Kawasan Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Kawasan Danau Toba menjadi AGROPOLITAN sebuah gran disain pemerintah didalam mewujudkan Destinasi Pariwisata Danau Toba berkelas dunia  pesan bagi para petani dan industri pertanian.

 

Bupati Kawasan Danau Toba Hadiri Rapat di Kementerian PPN/Bappenas

 

Bupati atau Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba dan RE Nainggolan hadiri rapat di Kementerian PPN/Bappenas dengan topik ‘Agropolitan di Kawasan Danau Toba’ dan selanjutnya menghadiri Rapat di Kemenko Bidang Kemaritiman membahas pengembangan Pariwisata Danau Toba, (Jakarta, Selasa-21/8).

 

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (sektor usaha pertanian dalam artian luas) di wilayah sekitarnya. Beberapa daerah menerapkan konsep agropolitan untuk kemajuan daerah. Hal ini didasarkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan agraris/pertanian. Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

 

Rapat pertama dipimpin langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro yang didampingi Direktur Pangan dan Pertanian menyampaikan beberapa poin, diantaranya Pengembangan Agropolitan perlu diimplementasikan dengan kerjasama seluruh Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba yang melibatkan pihak swasta, memperhatikan produk sayuran-buah harus kualitas yang layak, memangkas alur pendistribusian/agen/tengkulak dan mengakomodir kearifan lokal.

“Kami bersama kementerian terkait akan mengevaluiasi Tata Ruang terkait Kawasan Hutan dan akan melaksanakan pengembangan infrastruktur jalan dan transport kereta api. Semua harus berupaya keras dalam mewujudkan Agropolitan di Kawasan Danau Toba,”akhir sambutan Menteri PPN/BAPPENAS.

 

Selanjutnya, pada rapat kedua yang dipimpin Dr. Ridwan Djamaluddin Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur membahas tentang pengembangan jalan lingkar diluar Danau Toba dan Undang-Undang Perairan serta hal yang terkait dengan pelaksanaan Otorita Pariwisata Danau Toba.

 

Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan merupakan bagian dari potensi kewilayahan kabupaten di mana kawasan agropolitan itu berada. Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan yang merupakan penguatan sentra-sentra produksi pertanian/perikanan yang berbasiskan kekuatan internal, akan mampu berperan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang mempunyai daya kompetensi inter dan intra regional.

 

Agropolitan merupakan kawasan ekonomi berbasis pertanian dan dicirikan komoditi unggulan, dengan batasan skala ekonomi/skala usaha tanpa dibatasi wilayah administrasi. Sasaran dalam pengembangan kawasan agropolitan ini adalah mewujudkan kawasan agroplitan dan berkembangnya ekonomi lokal yang berbasis produk unggulan daerah yang efektif, efisien, transparan dan berkelanjutan. Komoditas pertanian yang dibudidayakan adalah komoditas pertanian (tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, perikanan) yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan beberapa usulan maupun masukan terkait pembangunan dan juga pengembangan pariwisata di Tapanuli Utara, perubahan ketentuan-peraturan yang mengatur tentang pembebasan lahan hutan yang akan digunakan mendukung agrowisata dan pendirian Universitas Negeri di Tapanuli Raya. “Universitas Negeri ini nantinya akan ditempatkan di seluruh Tapanuli Raya dimana pembagian Fakultas sesuai dengan kondisi Pemda masing-masing. Kami meminta dukungan semua pihak dalam mewujudkan Universitas Negeri di Tapanuli Raya dan berharap masalah-masalah yang masih mengganjal akan dapat dituntaskan dengan baik,” tambah Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan pentingnya pembangunan interkoneksi antar kabupaten seperti Garoga-Seimangke Labuhan Batu dan akses jalan pantai Barat dan Pantai Timur , pengembangan jalan nasional yang belum tersentuh dan volumenya masih sangat minim.

 

Melalui pendekatan agropolitan pembanguan wilayah semestinya dapat membawa kemajuan wilayah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, budaya, tradisi dengan disertai inovasi-inovasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan.

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tarian tradisional Simalungun, Sumatera Utara, dipertunjukkan pada rangkaian acara Asian Games 2018 di Wisma Atlit Jakarta, Rabu (22/8/2018), dari sore hingga malam hari.

 

Berbincang dengan Tribun Medan melalui pesan WhatsApp, Seniman Simalungun Triadil Saragih menjelaskan kedua tarian tersebut adalah Tortor Sombah dan Haroan Bolon.

 

Tarian diperagakan lengkap dengan pakaian tradisional dari Simalungun.

 

“Walau tak tampil di pembukaan Asian Games, kami bersyukur bisa tampil di sini. Dua tortor yang kami tampilkan,” kata Triadil Saragih.

 

Penampilan tarian Simalungun ini diperuntukan untuk menghibur para atlit yang berada di Wisma Atlit.

 

Triadil menceritakan suasana di sana sungguh cair.

 

Bahkan usai menari, atlit dari beberapa negara pengin berswafoto dengan penari.

 

“Atlit dari Afghanistan dan Tiongkok minta berfoto. Kami sangat bersyukur tarian Simalungun diterima dengan baik bahkan mereka bertepuk tangan usai penampilan,” sambungnya.

 

 

 

 

 

 

Sumber http://medan.tribunnews.com

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Setidaknya ada 35 dermaga resmi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yang diharapkan memiliki syahbandar demi keamanan transportasi air di kawasan tersebut.

 

“Perlu sedikitnya 35 syahbandar untuk mengawasi dermaga dan transportasi di kawasan Danau Toba yang sudah dijadikan salah satu kawasan wisata unggulan di Indonesia,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Muhammad Zein Siregar di Medan, Minggu (15/7/2018).

 

Menurut Zein, jumlah 35 dermaga di kawasan Danau Toba itu sesuai data resmi.

 

Di luar itu, Dinas Perhubungan Sumut mencatat, masih ada 150 dermaga lainnya. Zein mengatakan, penempatan syahbandar di 35 dermaga Danau Toba itu diharapkan bisa segera dilakukan setelah Kementerian Perhubungan membentuk Direktorat Pengelolaan Danau dan Sungai.

 

Sejak diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah yang terbaru, lanjut dia, kewenangan pengelolaan transportasi danau dan sungai,

 

Terminal Tipe A maupun jembatan timbang diambil alih oleh Pemerintah Pusat. “Jadi Pemprov Sumut memang berharap banyak ke Pemerintah Pusat,” katanya.

 

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengatakan, agar semakin diminati oleh wisatawan,

 

Danau Toba harus terus dibenahi dari berbagai sisi. Sisi transportasi, lanjut dia, sangat penting setelah ada kejadian kecelakaan kapal di perairan itu.

 

Menurut Solahuddin, dengan adanya syahbandar, maka keamanan lalu lintas perairan di Danau Toba diharapkan semakin teratur dan aman.

 

“Kalau sektor transportasi dibenahi dan diiringi sektor lain termasuk objek wisata buatan, Danau Toba diyakini semakin diminati,” ujar Solahuddin. EditorCaroline Damanik

 

SumberAntaranews.com

 

1 Agustus, Api Obor Asian Games 2018 Mampir ke Danau Toba

SIMALUNGUN, Kawasan Danau Toba, persisnya di Kabupaten Simalungun menjadi salah satu rute yang akan dilewati Api Obor Asian Games 2018.

 

Kepala Bagian Informatika dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Simalungun, Akmal Siregar pada Sabtu (28/7/2018) malam, menyebut, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan tiba di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 31 Juli 2018 malam.

 

Selanjutnya tim akan istirahat sebelum kemudian melanjutkan sejumlah kegiatan yang sudah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Simalungun pada 1 Agustus 2018.

 

“Tim pembawa Api Obor Asian Games tiba 31 Juli 2018 malam. Kami akan sambut di Pesanggrahan Soekarno, Parapat. Kegiatan malam itu hanya penyambutan api dan tim istirahat,” jelas Akmal.

 

Kemudian keesokan harinya, ungkap Akmal, dilakukanlah prosesi kirab sejak pukul 07.00 WIB, di mana Api Obor Asian Games 2018 diarak dimulai dari Pesanggrahan Soekarno menuju Pantai Atsari untuk kemudian akan diarak melintasi perairan Danau Toba menuju Hotel Patra Jasa Parapat.

 

“Dari bawah (Hotel Patra Jasa di tepi Danau Toba) Api Obor Asian Games diarak menuju Pantai Bebas Parapat,” lanjut Akmal.

 

Finish pengarakan Api Obor Asian Games 2018 berada di Pantai Bebas. Di sana nantinya tim pembawa api bakal disambut dengan kearifan lokal dan tarian daerah dari Simalungun.

 

“Akan ada pagelaran Tortor Sombah dari etnis Simalungun menyambut tim pembawa Api Obor Asian Games di Pantai Bebas,” tukas Akmal.

 

Selepas dari Pantai Bebas Parapat, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan menuju Bandara Silangit.

 

(Kompas TV) PenulisKontributor Pematangsiantar, Tigor Munthe Edito rAprillia Ika Tag: Danau Toba Asian Games Simalungun Sumut Api Obor Asian Games 2018

Sapta Pesona Danau Toba

Sapta Pesona Danau Toba

Assestment Unesco Global Geopark terhadap Geopark Kaldera Toba sudah selesai hari ini dan apapun hasilnya berhasil lulus/tidak-lulus, manajemen pariwisata harus dilanjutkan dengan perbaikan.

Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba mengikuti “sustaintable development principle” yang bertumpu pada Sapta Pesona daripada Toba dan seluruh elemennya : alam, hayati, kultural, religi, edukasi, inovasi, konvensi, dan kreasi milenia baru.

 

Prasyarat keberhasilan harus dimulai dari:
A – Akses, A – Akomodasi, A – Atraksi, A – Amenitas, dan A – Aksentual (keunikan), terutama Akses Transportasi ke/dari Kawasan Danau Toba, khususnya Bandara, Jalinkar Toba/Samosir, Jalur Feri, dan Kereta Api.

Syarat lanjutan tentunya ditentukan dari Lingkungan Hidup, Manajemen Pariwisata, dan Pemberdayaan Masyarakat & Sumber Daya Manusia melalui Permen, Pergub, Perda, dan Edukasi serta Sosialisasi, juga keterlibatan masyarakat tersebut.

 

Syarat tambahan yang harus ditanamkan untuk mengakselerasi keberhasilan pembangunan destinasi pariwisata Kawasan Danau Toba adalah melalui SINERGI PEMERINTAH GEREJA KOMUNITAS didalam seluruh aspek dan strategi pelaksanaannya.

 

Perjuangan Geopark Kaldera Toba Raih Pengakuan UNESCO

Geopark Kaldera Toba Raih Pengakuan UNESCO

Geopark Kaldera Toba sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Sudah tiga kali mereka mengajukan diri ke UNESCO.

 

Geopark Kaldera Toba mendapatkan pengakuan sebagai geopark nasional di tahun 2013 dengan wilayahnya yang mencakup 7 kabupaten. Mereka sedang berjuang untuk ketiga kalinya demi mendapatkan titel UGG (UNESCO Global Geopark).

 

“Ini adalah momen ketiga kami mengajukan untuk UGG. Pertama kali memgajukan tahun 2014 namun ditolak. Begitu juga di tahun 2017, Unesco pun akhirnya memberikan saran yang harus dibenahi,” ujar Hidayati, Kadispar sekaligus General Manager Geopark Kaldera Toba, Kamis (12/7/2018) di Konfrensi Nasional 1 Geopark Indonesia yang berlangsung di gedung Bappenas, Jakarta.

 

Hidayati pun menuturkan bahwa Geopark Kaldera Toba sedang mrmpersiapkan dan memvenahi diri sesuai standar dan saran Unesco untuk mencapai UGG. Semua pihak pun saling membahu untuk mencapai tujuan itu.

 

“Sekarang kami sedang berbenahi diri sesuai masukan dari Unesco. Tidah hanya pemeribtah yang bekerja keras, tapi semua pihak ikut andil dalam perbaikan ini,” tambah Ida.

 

Ida juga menyampaikan bahwa Geopark Kaldera Toba mempersiapkan 5 hal yang menjadikan mereka pantas untuk mendapatkan pengakuan UGG. Mereka melakukan beragam program demi UGG dan oeningkatqn kunjungan wisatawan

 

“Ada lima hal yang menjadikan geopark Kaldera Toba spesial, yaitu super vulcano dari gunung apinya, danau vulkanik yang super besar, keunikan suku Batak, landscape yang menawan, dan keanekaragaman hayatinya,” ujar Ida.

 

“Kami merangkul semua pihak dan umur untuk memperkenalkan betapa uniknya geopark Kaldera Toba. Kami telah menyusun dan memanjemen langkah untuk ke depannya,” tutup Ida. (rdy/aff)

 

 

Sumber https://travel.detik.com/travel-news/d-4112120/perjuangan-geopark-kaldera-toba-raih-pengakuan-unesco?_ga=2.123481355.1807146540.1531443645-565234654.1509868473

Kemenhub Akan Siapkan 5 Kapal Penyeberangan untuk Kawasan Danau Toba

KMP Ihan Batak Penyeberangan dari Ajibata ke Ambarita

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pihaknya dan sejumlah lembaga terkait akan menyiapkan 5 kapal untuk mendukung kegiatan pelayaran di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

 

Menurut Budi, salah satu kapal dengan ukuran 300 gross tonnage (GT) ini akan bisa digunakan pada November 2018 nanti.

 

“Hari ini saya ingin memastikan proyek pembangunan kapal roro yang akan ditempatkan di Pelabuhan Tomok ke Pelabuhan Ajibata dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang ada,” kata Budi di sebuah galangan kapal di Porsea, Sumatera Utara, Jumat (22/6/2018).

 

Ia menugaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan pengawasan agar kapal ini bisa meningkatkan pariwisata di Danau Toba.

 

Selain itu, di tahun 2019, Kemenhub akan membangun satu kapal lagi. ” ASDP yang akan menjadi operator kapal ini nanti akan membangun 1 lagi dan kami sudah dapat konfirmasi ada dua kapal lagi yang akan disumbang oleh swasta yang beroperasi di Sumut,” katanya.

 

Untuk empat kapal lainnya, Budi meminta pemerintah setempat untuk melakukan penelitian terkait penyesuaian kebutuhan yang diinginkan.

 

Ia mencontohkan, kapal yang sedang dibangun saat ini memiliki kapasitas untuk 280 orang, 17 truk dan 32 mobil.

 

“Kita pesan, tolong ikut mengawasi apa yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan karena safety adalah keharusan.

 

Jadi syahbandar harus punya pengetahuan dan komitmen. Bahkan nahkoda-nahkoda itu kita sekolahkan supaya penduduk di sini dapat kerjaan dengan kualifikasi lebih bagus,” kata dia.

 

Budi juga ingin kawasan Porsea ini bisa menjadi galangan kapal yang dikelola oleh masyarakat setempat.

 

Oleh karena itu, ia ingin anak-anak setempat bisa dididik untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola galangan kapal.

 

“Agar mereka menjadi pemain-pemain dan semua dikerjakan oleh masyarakat Sumut. Nah ini sudah kita sepakati untuk dilaksanakan, satu sisi kita menunjang pariwisata,” ujarnya.

 

Menurut dia, keberadaan industri perkapalan di kawasan Danau Toba nantinya bisa meningkatkan kualitas pelayaran.

 

“Selain akan membuat unit UPT (Unit Pelaksana Teknis) supaya mengawasi operasional yang ada di Toba, sudah minta BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) untuk datang ke sini selain mengawasi pembangunan kapal juga akan supporting pengawasan kapal-kapal yang ada,” kata dia.

 

Nantinya kelima kapal ini akan dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry demi menjaga profesionalitas layanan kapal penyeberangan.

 

Dengan demikian, pengelolaan pariwisata di Danau Toba juga akan maksimal. “Kita minta ASDP untuk lakukan, tetapi kami minta ASDP melibatkan semua masyarakat Toba dan sekitarnya,” kata dia.

 

Sumber:  https://nasional.kompas.com/read/2018/06/22/10594701/kemenhub-akan-siapkan-5-kapal-penyeberangan-untuk-kawasan-danau-toba.

Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor : Diamanty Meiliana

Informasi Moda Transportasi Ke Bandara Kualanamu

Bandara Internasional Kualanamu adalah bandara baru yang menggantikan Bandara Polonia Medan.  Bandara Kualanamu terletak di Deli Serdang dengan jarak sekitar 39 kilometer dari Kota Medan. Untuk mencapai bandara Kualanamu dari berbagai tempat di kota Medan tersedia beragam moda angkutan yang bisa dipilih oleh para penumpang yang hendak ke dan dari bandara Kualanamu.

 

Angkutan Bus

 

Selain angkutan kereta dari Kota Medan ke Bandara Kualanamu, angkutan bus bandara Damri trayek ke bandara Kualanamu dan juga angkutan bus bandara lainnya  menjadi andalan para penumpang pesawat terbang yang akan ke dan dari Bandara Kualanamu.

 

Bus Damri Trayek Kualanamu

Trayek: Bandara Kualanamu – Amplas Medan

Tarif: Rp. 10.000 / orang

Jadwal Operasional: 04.30 WIB – 22.00 WIB (keberangkatan setiap 30 menit)

Waktu Tempuh: ±45 Menit (normal)

Rute: Bandara Kualanamu – Sp. Kayu Besar – Tol Tanjung Morawa – Tol Amplas

 

Trayek:  Bandara Kualanamu – Medan Fair Plaza

Tarif: Rp. 15.000/ orang

Jadwal Operasional: 04.30 WIB – 22.00 WIB (keberangkatan setiap 30 menit)

Waktu Tempuh: ±60 menit (normal)

Rute : Bandara Kualanamu – Sp. Kayu Besar – Tol Tanjung Morawa – Tol Amplas – Jl. SM Raja – Jl Juanda – Jl. Sudirman – Jl. S. Parman – Jl. Iskandar Muda – Jl. Gatot Subroto – Medan Fair Plaza

 

 

 

Bus ALS Kualanamu

Trayek: Bandara Kualanamu – Binjai

Tarif: Rp. 30.000/ orang

Jadwal Operasional: 03.00 WIB – 22.00 WIB (keberangkatan setiap 30 menit)

Waktu Tempuh: ± 1 – 2 jam (normal)

Rute : Bandara Kualanamu – Sp. Kayu Besar – Terminal Amplas – Jl. Sisingamangaraja – Simpang Marendal – Jl. AH Nasution (Asrama Haji) – Simpang Pos – Ring Road – Pondok Kelapa – Jl. Gatot Subroto – Terminal Binjai

 

Trayek: Bandara Kualanamu – Ring Road

Tarif: Rp. 15.000 / orang

Jadwal Operasional: 04.30 WIB – 22.00 WIB (keberangkatan setiap 30 menit)

Waktu Tempuh: ± 1 jam (normal)

Rute : Bandara Kualanamu – Sp. Kayu Besar – Terminal Amplas – Jl. Sisingamangaraja – Simpang Marendal – Jl. AH Nasution (Asrama Haji) – Simpang Pos – Ring Road

 

 

Bus ALMASAR Kualanamu

 

Trayek: Bandara Kualanamu – Cemara

Tarif: Rp. 15.000 / orang

Jadwal Operasional: 04.30 WIB – 22.00 WIB

Waktu Tempuh: ± 45 menit (normal)

Rute: Bandara Kualanamu – Sp. Kayu Besar – Tol Belmera – Cemara

 

Bus PARADEP Kualanamu

Trayek: Bandara Kualanamu – Pematang Siantar

Tarif: Rp. 50.000 / orang

Jadwal Operasional: 04.30 WIB – 22.00 WIB

Lama Perjalanan: ± 2 – 3 jam (normal)

Demikian informasi angkutan bus dari dan ke bandara Kualanamu. Semoga dapat membantu perjalanan Anda. Sekiranya terdapat perubahan akan kami lakukan update atas informasi ini.

Keretaapi

 

Bandara Kualanamu memiliki sarana transportasi menuju dan dari Stasiun Besar Medan yang berlokasi di dekat Lapangan Merdeka Medan. Perjalanan kereta ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit. Untuk dapat naik kereta api ini para penumpang bisa membeli tiket pada loket yang tersedia. Selain itu para penumpang juga bisa membeli dan membayar tiket ekektronik yang dapat dibeli secara online. Harga tiket sekali perjalanan adalah sebesar Rp 80.000.

 

    Jadwal Berangkat Keretaapi yang tersedia

 

Rute dari Medan menuju bandara Kualanamu:

Pukul 03:30

Pukul 04:50

Pukul 06:15

Pukul 08:20

Pukul 11:10

Pukul 18:45

Pukul 15:15

Pukul 19:20

Pukul 20:00

 

Rute dari bandara Kualanamu ke Medan:

Pukul 05:50

Pukul 06:20

Pukul 08:00

Pukul 09:25

Pukul 12:25

Pukul 14:55

Pukul 16:25

Pukul 18:50

Pukul 20:25

Pukul 00:15

 

Info lebih lanjut: www.railink.co.id

 

Taxy

Pilihan moda transportasi yang fleksibilitas dan lebih nyaman adalah dengan naik taxy. Di Bandara Kuala Namu tersedia taksi argo untuk membawa penumpang ke destinasi masing-masing. Saat ini, operator taksi yang beroperasi di Bandara Kuala Namu hanya Blue Bird. Perkiraan ongkos dari Bandara Kuala Namu hingga ke Kota Medan berkisar antara Rp 120.000 hingga Rp 150.000, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam, tergantung kondisi jalan yang dilalui macet atau tidak dan lokasi yang dituju.

Rental Car

Selain moda di atas buat penumpang yang akan ke atau dari bandara Kualanamu bisa juga memilih rental mobil. Ada beberapa perusahaan rental yang bisa menjadi pilihan. Rent Car merupakan penyewaan mobil yang siap antar jemput di Kualanamu International Airport. Rental Mobil khusus melayani sewa mobil harian dengan supir untuk pemakaian dalam kota dan luar kota Medan, Paket Drop Off atau Paket Wisata disekitar  Sumatera Utara dengan harga yang terjangkau serta didukung oleh supir yang berpengalaman. Para penumpang bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

 

Pembangunan Jalan Lingkar Danau Toba Diambil Alih Pusat

Jalan Lingkar Danau Toba

Salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang akan dikembangkan adalah kawasan Danau Toba, Pulau Samosir, dan sekitarnya.

 

Ditetapkannya kawasan wisata di Sumatera Utara itu sebagai destinasi wisata prioritas adalah demi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 1 juta orang pada tahun 2019.

 

Mengutip situs Kementerian Pariwisata, turis asing yang ditargetkan berasal dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, Eropa (Belanda dan Perancis), Australia, dan Amerika Serikat. Sementara turis domestik yang dibidik adalah dari Pulau Jawa dan Sumatera.

 

Mereka diharapkan berkunjung ke kawasan-kawasan Danau Toba, Parapat, Pulau Samosir, Tomok, Tuk-Tuk, Ambarita, Simanindo, dan Panguruan.

 

Kesuksesan rencana besar tersebut hanya bisa diwujudkan dengan dukungan pembangunan Jalan tol Tebing Tinggi-Pematang Siantar, dan penyediaan fasilitas wisata baru macam geopark, wisata olahraga air, dan hiburan.

 

Selain itu, diperlukan juga pendirian badan pengelola yang memiliki kewenangan hukum dalam mengembangkan kawasan.

 

Khusus pengembangan akses jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

 

Untuk akses Danau Toba dan Pulau Samosir serta 9 destinasi wisata prioritas lainnya sepanjang 500 kilometer, membutuhkan dana sekitar Rp 400 miliar per tahun.

 

“Kalau 100 kilometer dikali Rp 4 miliar, jadi pemerintah harus punya Rp 400 miliar setiap tahun untuk kawasan wisata,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto Husaini kepada Kompas.com, Selasa (1/3/2016).

 

Advertisment Kementerian PUPR, kata Hediyanto, berencana membangun dan meningkatkan akses jalan ke kawasan wisata tersebut. Mulai dari membangun Jalan Lingkar Danau Toba di Pulau Samosir, hingga memperbarui dan melakukan peningkatan jalan.

 

“Saya baru mau ke Danau Toba, mau lihat apa yang harus dibangun di Danau Toba, Pulau Samosir. Ini jalan wisata, saya harus lihat jalan kabupatennya juga, jadi pemerintah pusat membangun wisatanya di mana,” ucap Hediyanto.

 

Biasanya, kata Hediyanto, obyek wisata dapat diakses melalui jalan kabupaten yang dibiayai pemerintah daerah, bukan jalan nasional yang dibiayai pemerintah pusat.

 

Namun, karena telah ditetapkan menjadi destinasi wisata strategis, pemerintah pusat akan mengambil alih pembangunan jalan tersebut menjadi jalan nasional. Balai Besar Pengembangan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah-I Sumatera Utara, sendiri sudah mengajukan daftar usulan paket kegiatan untuk tahun jamak (multi years) 2016-2019.

 

Tahap pertama biayanya mencapai Rp 20 miliar lebih dan selanjutnya diperhitungkan Rp 51,5 miliar hingga Rp 97 miliar setiap tahunnya, hingga 2019 nanti. Berikut video rencana pembangunan Jalan Lingkar Danau Toba di Pulau Samosir:

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pembangunan Jalan Lingkar Danau Toba Diambil Alih Pusat”, https://properti.kompas.com/read/2016/03/02/135024221/Pembangunan.Jalan.Lingkar.Danau.Toba.Diambil.Alih.Pusat.

Penulis : Hilda B Alexander

Daftar Jadwal Penyeberangan Ferry Di Danau Toba

Daftar Jadwal Penyeberangan Ferry Di Danau Toba

Bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Danau Toba perlu mengetahui jadwal penyeberangan ferry yang berlaku. Jika Anda mengetahui jadwal penyeberangan Ferry maka Anda dapat mengatur jadwal perjalanan wisata Anda dengan baik khususnya wisatawan yang membawa kenderaan sendiri. Untuk sampai ke Pulau Samosir jalan darat hanya lewat satu jembatan saja yang dikenal dengan Jembatan Tano Ponggol. Selain itu Anda harus menyberang menggunakan sarana penyeberangan. Ada 3 jalur masuk jalur penyeberangan untuk tiba ke Pulau Samosir yakni:

1. penyeberangan Ferry AjibataTomok

2. Penyeberangan Ferry Tigaras –  Simanindo

3. penyeberangan Ferry Muara – Sipinggan

Daftar Jadwal Rute KM Ferry AjibataTomok

Saat ini rute  Ajibata menuju Tomok memiliki 2 kapal Ferry yaitu KMP Tao Toba I dan KMP Tao Toba II. Yang biasa dioperasikan sebagai angkutan utama adalah Tao Toba II sedangkan Tao Toba I dioperasikan hanya pada hari tertentu atau high season misalnya pada saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru karena penumpang pasti meningkat ke daerah Samosir. Bahkan biasanya sampai beroperasi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan penyeberangan yang membludak.  Biaya penyeberangan mobil di dalam kapal Ferry sebesar Rp.115.000. Kapasitas muatan kapal Ferry sekali angkut sekitar 28 kendaraan. Untukn masuk ke kapal mobil harus masuk sesuai antrian, tidak diperbolehkan untuk memesan sebelumnya.

Jadwal penyeberangan Ferry dari Pelabuhan Ajibata

1. 08.30 WIB

2.11:30 WIB

3.14.30 WIB

4.17.45 WIB

5.21.00 WIB

Jadwal penyeberangan Ferry dari Pelabuhan Tomok

1. 07.00 WIB

2.10.00 WIB

3.13.00 WIB

4.16.00 WIB

5.19.30 WIB

Daftar Jadwal Rute Pelabuhan Ferry TigarasSimanindo

Penyeberangan dari Pelabuhan Tigaras menuju ke Pelabuhan Simanindo dilayani oleh KMP SUMUT I. Area Medan dengan rata-rata waktu pelayaran untuk menyeberang adalah sekitar 45 menit. Kapasitas muat kapal ferry yang melayani melalui jalur ini adalah untuk jenis kenderaan mobil yang bisa diangkut sekitar 16 mobil untuk sekali perjalanan. Rute kapal Ferry Simanindo beroperasi setiap hari.

Berikut jadwal ferry dari Pelabuhan TigarasSimanindo

Trip I 08.00 WIB
Trip II 09.30 WIB
Trip III 11.30 WIB
Trip IV 13.30 WIB
Trip V 15.00 WIB
Trip VI 17.00 WIB
Trip VII 19.30WIB

Jadwal Ferry dari Pelabuhan Simanindo ke Pelabuhan Tigaras

Trip I      07.00  WIB
Trip II     09.00 WIB
Trip III    10.30 WIB
Trip IV   12.30 WIB
Trip V    14.00 WIB
Trip VI   16.00 WIB
Trip VII  18.00 WIB

Daftar Jadwal Rute Pelabuhan Ferry Muara –  Sipinggan

Jalur penyeberangan dari Pelabuhan Muara – ke Pelabuhan Sipinggan dilayani oleh KMP Sumut II dengan kapasitas muat sebanyak 8 kendaraan dan penumpang sekitar 40 orang. Jarak tempuh dari Muara ke Nainggolan memakan waktu sekitar 50 menit. Beroperasi 2x seminggu yaitu hari Sabtu dan Minggu. Terjadi perubahan jadwal sejak petengahan tahun 2017 karena adanya penambahan kapal ferry rute Onanrunggu ke Balige, yang sebelumnya melayani 3 kali dalam satu minggu menjadi 2 kali.

Jadwal Ferry dari DERMAGA MUARA –  DERMAGA SIPINGGAN

(2 x Seminggu : Sabtu dan Minggu)

Pukul 15.30                                                        Pukul 09.00

Jadwal Ferry dari DERMAGA BALIGE  –   DERMAGA ONAN RUNGGU

(2 x Seminggu : Senin dan Jumat)

Pukul 16.30                                                        Pukul 10.30