuk ini adalah campuran dari dua formasi kawanan yang paling umum. Salah satunya adalah formasi kluster, umum dengan merpati, di mana sejumlah besar burung terbang dalam tiga dimensi bergerak tanpa struktur formal. ”Struktur ini berguna untuk menghindari predator. Yang kedua adalah formasi V sederhana, yang biasa digunakan oleh angsa kanada (Branta Canadensis), yang mana sejumlah kecil burung akan berbaris dalam bentuk V dua dimensi,” papar Corcoran.

AFP/ALBERTO PIZZOLI
Burung jalak terbang bersama di kota Roma, Italia, 20 November 2018.

Burung sering terbang dalam kelompok mulai dari formasi V yang sangat terstruktur hingga kelompok yang longgar untuk meningkatkan efisiensi penerbangan, navigasi, atau untuk menghindari predator.

Keempat jenis burung yang diteliti dalam proyek ini hidup di lingkungan yang serupa, tetapi ukurannya sangat bervariasi, terbang dengan kecepatan yang berbeda, dan telah terpisah secara evolusioner selama 50 juta tahun. Burung-burung sebagian besar terbang bersama spesies mereka sendiri, kecuali untuk beberapa kesempatan burung biru laut dan burung trinil terbang bersama dalam kawanan campuran.

Studi ini juga menunjukkan bahwa setiap burung—terlepas dari ukuran atau spesies, atau bahkan spesies tetangganya—paling sering terbang sekitar satu kepakan sayap ke samping dan antara setengah dan satu setengah kepakan sayap burung di depannya. Struktur kawanan ini, yang berbeda dari burung-burung lain yang berkelompok seperti merpati dan jalak, disebut formasi V majemuk.

Berapa pun ukurannya, semua burung ini terbang dalam formasi yang sama. Mereka mendapatkan manfaat aerodinamis saat terbang dalam kelompok besar.

”Kami menemukan tren dalam organisasi kawanan burung yang berbeda itu. Berapa pun ukurannya, semua burung ini terbang dalam formasi yang sama. Mereka mendapatkan manfaat aerodinamis saat terbang dalam kelompok besar, membantu migrasi jarak jauh mereka,” tutur Hedrick.

Sumber Kompas

Oleh Subur Tjahjono

Hak Masyarakat Toba atas Air Bersih Danau Tak Terpenuhi

Hak Masyarakat Toba atas Air Bersih Danau Tak Terpenuhi

Kerusakan lingkungan Danau Toba membuat hak masyarakat terhadap lingkungan yang lestari, bersih, aman, dan nyaman tidak terpenuhi. Kualitas air Danau Toba terus menurun sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan masyarakat untuk air minum atau mandi. Permukaan air danau juga menurun hingga tiga meter sehingga banyak dermaga dan tempat wisata terbengkalai.

“Lingkungan hidup Danau Toba mengalami kerusakan dari hulu hingga hilir,” kata Direktur Program Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Delima Silalahi dalam diskusi “Diseminasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kabupaten/Kota Ramah HAM di Kawasan Danau Toba”, di Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (12/12/2018).

Hadir Peneliti Internasional NGO Forum on Indonesian Development (Infid) Zainal Abidin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Fajrimei A Gofar, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Parulian Siregar, dan Staf Ahli Bupati Wonosobo Eko Sutrisno.

Delima mengatakan, di hulu Danau Toba, hutan-hutan yang merupakan daerah tangkapan air Danau Toba rusak karena perambahan, alih fungsi, dan kebakaran lahan. Kerusakan hutan juga membuat ratusan sungai yang mengalir ke Danau Toba mengering saat musim kemarau. Sungai hanya mengalir saat hujan turun.

Keramba jaring apung di perairan Danau Toba juga melebihi daya tampung dan daya dukung lingkungan. Produksi ikan budidaya melebihi 50.000 ton per tahun. Padahal, Pemerintah Provinsi Sumut telah menetapkan daya tampung dan daya dukung lingkungan Danau Toba maksimal 10.000 ton per tahun.

Selain keramba jaring apung, sebagian besar masyarakat di tujuh kabupaten di sekeliling Danau Toba membuang limbah domestik secara langsung ke Danau Toba atau melalui sungai yang mengalir ke Danau Toba. Di hilir, air Danau Toba dimanfaatkan secara berlebihan untuk PLTA.

Berdasarkan hasil pengujian parameter kualitas air oleh Yayasan Pencinta Danau Toba, nilai biological oxygen demand (BOD) air Danau Toba berada di atas 3 miligram (mg) per liter, melebihi batas aman 2 mg per liter. Nilai chemical oxygen demand (COD) juga berada di atas 20 mg per liter, di atas batas aman 10 mg per liter (Kompas, 3/2/2017).

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Anak-anak mencuci piring di mata air yang tersisa di Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Senin (27/8/2018). Masyarakat di perbukitan Pulau Samosir krisis air karena kekeringan selama musim kemarau empat bulan ini. Kekeringan sungai dan mata air terjadi karena rusaknya hutan di daerah tangkapan air Danau Toba.

Parulian Siregar mengatakan, sebagian besar masyarakat saat ini tidak bisa lagi memanfaatkan air Danau Toba untuk minum dan mandi. Masyarakat di sekitar Danau Toba kini mamanfaatkan air pegunungan untuk keperluan sehari-hari.

Parulian  mengatakan, limbah domestik masyarakat merupakan salah satu pencemar utama Danau Toba. “Limbah rumah tangga, hotel, pabrik, sampai oli mesin pun masuk ke Danau Toba,” katanya.

Parulian mengatakan, saat ini mereka berfokus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang limbah domestik ke Danau Toba atau ke sungai yang bermuara di Danau Toba.

 

Sumber: Kompas

NIKSON SINAGA

Gurihnya Kue Ekonomi Industri Pangan

Gurihnya Kue Ekonomi Industri Pangan

Kinerja Industri makanan dan minuman olahan kian menggiurkan dalam beberapa tahun belakangan. Didukung oleh pasar yang besar, industri makanan dan minuman melaju kencang, bahkan menjadi tulang punggung perekonomian hampir di semua provinsi Indonesia. 

Kontribusi industri makanan dan minuman bagi produk domestik bruto atau PDB selalu mendominasi di antara subsektor-subsektor industri lainnya. Pada tahun 2015-2017, nilai produksi industri makanan dan minuman rata-rata Rp 870 triliun per tahun.

Nominal ini memberikan andil kontribusi bagi PDB sektor industri per tahun sekitar 38 persen atau terbesar di antara 16 subsektor industri nonmigas lainnya. Bahkan, kontribusi industri pangan bagi perekonomian nasional tetap lebih unggul jika dibandingkan dengan industri berbiaya besar seperti pertambangan dan energi.

Perbedaan nilai sumbangan per tahun mencapai Rp 500 triliun apabila dibandingkan dengan nilai produksi industri batubara yang rata-rata senilai Rp 260 triliun atau dengan nilai pertambangan migas yang setahun sekitar Rp 380 triliun.

Tingginya sumbangan industri pangan itu salah satunya karena kebutuhan konsumen terhadap produk-produk pangan olahan ini terus meningkat. Lantaran hal itu, pabrik-pabrik makanan dan minuman tumbuh menjamur yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Pasar besar

Pasar yang besar dapat dilihat dari besarnya konsumsi penduduk indonesia terhadap komoditas makanan dan minuman. Dari delapan jenis pengeluaran rumah tangga yang dihimpun oleh BPS, konsumsi pangan adalah pos pengeluaran terbesar di antara konsumsi rumah tangga lainnya.

Pada tahun 2015-2017, konsumsi rumah tangga terhadap makanan dan minuman rata-rata 39 persen dari total konsumsi rumah tangga nasional yang akumulasinya mencapai Rp 7.000 triliun per tahun. Persentase ini menunjukkan besarnya pengeluaran keluarga secara nasional yang dikhususkan untuk konsumsi makanan beserta minumannya mencapai Rp 2.700 triliun setahun.

Baca juga: Konsumsi Masyarakat Tingkatkan Laju Industri Makanan

Pos pengeluaran ini sangat  menggiurkan bagi para investor untuk meraih keuntungan sehingga mendorong industri pangan lebih masif lagi. Apalagi, besaran konsumsi produk pangan nasional terus naik rata-rata sekitar 9 persen atau Rp 243 triliun per tahun.

Peluang ekonomi ini disikapi para pengusaha dengan membangun pabrik-pabrik baru di sejumlah tempat, pabrik-pabrik lama diremajakan serta dimodernisasi, serta menambah jenis output produksi sehingga jenis makanan dan minuman yang ditawarkan kian variatif dan menarik.

Tak heran, apabila saat ini hampir setiap saat selalu ada produk-produk baru yang ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan, pertokoan, warung-warung, hingga di area publik.

Tumpuan ekonomi daerah

Hampir di semua daerah di 34 provinsi di Indonesia terdapat pabrik makanan dan minuman beraneka rupa. Pasar yang besar serta sentra produksi yang banyak menyebabkan industrialisasi pangan ini akseleratif, mengalami kemajuan pesat.

Besarnya konsumsi penduduk Indonesia mendorong tumbuhnya industri pangan di segala pelosok daerah. Hampir semua tempat terdapat industrialisasi pangan baik yang relatif sederhana tingkatan teknologinya hingga yang tercangging menggunakan alat-alat mekanisasi mesin dan komputer.

Hal ini turut mendorong kemajuan ekonomi daerah bersangkutan serta menciptakan lapangan kerja. Bahkan, seiring waktu berjalan, sejumlah industri pangan telah menjelma menjadi sektor usaha andalan yang menopang kemajuan ekonomi suatu daerah.

Hampir semua wilayah di Indonesia saat ini, sektor industri unggulannya dipimpin oleh subsektor industri makanan dan minuman. Ada 26 provinsi yang industri andalannya bersandar pada industri makanan dan minuman. Sisanya, delapan provinsi lainnya, ditopang oleh subsektor industri lainnya, selain produk pangan.

Provinsi yang tercatat memiliki industri unggulan selain makanan dan minuman adalah Kepulauan Riau, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Provinsi Maluku Utara, dan Provinsi Papua Barat. Daerah-daerah ini sektor unggulannya bervariasi, mulai dari bahan tambang, kayu, produk logam, tekstil, hingga elektronik.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pelaku usaha sektor industri bahan baku makanan dan minuman mengikuti pameran Food Ingredients Asia 2018 di Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Industri makanan dan minuman menjadi subsektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan industri nonmigas.

Data yang ada juga menunjukkan adanya dominasi kinerja industri makanan dan minuman terhadap total industri di sejumlah provinsi. Provinsi Sumatera Utara, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah mencatat andil industri pangan rata-rata di atas 70 persen terhadap total output sektor industri pengolahan di masing-masing wilayah tersebut.

Tingginya kontribusi industri pangan di daerah ini berdampak signifikan bagi kemajuan daerahnya. Sumbangan industri pangan bagi produk domestik regional bruto (PDRB) wilayah tersebut rata-rata 14 persen per tahun.

Dari 26 provinsi sentra industri pangan itu, ada tiga provinsi menghasilkan produksi pangan dengan nilai sangat besar. Setiap tahun kontribusinya rata-rata lebih dari Rp 100 triliun per tahun. Daerah tersebut adalah Provinsi Riau, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca juga: Industri Makanan Diprediksi Tumbuh Cepat Tahun Ini

Dari ke-3 provinsi ini, hanya Riau yang produksi makanannya memiliki kontribusi terbesar bagi sektor industri di wilayahnya, yakni hingga di atas 70 persen per tahun. Untuk Jateng dan Jatim kontribusi subsektor industri pangan bagi industrialisasi wilayahnya relatif lebih kecil, yakni sekitar 30 persen setahun. Hal ini dikarenakan industrialisasi di Jateng dan Jatim sangat pesat di semua sektor.

Jadi, tidak hanya industri makanan yang berkembang, tetapi juga industri lainnya seperti tekstil, alat angkut, barang logam, dan elektronik. Dampaknya, industri pangan dominasinya tidak terlalu besar karena harus bersaing dengan subsektor industri lainnya. Meskipun demikian, produksi industri makanan dan minuman di kedua wilayah ini tetap yang terbesar di Indonesia.

Efek berantai

Selama ini, aktivitas manufaktur konsisten memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional, di antaranya melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri. Industri pangan yang ada di seluruh Indonesia jumlahnya sangat banyak.

Merujuk pada data publikasi direktori industri manufaktur tahun 2017 terbitan BPS, jumlah industri skala sedang-besar yang memproduksi makanan dan minuman setidaknya mencapai 7.000 perusahaan di seluruh penjuru Nusantara. Jumlah ini belum termasuk usaha rumah tangga yang skalanya mikro dan kecil.

Perusahaan yang sudah banyak itu pun bukan tidak mungkin akan terus bertambah lagi karena konsumsi masyarakat terus meningkat. Berdasarkan analisis perkembangan industri oleh Kementerian Perindustrian, pada tahun 2017-2018 tren konsumsi rumah tangga untuk makanan dan minuman menunjukkan peningkatan rata-rata 5 persen per tahun.

Proyeksi demikian tentu saja akan disikapi positif oleh para pelaku usaha dengan meningkatkan jumlah produksi sekaligus menambah varian jenisnya. Langkah investor ini akan berdampak langsung dengan bertambahnya bahan baku untuk memproduksi makanan.

Salah satu bahan baku yang paling dibutuhkan para produsen itu adalah gula pasir. Terutama untuk industri makanan dan minuman yang menghasilkan cita rasa enak dan manis.

Konsumsi produk pangan nasional terus naik rata-rata sekitar 9 persen atau senilai Rp 243 triliun per tahun.

Kondisi tersebut tentu saja akan mendorong permintaan gula pasir yang kian banyak lagi. Sayangnya, produksi gula pasir domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Setiap tahun, kebutuhan gula nasional, baik gula kristal putih (GKR) maupun gula kristal rafinasi (GKR), rata-rata 5,86 juta ton.

Namun, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 42 persen atau sekitar 2,43 juta ton GKP. Kekurangan stok tersebut lalu ditutupi dengan jalan mengimpor gula rafinasi dari luar negeri. Pada tahun 2011-2017, rata-rata Indonesia mengimpor gula rafinasi dari luar negeri sebanyak 3,42 juta ton per tahun.

Angka ini jumlahnya terus meningkat dan pada tahun 2016 dan 2017 jumlah impornya rata-rata per tahun sudah lebih dari 4 juta ton. Tingginya impor gula tersebut tidak semuanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.

Sebagian besar adalah untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Berdasarkan data konsumsi dari BPS pada tahun 2011-2018, jumlah konsumsi gula pasir masyarakat Indonesia per bulan rata-rata 0,54 kilogram. Apabila dikalikan setahun, tingkat konsumsi gula pasir per tahun per kapita Indonesia rata-rata 6,50 kilogram.

Estimasi penduduk Indonesia pada tahun 2017 sekitar 260 juta jiwa yang artinya kebutuhan gula pada tahun bersangkutan sekitar 1,69 juta ton. Jadi, dengan estimasi kebutuhan gula nasional pada tahun 2017 sebanyak 6,6 juta ton, maka sekitar 5 juta ton dimanfaatkan oleh industri makanan.

Besarnya ketergantungan pada gula impor yang dikonsumsi oleh industri pangan itu sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. Pemerintah perlu berupaya maksimal meningkatkan produksi gula dalam negeri. Salah satu caranya dengan memperbaiki pabrik-pabrik milik negara agar lebih efisien lagi produksinya serta memperluas budidaya tebu di daerah-daerah yang produktif.

Selain itu, juga mencari investor yang ingin memproduksi gula di daerah produksi itu. Pembuatan pabrik gula yang baru adalah sesuatu yang sangat penting karena jumlah produsen gula nasional masih sangat minim.

Saat ini, GKP di Indonesia di produksi oleh 62 unit pabrik, 50 unit di antaranya dikelola oleh BUMN dan 12 sisanya milik pabrik swasta. Jumlah ini sangat timpang dengan jumlah produsen pangan yang jumlahnya mencapai 7.000 perusahaan menengah dan besar.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika pemerintah juga mendorong para pengusaha makanan dan minuman untuk bersama-sama memproduksi gula pasir untuk memenuhi kebutuhan industrinya.

Sejumlah investor mendirikan pabrik serta mengembangkan budidaya pertanian tebu. Bahan baku gula pasir di pabrik pangan terpenuhi sekaligus menambah jenis usaha baru yang menguntungkan bagi para investor.

Langkah demikian dapat meningkatkan industri gula dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal ini perlu untuk segera dicoba mengingat kebutuhan konsumsi makanan dan minuman terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. (LITBANG KOMPAS)

ADITYA DIVERANTA UNTUK KOMPAS
Keramaian warga mengunjungi Sate Maranggi Haji Yetty di Cibungur, Purwakarta. Hingga Rabu (26/12/2018).
Sumber: kompas

5 Tips Merencanakan Perjalanan Wisata Ke Danau Toba

Bagi Anda yang akan berlibur ke Danau Toba atau dalam peejalanan dinas di kawasan ini sebaiknya merencanakan perjalanan Anda berwisata ke Danau Toba dengan baik agar perjalanan Anda atau kegiatan wisata yang dilakukan berjalan dengan nyaman dan menyenangkan. Ada beberapa tips yang kami sarankan Anda ikuti saat merencanakan liburan Anda di Kawasan Danau Toba.

Danau Toba merupakan sebuah kawasan wisata yang mencakup daerah yang sangat luas, dimana ukuran danau ini mencapai sekitar 30 x 60 km. Dan obyek wisata yang sangat menarik tersebar di kawasan daerah yang mengelilingi danau dan ada juga di pulau Samosir. Agar perjalanan wisata Anda lebih menyenangkan maka perlu Anda buat rencana perjalanan yang baik. Untuk membuat rencana wisata Danau Toba yang sesuai dengan yang Anda inginkan ada beberapa tips yang akan kami beritahukan kepada Anda.

5 Tips merencanakan perjalanan wisata di Kawasan Danau Toba.

 1. Kenali destinasi wisata yang ingin Anda kunjungi dan lihat

Kawasan Danau Toba memiliki banyak obyek wisata yang sangat menarik dalam berbagai bentuk obyek wisata seperti wisata alam, wisata budaya, wisata rohani, wisata kuliner dan lainnya. Sebaiknya anda cari informasi mengenai tempat yang menarik yang ingin Anda kunjungi dan mengetahui lokasinya. Untuk mengetahui lokasi tempat-tempat wisata anda bisa mencarinya di dalam situs Toba Connect dengan mengklik tombol Destinasi. Anda bisa dapatkan lokasi destinasi yang Anda inginkan dan mengetahui informasi mengenai tempat-tempat tersebut. Dengan mengetahui lokasi destinasi yang ingin Anda kunjungi maka Anda bisa mengatur jadwal perjalanan Anda lebih baik.

2. Ketahui informasi akomodasi yang sesuai dengan keinginan Anda

Mengetahui informasi akomodasi yang Anda perlukan selama perjalanan wisata akan membantu Anda merencanakan dan memilih akomodasi yang sesuai dengan keinginan dan anggaran Anda. Anda bisa mengetahui informasi lokasi hotel dan homestay yang ada di Kawasan Danau Toba. Carilah hotel atau homestay yang terdekat dengan destinasi wisata yang ingin Anda kunjungi dan Anda bisa memilih sesuai dengan pilihan Anda. Untuk mengetahui informasi mengetahui mengenai hotel dan homestay bisa Anda cari di situs Toba Connect.

3. Ketahui tentang lokasi restoran atau rumah makan yang ada di sekitar tujuan wisata Anda.

Dalam perjalanan wisata khususnya di kawasan Danau Toba, para turis tentunya tidak akan melewatkan pengalaman mencicipi dan menikmati berbagai jenis masakan lokal yang memiliki citra rasa yang khas dan unik. Apalagi saat berwisata tentunya Anda akan dengan cepat merasa kelaparan karena berkeliling ke menjelajah obyek wisata yang didatangi sampai puas. Tentu pengalama perjalanan wisata akan semakin tidak terlupakan jika Anda bisa menikmati makanan-makanan yang enak selama berwisata. Di situs Toba Connect, anda bisa mencari informasi lokasi rumah makan dan restoran serta cafe yang ada di kawasan Danau Toba, sehingga Anda bisa memilih tempat makan yang sesuai dengan selera Anda. Dengan mengetahui informasi ini Anda akan lebih mudah menyesuaikan pilihan tempat makan dengan jadwal perjalanan Anda.

4. Ketahui jenis transportasi yang akan digunakan

Anda bisa menuju kawasan Danau Toba lewat bandara Kualanamu di Deliserdang maupun Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit jika menempuh perjalanan lewat udara. Untuk meneruskan perjalanan menuju destinasi wisata sebaiknya Anda ketahui berbagai jenis alat trnsportasi sehingga Anda bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Toba Connect membantu anda mengetahui informasi transportsi yang dibutuhkan untuk mebuat rencana perjalanan wisata. Informasi mengenai lokasi pelabuhan yang terdapat disekitar danau Toba bisa dilihat di situs ini. Anda juga bisa mengetahui jadwal penyeberangan ferry dan jawal kapal, selain itu Anda bisa dapatkan informasi travel yang bisa anda gunakan, demikian juga dengan informasi rental mobil, rental motor dan persewaan sepeda. Dengan mengetahui hal tersebut maka anda bisa mempertimbangkan dan memiliih alat transportasi yang anda butuhkan selama berwisata di danau Toba.

5. Ketahui mengenai pasar souvenir

Perjalanan wisata atau berlibur tidak lepas dari oleh-oleh yang ingin Anda bawa pulang ke rumah dari perjalanan wisata. Di kawasan Danau Toba ada terdapat pusat souvenir yang menjadi pilihan Anda untuk berbelanja souvenir. Anda bisa mengetahui lokasi perbelanjaan atau pusat souvenir di kawasan Wisata Danau Toba di situs Toba Connect. Dengan demikian Anda bisa masukkan dalam rencana perjalanan wisata Anda, sehingga tidak terlupa untuk membeli souvenir sebagai oleh-oleh.

Itulah kelima tips yang perlu Anda ketahui untuk membuat rencana perjalanan wisata dan berlibur Anda di Kawasan Wisata Danau Toba bisa disusun dengan cermat dan baik sehingga saat berwisata anda melakukannya dengan nyaman dan menyenangkan.

Horas…..selamat berwisata di Danau Toba.

Usaha Jasa Wisata di Kawasan Danau Toba

Kawasan Danau Toba ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata internasional yang dicanangka oleh pemerintah Indonesia. Dengan demikian pemerintah melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang berwisata ke sini.

Pembangunan fisik untuk mendukung perkembangan wisata di daerah ini dilaksanakan dengan cepat oleh pemerintah. Selain itu pengusaha yang bergerak di bidang jasa wisata juga semakin berkembang dan mulai melakukan inovasi untuk ikut berperan serta dalam pengembangan dan peningkatan wisata Kawasan Danau Toba.

Berbagai kegiatan usaha jasa wisata yang berkembang adalah seperti hotel, homestay, pusat kerajinan dan oleh-oleh atau souvenir, usaha angkutan atau travel wisata, restoran dan cafe dan juga jasa pemandu wisata. Berbagai jasa usaha wisata ini harus didukung juga sejalan dengan pembangunan sarana dan prasarana fisik yang telah digalakkan oleh pemerintah.

Untuk mendukung usaha jasa wisata di Kawasan Danau Toba, Toba Connect memberi solusi untuk melakukan promosi lokasi atau tempat usahanya agar lebih mudah dikenali oleh wisatawan yang sedang mencari informasi wisata di Kawasan Danau Toba.

Bagaimana caranya? Caranya sangat mudah, yaitu dengan mendaftarkan usaha jasa wisata anda baik usaha cafe, restoran, homestay, hotel, rental atau travel, atau jasa pemandu, toko souvenir di situs Toba Connect. Sebelumnya Anda cukup mendaftarkan alamat email Anda untuk membuat suatu account untuk mengakses fasilitas di situs ini. Setelah Anda memiliki account, silahkan masuk ke halaman account kemudian Anda bisa langsung mendaftarkan lokasi atau tempat Anda dengan menekan tombol LIST.

Anda akan berhadapan dengan form yang bisa Anda pergunakan untuk mendaftarkan tempat usaha Anda. Setelah semua form diisi dengan baik maka Anda siap mempublikasikan dengan menekan tombol publish. Isilah semua isian dalam form denglan baik dan benar sehingga informasi yang ingin Anda promosikan bisa diketahui dengan baik saat dicari dihalaman situs ini.

Dengan didaftarkan dalam situs Toba Connect maka usaha jasa wisata Anda akan semakin mudah dicari oleh wisatawan yang mencari informasi yang mereka butuhkan dalam merencanakan perjalanan liburan. Toba Connect memberikan fasilitas ini dengan cuma-cuma bagi Anda yang ingin mempromosikan usahanya melalui situs kami.

Salam Wisata.

Air Terjun Sampuran Widuri Di Serdang Bedagai

Air Terjun Sampuran Widuri memiliki ketinggain sekitar 35 m.  Selain Sampuran Widuri masih ada dua air terjun lainnya dilokasi tersebut, hanya saja ketinggiannya lebih rendah dari Sampuran Widuri. Jarak antara air terjun saling berdekatan dan jalan menuju ke setiap lokasi sudah tertata dengan rapi.

Lokasi

Dusun III, Desa Dolok Merawan,

Kecamatan Dolok Merawan,

Kabupaten Serdang Bedagai,

Propinsi Sumatera Utara.

Lihat Lokasinya klik disini!

Aksesbilitas

Lokasinya sekitar satu kilometer dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menuju Pematang Siantar. Berjarak 100 km dari Medan atau 48 km dari Sei Rampah atau 20 km Dari Tebing Tinggi atau 25 km dari kota Pematang Siantar.   Jika berangkat dari Medan rute yang diambil adalah melalui Tajung Morawa, Lubukk Pakam, Perbaungan, Tebing Tinggi hingga tiba Pematang Siantar

Jika menggunakan kendaraan umum dari Medan naik bus Intra Sejahtera dan turun di Simpang Bajalingge (di Jalur Lintas Sumatera dengan ongkos sekitar 13000 rupiah.  Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 1,5 km menuju lokasi.  Bagi yang malas berjalan kaki tersedia ojek yang biasanya mangkal di Simpang dengan ongkos Rp 10000 sekali jalan.

Selanjutnya untuk mencapai lokasi air terjun ini harus menuruni anak tangga yang berkelok-kelok dengan jumlah mencapai sekitar 135 buah anak tangga.

Lihat Lokasinya klik disini!

Tiket dan Parkir

Tiket masuk sebesar Rp 2500 per orang sudah termasuk biaya parkir kendaraan.

Fasilitas dan Akomodasi

Obyek Wisata ini masih minim fasilitas, seperti tidak adanya sarana pemondokan dan kamar mandi.