Bentangan Bukit Barisan memanjang dari utara hingga selatan Pulau Sumatra memiliki potensi yang besar sebagai objek wisata.

 

Salah satu olahraga yang bisa dimainkan pada titik ini adalah panjat tebing (Rock Climbing), jenis olahraga ekstrem yang banyak dicintai kawula muda.

 

Spot olahraga panjat tebing masih menjadi hal yang sulit ditentukan, khususnya untuk di Sumatra Utara (Sumut).

Namun, salah satu daerah terpencil di Sumut ini bisa menjawab kebutuhan spot panjat tebing yang menawarkan panorama alam yang menantang.

 

Ialah Bukit Simarsolpa, yang berlokasi di Desa Sinda Raya Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun.

 

Bukit Simarsolpa memiliki ketinggian mencapai 250 meter dari dasar bukit dengan kemiringan mencapai 90 derajat. Informasi tentang bukit ini begitu minim sehingga kerap luput dari pilihan berwisata.

 

 

Dari beberapa orang yang berkunjung ke Simarsolpa, mereka mengaku tebing di sini memberikan kesan berbeda dibandingkan rock climbing di tempat lain.

 

Meski panorama perkebunan yang dilihat sepanjang jangkauan mata, angin sejuk dan kekayaan hayati bak penyemangat dalam upaya mencapai puncak.

 

 

Bila beruntung, saat menggantung di tengah tebing, kita akan melihat burung rangkong dan elang hitam yang kini terancam punah.

 

Warga juga menyebutkan masih ada kambing gunung, yang oleh penduduk lokal disebut bidar atau kambing tere.

 

Bagi sejumlah mahasiswa pecinta alam, khususnya kampus-kampus yang ada di sekitar Kota Tebingtinggi dan Pematangsiantar, Bukit Simarsolpa adalah pilihan mereka untuk melatih pendidikan dasar.

 

“Agenda kami pendidikan dasar, kami ambil area hutan, sungai sama tebing di sini. Kalau hutan ambil materi survival, bushscraft, navigasi dan kalau di sungai ambil SAR, kemudian, kalau di tebingnya refting lah,” ujar Anita, salah satu mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta di Tebingtinggi.

 

 

Aliran sungai di sekitar Bukit Simarsolpa begitu jernih dan mampu menjawab dahaga saat bermalam di sini. Nah, kamu juga tak perlu takut.

 

Tak melulu memanjat tebing, materi latihan memajat pohon maupun kaki bukit bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan di sini.

 

Nah, perlu dicatat nih. Bukit Simarsolpa tak dikelola sebagai objek wisata. Bagi kamu dan teman teman yang ingin berpetualang di sini, silakan melapor dulu ke Kepala Desa setempat sehingga berbagai kegiatan berlangsung lancar dan aman, lantaran dapat diketahui dan direstui warga sekitar.

 

Tips Perjalanan Menuju Bukit Simarsolpa

 

Meski secara administratif Bukit Simarsolpa berada di Simalungun, pengunjung dari Medan dominan memilih masuk dari Kota Tebingtinggi – Perkebunan Sipispis – Desa Sindaraya, Kecamatan Raya Kaehan, Kabupaten Simalungun dengan durasi perjalanan mencapai 3 jam.

 

Nah, untuk kamu yang memilih menggunakan angkutan umum, bisa mencari angkutan umum yang singgah di Kota Tebingtinggi. Dari Kota Tebingtinggi, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Sindaraya di Terminal Bandar Sakti, Kelurahan Bulian, Tebingtinggi. Kisaran ongkosnya adalah Rp25.000/orang.

 

Kemudian bagi kamu yang ingin berkendara dengan kenderaan pribadi, jalan menuju Sindaraya cukup mulus kok. Belakangan akses jalan yang mayoritas melalui perkebunan sudah diaspal pemerintah setempat. Hindari berkendara malam hari sehingga mudah bertanya kepada warga sekitar.

 

Hindari kepercayaan diri yang tinggi bisa menuju ke kawasan ini menggunakan google Maps, sebab sinyal di kawasan perkebunan sering hilang timbul.

Terakhir, untuk menentukan waktu dan tepat Bagi kamu yang ingin memanjat tebing bukit Simarsolpa, pilih hari di mana curah hujan rendah, sehingga saat beraktivitas memanjat tebing semakin lebih aman.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Bukit Simarsolpa, Surganya Olahraga Ekstrem Panjat Tebing di Sumut yang Minim Informasi,
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay

Skip to toolbar