Malindo Air Buka Penerbangan Subang-Danau Toba

Malindo Air

Malindo Air akan membuka penerbangan baru dari pusat kota Bandara Subang Skypark Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Silangit, Danau Toba, Sumatera Utara, mulai 17 Agustus 2018.

 

Menurut siaran pers Malindo Air di Kuala Lumpur, Rabu (8/8/2018), tarif promosi ditawarkan seharga 189 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 669.000 sekali jalan.

 

Penerbangan OD 360 dari Subang ke Siborong-Borong, lokasi Bandara Internasional Silangit berada, dijadwalkan berangkat pukul 13.45 waktu setempat.

 

Penerbangan selama satu jam 30 menit akan tiba di Siborong-borong pukul 14.15 sore waktu setempat.

 

Penerbangan OD361 kemudian akan berangkat pada jam 14.50 waktu setempat dan tiba di Subang pada jam 17.15 waktu setempat.

 

Rute ini akan dioperasikan oleh pesawat ATR72-600 yang terdiri dari 72 penumpang. CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan pihaknya bangga memperkenalkan kota ketiga penerbangan Malindo ke Indonesia.

 

“Kami sangat gembira untuk memperkenalkan kota ketiga yang kami terbang dari Subang ke Indonesia, setelah Batam dan Pekanbaru.

 

Ini menandai upaya berkelanjutan kami untuk memperluas jaringan rute kami ke Sumatera Utara, sebagai hasil dari kerja sama kami dengan Badan Pariwisata Indonesia untuk mempromosikan tujuan ekowisata,” katanya.

 

Keberangkatan dari Subang Skypark langsung ke kota dimana Danau Toba berada, menurut Chandran Rama Muthy, adalah keuntungan utama di mana penumpang akan menikmati kemudahan akses menuju ikon wisata di Sumut.

 

“Pemberian bagasi gratis 15 kg akan menambah nilai lebih bagi wisatawan dalam hal efektivitas biaya,” tambahnya. (*)

 

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Malindo Air Buka Penerbangan Subang-Danau Toba”

 

Editor : I Made Asdhiana

Kemenpar Rilis 100 Calendar of Events 2019

Kemenpar Rilis 100 Calendar of Events 2019

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akhirnya merilis 100 atraksi wisata terbaik yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Semuanya dirangkum dalam 100 Calendar of Events 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan Calendar of Events Wonderful 2019 dibuat atas prakarsa Presiden Joko Widodo. Menurutnya Jokowi ingin Indonesia memiliki event yang berkualitas dan berstandar internasional, sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan.

“Ini merupakan rangkuman event terbaik yang dimiliki Indonesia yang terdiri dari 10 Top Event serta 100 Wonderful Event. Karena semua telah menjalani kurasi yang ketat dengan standar event internasional. Sehingga menjadi atraksi yang dapat mengundang wisatawan lebih banyak lagi,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12/2018).

Peluncuran 100 Calendar of Events 2019 dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis (20/12/2018) lalu. Ratusan event dari 34 provinsi telah terpilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Event-event ini harus mempunyai Creative Value, Commercial Value, Communication Value, serta CEO Commitment.

Menurut Arief petugas yang mengurusi 100 Calendar of Events 2019 terdiri dari 6 orang terbaik yang berkompeten di bidangnya. Ada Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono yang menilai terkait Media Value event.

Selain itu ada pula Taufik Rahzen Cultural Value, kemudian ada Jacky Mussry Commercial Value, koreografer Denny Malik, langganan juara carnaval Dynand Fariz, dan terakhir Eko “PeCe” Supriyanto yaitu koreografer opening Ceremony Asian Games 2018 di Jakarta yang juga koreografer penyanyi Madonna.

Senada dengan Arief, Ketua Pelaksana Calender of Event 2019 Esthy Reko Astuti menyebut ketentuannya sangat ketat. Event tersebut harus dikenal secara umum dan sudah diselenggarakan secara berkelanjutan (3-4 tahun berturut-turut), serta memiliki sebaran daerah (proporsional).

“Eventnya pun harus memiliki pengaruh langsung kepada sosial ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan media value terhadap image daerah. Dan yang pasti tepat waktu, tidak ada perubahan tanggal pelaksanaan,” ujar Esthy.

Beriku ini event-event yang termasuk ke dalam 100 Calendar of Events 2019.

5-19 Februari – Cap Go Meh, Kalimantan Barat.

14-18 Februari – Festival Pulau Penyengat, Kepulauan Riau

20 Februari – Pesona Bau Nyale, Nusa Tenggara Barat

1-3 Maret – Java Jazz, DKI Jakarta

3-5 Maret – Festival Teluk Jailolo, Maluku Utara

7 Maret – Horas Samosir Fiesta, Sumatera Utara

24-31 Maret – Bali Spirit Festival, Bali

24-31 Maret – Exciting Banten on Seba Baduy, Banten

24 Maret-5 April – Bangka Culture Wave, Kepulauan Bangka Belitung

29-31 Maret – Tour de Bintan, Kepulauan Riau

1-10 April – Festival Teluk Tomini, Sulawesi Tengah

11-14 April – Majapahit Travel Fair, Jawa Timur

15-20 April – Krui World Surfing League, Lampung

20-21 April – Gebyar Pesona Budaya Garut, Jawa Barat

7-9 Mei – Bintan Triathlon, Kepulauan Riau

10-28 Mei – Pesona Khazanah Ramadhan, Nusa Tenggara Barat

18-24 Mei – Festival Budaya Isen Mulang, Kalimantan Tengah

19 Mei – Asia Afrika Festival, Jawa Barat

20-5 Juni – Festival Parade Pesona Kebangsaan, Nusa Tenggara Timur

15-13 Juni- Pesta Kesenian Bali, Bali

16 Juni – Jakarnaval, DKI Jakarta

16-23 Juni – Festival Sriwijaya XXVIII 2019, Sumatera Selatan

17-19 Juni – Yadnya Kasada Bromo, Jawa Timur

28-30 Juni – Festival Bakar Tongkang, Riau

1-6 Juli – Festival Biak Munara Wampasi, Papua

5-8 Juli – Toraja International Festival, Sulawesi Selatan

5-13 Juli – Festival Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat, Nusa Tenggara Timur

17 Juli – Ziarah Kubro, Sumatera Selatan

17 Juli – Festival Babukung, Kalimantan Tengah

18-22 Juli – Festival Bumi Rafflesia, Bengkulu

20 Juli – Mizan Al Sufi, Jawa Barat

20 Juli – Tanah Lot Arts Festival, Bali

25-28 Juli – Toboali City on Fire Sesi 4, Kepulauan Bangka Belitung

25 Juli-25 Agustus – ARTJOG, D.I Yogyakarta

26-28 Juli – Solo Batik Carnival, Jawa Tengah

26-29 Juli – Festival Pesona Bunaken, Sulawesi Utara

27 Juli-3 Agustus – Festival Cisadane, Banten

28 Juli – Banyuwangi Ethno Carnival, Jawa Timur

30 Juli-3 Agustus – Jember Fashion Carnaval (JFC), Jawa Timur

1-6 Agustus – Polewali Mandar International Folk & Art Festival, Sulawesi Barat

2-4 Agustus – Dieng Culture Festival, Jawa Tengah

2-6 Agustus – Buleleng Festival, Bali

3-4 Agustus – Festival Cheng Ho, Jawa Tengah

4-5 Agustus – Festival Morotai, Maluku Utara

4-6 Agustus – Aceh Culinary Festival, Aceh

7-10 Agustus – Festival Budaya Lembah Baliem, Papua

7-12 Agustus – Tomohon International Flower Festival, Sulawesi Utara

8-8 September – Jakarta Food & Fashion Festival, DKI Jakarta

9-11 Agustus – Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, Sumatera Barat

11-17 Agustus – Festival Sandeq Race 2019, Sulawesi Barat

18 Agustus – Saman Gayo Alas Festival, Aceh

18 Agustus – Karnaval Kemerdekaan/Grand Karnaval Indonesia, DKI Jakarta

18-20 Agustus – Festival Teluk Ambon, Maluku

21-25 Agustus – Lampung Krakatau Festival, Lampung

21-25 Agustus – Sanur Village Festival, Bali

23-25 Agustus – Festival Budaya Wisata Pasar Terapung, Kalimantan Selatan

1-10 September – Festival Tabut, Bengkulu

4-8 September – F8 Makassar 2019, Sulawesi Selatan

5-7 September – Solo International Performing Art, Jawa Tengah

5-10 September – Festival Bahari Kepri, Kepulauan Riau

6-8 September – Festival Wisata Loksado, Kalimantan Selatan

9-16 September – Festival Payung Indonesia, Jawa Tengah

9-16 September – Festival Moyo, Nusa Tenggara Barat

12-15 September – Festival Pinisi, Sulawesi Selatan

13-15 September – Tour de Linggar Jati, Jawa Barat

15 September – Malang Flower Carnival, Jawa Timur

15 September – Ciletuh Geopark Festival, Jawa Barat

17-21 September – Tour de Siak, Riau

21-22 September – Jogja International Street Performance, D.I. Yogyakarta

21-25 September – Festival Pesona Danau Limboto, Gorontalo

21-29 September – Erau Adat Kutai & 7th International Folk Art Festival, Kalimantan Timur

22-25 September – Festival Batanghari, Jambi

23-26 September – Tour de Ijen, Jawa Timur

27-29 September – Festival Tanjung Lesung, Banten

27-27 Oktober – Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival, DKI Jakarta

28-29 September – Musik Alam 2019, Kalimantan Utara

1-6 Oktober – Festival Likurai Timor, Nusa Tenggara Timur

6 Oktober – Festival Karnaval Karawo, Gorontalo

6-7 Oktober – Aceh International Diving Festival, Aceh

6-10 Oktober – Festival Pesona Selat Lembeh, Sulawesi Utara

7-11 Oktober – Festival Seni Budaya Papua Barat, Papua Barat

12-17 Oktober – Festival Keraton Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara

15-19 Oktober – Festival Danau Poso, Sulawesi Tengah

18-21 Oktober – Festival Pesona Bahari Raja Ampat, Papua

19-21 Oktober – IronMan 70.3 Bintan , Kepulauan Riau

19-25 Oktober – Jakarta Fashion Week, DKI Jakarta

20 Oktober – Gandrung Sewu, Jawa Timur

23-25 Oktober – Festival Danau Sentarum, Kalimantan Barat

23-27 Oktober – Ubud Writers and Readers Festival, Bali

23-28 Oktober – Festival Takabonerate, Sulawesi Selatan

25-27 Oktober – Pesona Nusa Dua Fiesta 2019, Bali

27 Oktober – Jakarta Marathon, DKI Jakarta

27-29 Oktober – Festival Pulo Dua, Sulawesi Tengah

1-3 November – Festival Mahakam, Kalimantan Timur

2-10 November – Tour de Singkarak, Sumatera Barat

3-7 November – Festival Kerinci 2019, Jambi

10-15 November – Festival Bekudo Bono, Riau

11-13 November – Wakatobi Wave 2019, Sulawesi Tenggara

11-14 November – Pesta Rakyat Banda, Maluku

15-19 November – Festival Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung

16-17 November – Jogja International Heritage Walk, D.I. Yogyakarta

16-20 November – Festival Ya’ahowu, Sumatera Utara

17 November – Borobudur Marathon, Jawa Tengah

1-31 Desember – Iraw Tengkayu, Kalimantan Utara

4-7 Desember – Festival Pesona Budaya Minangkabau, Sumatera Barat

7-8 Desember – Batam International Culture Carnival, Kepulauan Riau

9-12 Desember – Festival Danau Toba, Sumatera Utara

13-16 Desember – Pemuteran Bay Festival, Bali

28 Desember – Festival Budaya Cirebon, Jawa Barat (prf/fay)

Sumber : https://travel.detik.com

Ulos Batak Naik Martabat Dalam Rancangan Designer

Rampak suara gondang Batak memecah keriuhan di Sopo Partukkoan, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (17/10/2018). Diiringi melodi seruling, opung-opung dan oma-oma perajin ulos Batak berjalan menyusuri landas peraga dengan kain menjuntai di bahu.

 

Di belakang mereka, 18 model berjalan anggun menampilkan rancangan busana Edward Hutabarat. Malam itu, ulos Batak benar-benar naik martabat.

 

Opung-opung dan oma-oma perajin ulos Batak keliling menyusuri catwalk dengan kain menjuntai di bahu dalam pergelaran busana ”Ulos Batak in Innovation” yang merupakan rangkaian Festival Tenun Nusantara, Oktober lalu, di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

 

Awalnya, ratusan perajin yang sudah tak muda lagi itu tampak malu dan minder saat diminta berkeliling panggung. Untuk meyakinkan, sang perancang busana pun mengumpulkan mereka di tengah-tengah gedung.

Di depan mereka, Edo—panggilan akrab Edward Hutabarat— bersujud dan memutar badan 360 derajat. Dengan menggunakan bahasa Batak yang halus, Edo berkata, ”Bapak ibu seperti orangtua saya, terima kasih sudah hadir untuk peragaan ini.”

 

Opung-opung dan oma-oma itu sangat terharu mendengarnya. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. Tanpa ragu-ragu, mereka langsung mengeluarkan ulos- ulos istimewa, koleksi-koleksi terbaik, juga ulos-ulos tertua warisan nenek moyang.

 

Untuk mengungkapkan rasa hormatnya, Edo turut serta manortor atau menari tortor bersama 120 opung-opung dan oma- oma itu. Sesuai tata krama Batak, kepada mereka, satu per satu Edo menyelipkan amplop kecil berisi uang untuk membeli sirih dan pinang.

 

Setelah opung-opung dan omah-oma berjalan menyusuri landas peraga selayaknya model, di ujung landasan, Edo yang juga putra daerah Tapanuli Utara itu menyambut mereka satu per satu, menyalami, dan memeluk mereka.

 

Akar budaya

 

Sesuai tema peragaan busana, ”Ulos Batak in Innovation”, Edo sukses melahirkan sentuhan baru pada kain-kain peninggalan leluhur Tapanuli Utara itu. Dalam mengulas ulos, Edo dengan cermat belajar dari akar leluhurnya.

 

Dalam berinovasi dengan ulos, Edo tetap mempertahankan kesantunan dan keanggunan ulos. Untuk busana pria, ia memakai ulos sibolang yang dimiliki hampir setiap keluarga suku Batak dalam aktivitas sehari-hari. Juga ulos suri-suri atau sisir yang memiliki pola-pola garis lurus.

 

Ia juga memanfaatkan ulos bintang maratur yang biasa diberikan saat momen kelahiran bayi, juga ulos tum-tuman yang cukup tinggi derajatnya dalam prosesi adat karena hanya boleh dipakai oleh ketua adat atau orang yang dituakan.

 

Yang terakhir, ulos harungguan yang paling istimewa dari sisi pembuatannya. Ulos harungguan adalah ulos yang di dalamnya ada semua motif ikat ulos. Ulos dari Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara, di tepi Danau Toba ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pembuatannya.

 

”Saat prosesi adat, ulos harungguan diberikan untuk terwujudnya harapan yang tinggi, seperti perdamaian dua kampung, kelahiran, juga untuk anak yang hendak pergi merantau. Ada harapan yang tinggi ketika ulos ini diserahkan,” ujar Edo.

 

Edo lahir di keluarga yang melakukan ritual-ritual itu secara kental, lengkap dengan semua jenis ulos. Jadi, ia tahu persis kegunaan ulos. Ia menyebut ulos sebagai kain peradaban karena dipakai untuk melengkapi rangkaian seremoni kehidupan yang berhubungan dengan leluhur dan Sang Pencipta. Karena itulah, ulos tak pernah lepas dari prosesi-prosesi adat yang agung.

 

Berbekal pengalaman 20 tahun keliling Indonesia, Edo tak lupa memadukan ulos dengan kerajinan-kerajinan Nusantara lainnya yang ternyata juga merupakan hasil karya dari tangan- tangan renta. Ia mengombinasikan ulos dengan kain lurik buatan Pedan, Klaten, serta kain lurik Yogyakarta. Untuk mempercantik penampilan, ia juga mengangkat topi-topi pandan buatan Singaraja, Bali.

 

Untuk aksesori, Edo sengaja mengambil mutiara-mutiara pilihan dari Lombok juga sepatu kulit dari Magetan. Benar-benar perpaduan budaya Indonesia.

 

”Harga topi itu hanya Rp 50.000, demikian pula lurik Rp 50.000. Namun, semuanya dibuat dengan kualitas baik. Ada tangan-tangan renta di situ yang membuat topi, lurik, dan ulos, sebuah kesatuan untuk Indonesia. Yang saya tampilkan kemarin adalah peragaan yang siap disuguhkan di Paris, Milan, dan sebagainya. Kalau kita bisa meracik kekayaan Nusantara, kita bisa menggemparkan dunia,” kata Edo.

 

Aset langka

 

Ia meyakini, tangan-tangan renta ini adalah aset bangsa yang luar biasa. Dari merekalah peradaban bangsa ini masih bertahan. Tanpa mereka, tak akan ada topi pandan yang indah, lurik halus, dan ulos lembut untuk diwariskan ke anak-anak muda sekarang.

 

Sayangnya, tidak ada universitas atau perguruan tinggi yang mengajarkan keterampilan membuat karya-karya itu. Karena itu, Edo tanpa ragu-ragu mengajak opung-opung dan oma-oma itu ke atas panggung peragaan busana. Merekalah yang mempertahankan kejayaan tradisi Tapanuli Utara, Klaten, Jambi, Palembang, dan sekitarnya.

 

Jika diibaratkan sebagai perjamuan makanan, yang dihidangkan Edo di Sopo Partukkoan, Tarutung, adalah makanan utama ulos Batak, makanan pembuka topi dari Singaraja, serta kain lurik Pedan dan Yogyakarta sebagai hidangan penutupnya. Di situlah ia memberikan penghormatan kepada perajin-perajin bersahaja Nusantara.

 

Dari Sabang sampai Merauke, Edo membuktikan keindahan harmoni Nusantara. Dalam peragaan ini, ia baru mengupas tiga daerah. Masih banyak kekayaan Indonesia lainnya yang bisa digali. ”Pemerintah harus memberikan penghargaan khusus kepada mereka, terutama bagaimana menyalurkan jiwa kepiawaian tangan-tangan renta ini ke anak- anak muda karena keterampilan ini tak ada sekolahnya,” ujar penerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan tahun 2004 ini.

 

Terpesona dengan keunikan ulos, kolektor kain Vilidius RP Siburian selama bertahun-tahun setia mengumpulkan aneka macam ulos Batak. Puluhan kain ulos koleksinya turut memeriahkan Pameran Tenun Nusantara. Pameran ini digelar dalam rangkaian Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara pada 13-17 Oktober 2018 kerja sama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

 

Pameran itu menampilkan kain ulos tertua milik Vilidius, sebuah ulos Runjat khas Batak Toba berumur sekitar 150 tahun. Ulos Runjat merupakan ulos khas daerah Porsea dan sekitarnya yang pada zaman dahulu menjadi penunjuk status sosial seseorang. Dulu, kain ini dimanfaatkan sebagai sarung atau selendang oleh kalangan kaum bangsawan Batak Toba.

Sejumlah model menampilkan baju-baju, topi, dan tas karya Edward Hutabarat yang dikreasi dari bahan dasar kain ulos dan tenun, Rabu (17/10/2018) di Sopo Partukkoan, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Seiring perkembangan zaman, kini banyak motif tenun tua Batak yang nyaris hilang karena tak pernah dibuat lagi oleh petenun. Karena tergoda membuat kreasi- kreasi baru, banyak petenun yang cenderung memilih membuat tenun dengan benang-benang pabrikan berwarna cerah mencolok.

 

Menurut Vilidius, pewarisan makna-makna tenun yang begitu dalam dan bermacam-macam sangat penting agar motif-motif tenun lama Batak bisa tetap dipertahankan. Dengan memahami makna dan proses panjang di baliknya, banyak penikmat tenun akan tertarik membeli atau mengoleksi tenun-tenun itu.

 

Ketua Perkumpulan Wastra Indonesia Bhimanto Suwastoyo menambahkan, saat ini petenun memiliki tantangan riil, yaitu desakan kebutuhan ekonomi. Mereka kini dituntut untuk lebih cepat memproduksi dan kemudian segera menjual tenun-tenunnya kepada tauke atau pengepul.

 

Kesaksian Edo, Vilidius, dan Bhimanto memberi pesan bahwa kekuatan tangan-tangan renta dari Sabang sampai Merauke itu jika diolah dengan baik akan menjadi kekayaan luar biasa. Meminjam istilah Edo, bahkan lebih dahsyat dari nuklir sekalipun.

 

SUMBER:

Tangan Renta Terhormat

https://kompas.id

ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

23 Kopi Indonesia Menang Penghargaan di Paris

Kopi asal Indonesia telah memenangkan penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis, pada Selasa (23/10/2018).

 

AVPA atau Agency for the Valorization of the Agricultural Products merupakan organisasi Perancis yang bertujuan membantu para produsen produk pertanian dari seluruh dunia untuk memasarkan produk mereka di pasar Eropa.

 

Setiap tahunnya AVPA mengadakan kompetisi “Coffee roasted in their country of origin” untuk membantu pemasaran roasted coffee negara produsen di Eropa.

 

Tahun ini kompetisi tersebut diikuti lebih dari 170 produsen kopi dari seluruh dunia.

 

Sebanyak 11 produsen diantaranya yang mewakili 23 kopi Indonesia dan memenangkan penghargaan tersebut.

 

Penghargaan Gourmet ini dibagi menjadi empat kategori yakni Gold Gourmet, Silver Gourmet, Bronze Gourmet dan Simple Gourmet. Presiden juri dan ahli organoleptik AVPA, Andre Rocher mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan kualitas kopi Indonesia yang sangat bervariasi.

 

Selain itu menurut juri Serge Edmond mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara memiliki kualitas roasting yang baik. 23 Kopi Indonesia mendapatkan penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis, Selasa (23/10/2018). (DOK. AVPA)

 

“Untuk mengembangkan kopi Indonesia di Eropa, produsen dan roastery di Indonesia harus lebih kompak lagi menunjukkan kopi Indonesia di Eropa, sehingga tidak kalah dengan negara-negara Amerika latin dan Amerika Tengah yang selalu kompak bersama,“ kata Indonesian Country Manager AVPA France, Annelis Putri dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTravel, Rabu (24/10/2018).

 

Ia mengatakan banyak partisipan yang terkejut melihat daftar pemenang dari Indonesia yang jumlahnya cukup banyak. Selain Indonesia, yang juga mendapatkan penghargaan terbanyak adalah Kolombia dengan 25 penghargaan dari 14 produsen kopi.

 

Sementara negara lainnya yang ikut dalam kompetisi ini diantaranya dari Brazil, Kamerun, Kongo, US (Hawaii), Gabon, El Salvador, Honduras, Kenya, Laos, Meksiko, Peru, Puerto Rico, Tanzania, Togo, dan lainnya.

 

Berikut merupakan daftar produsen, roastery dan petani dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan Gourmet Product Paris 2018.

1. AEKI koperasi koerintji – Bronze Gourmet

2. AEKI Garut Dr. Arffi – Bronze Gourmet

3. AEKI Kintamani – Simple Gourmet

4. AEKI D’Lampung – Bronze Gourmet

5. AEKI Temanggung Farmer Deddy – Bronze Gourmet

6. AEKI Toraja Sulotco – Silver Gourmet

7. Anomali Coffee Gunung Halu – Silver Gourmet

8. Arabica Van Cidaweung – Simple Gourmet

9. Cimbang Sinabung – Simple Gourmet

10. Gayodi – Simple Gourmet

11. Javanero Pasundan Natural – Simple Gourmet

12. Javanero Pasundan – Simple Gourmet

13. Javanero Papandayan – Simple Gourmet

14. Kopiku Tanah Air Kita, Papaku Manggarai – Gold Gourmet

15. Kopiku Tanah Air Kita, Gembala Baik – Bronze Gourmet

16. Le Plein d’Sens Kopi Luwak France – Gold Gourmet

17. Locarasa, Yogyakarta Volcanic Merapi – Simple Gourmet

18. Mangani Bali, Sweet Honeydew – Gold Gourmet

19. Onepus Takengon – Bronze Gourmet

20. Robusta Van Catangmalang Winey – Silver Gourmet

21. Robusta Van Catangmalang Ciragi – Bronze Gourmet

22. Tanamera Flores Honey – Silver Gourmet

23. Tanamera Bali Umejero – Silver Gourmet

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “23 Kopi Indonesia Menang Penghargaan di Paris”, https://travel.kompas.com/read/2018/10/25/065000027/23-kopi-indonesia-menang-penghargaan-di-paris.

Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja

Editor : Wahyu Adityo Prodjo

 

 

 

23 Kopi Indonesia Menang Penghargaan di Paris

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “23 Kopi Indonesia Menang Penghargaan di Paris”, https://travel.kompas.com/read/2018/10/25/065000027/23-kopi-indonesia-menang-penghargaan-di-paris.
Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : Wahyu Adityo Prodjo

Indonesia Masuk 10 Destinasi Terbaik 2019 Versi Lonely Plan

Lonely Planet yang merupakan buku panduan perjalanan dan penerbit media digital terbesar di dunia memasukkan Indonesia dalam 10 negara terbaik untuk dikunjungi tahun 2019. Indonesia berada di peringkat tujuh dunia.

Perusahaan yang dimiliki BBC Worldwide yang membeli 75 persen saham dari pendirinya, Maureen dan Tony Wheeler tahun 2007 dan 25 persen sisanya Februari 2011 menerbitkan daftar 10 negara terbaik untuk dikunjungi tahun 2019 yang direkomendasikan Lonely Planet. Daftar diterbitkan dalam buku Best In Travel 2019. Sampul buku Best in Travel 2019 bergambar Pura Ulun Danu di Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai rekomendasi dari Lonely Planet sangat penting. Karena rekomendasi ini membantu Indonesia mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019.

Referensi ini jelas tidak main-main. Karena, keran wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin deras mengalir. Alasannya jelas. Lonely Planet adalah panduan bagi wisatawan mancanegara, ujarnya.

Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk daftar. Tidak ada nama Thailand atau Malaysia yang selama ini menjadi pesaing. Hal ini tentu membuat bangga.

Ada sejumlah alasan para ahli Lonely Planet memasukkan Indonesia dalam daftar top 10. Kekayaan alam dan budaya Indonesia menjadi alasan pertama. Kekayaan membentang dari Sabang sampai Merauke.

“Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang terdiri atas beragam budaya, kuliner, dan agama. Semua membentang antar pulau, menawarkan segudang pengalaman,” tulis Lonely Planet dalam buku itu.

Di satu sisi, Lonely Planet juga menuliskan kondisi terakhir Indonesia yang sempat terkena musibah gempa. Namun, mereka menulis bahwa Indonesia adalah negara yang aman untuk dikunjungi.

“Gempa baru-baru ini terjadi di beberapa bagian Indonesia yang berada di lintasan Ring of Fire. Respons atas bencana alam masih dilakukan, tapi negara ini tetap aman bagi wisatawan,” ujar Lonely Planet.

Tidak hanya kondisi Indonesia yang disorot. Kebijakan Pemerintah Indonesia memberikan akses bebas visa kunjungan (BVK) untuk 169 negara di dunia, juga dipuji.

“Akses bebas visa untuk 169 negara. Tidak pernah lebih mudah untuk berkunjung ke negara tropis ini,” tulis Lonely Planet.

Lonely Planet juga mengimbau semua orang untuk segera liburan ke Indonesia. “Pergilah sekarang ke Indonesia, sebelum semua rahasianya terekspos!” saran Lonely Planet.

Dalam daftar itu, Sri Lanka menempati peringkat pertama. Diikuti Jerman dan Zimbabwe di posisi dua dan tiga. Sedangkan peringkat empat, lima dan enam berturut-turut diduduki oleh Panama, Kyrgyzstan, dan Yordania. Indonesia berada di peringkat tujuh, di atas Belarusia, Sao Tome and Principe, dan Belize yang dipilih diperingkat delapan, sembilan dan 10.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai rekomendasi dari Lonely Planet sangat penting, karena rekomendasi ini bisa turut membantu Indonesia mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019. Selain itu, penilaian positif ini bisa mempengaruhi faktor 3C, confidence, credibility, dan calibration.

Confidence. Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Credibility, jika dikomunikasikan dengan baik, award yang kita peroleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk citra,” ucapnya.

Sementara dari sisi Calibration, Arief mengatakan, penghargaan juga bermanfaat untuk mengetahui dan mengukur posisi Indonesia dibandingkan dengan yang lain. Bagi Menpar, memenangkan award akan membuat institusi semakin dikenal dan membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan di masa mendatang. Sebab semua pihak akan cenderung memilih para pemenang untuk menjadi mitra, pemasok, atau produsennya dibandingkan dengan yang lainnya.

 

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/travel

Danau Toba Masuk Google Street View, Menpar Beri Apresiasi

Danau Toba Masuk Google Street View, Menpar Beri Apresiasi

Kini keindahan Danau Toba dapat dilihat secara langsung via Google Street View. Menpar Arief Yahya pun memberi apresiasinya.

 

Berdasarkan press release yang diterima detikTravel dari Divkompublik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jumat (28/9/2018), layanan Google Street View Special Collect Danau Toba resmi diluncurkan bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia 27 September 2018 kemarin. Grand Launching ini dihadiri oleh petinggi Google Asia Pacific maupun Google Indonesia.

 

Prosesnya sendiri sudah berlangsung lebih dari satu bulan yang lalu (Agustus 2018) didampingi dan juga bekerjasama dengan perwakilan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

 

Danau Toba yang adalah Danau Vulkanik terbesar di dunia saat ini sudah bisa dinikmati langsung oleh siapa saja dan dari mana saja menggunakan sudut pandang virtual 360 derajat.

 

Diresmikan bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia kemarinDiresmikan bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia kemarin (dok Divkompublik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba)

Google bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan meningkatkan promosi destinasi kelas dunia yang ada di Indonesia kepada pengguna Internet, calon wisatawan dan investor supaya tertarik datang dan melihat langsung keindahan yang ada di destinasi ini.

 

Sebelumnya, Google Street View juga telah meluncurkan gambar dari sejumlah destinasi wisata di beberapa wilayah Indonesia, seperti Candi Borobudur (versi video Borobudur), Candi Prambanan, Batu Boko, Mendut, Pawon, Sari, Kalasan, Sewu.

 

Alat-yang-digunakan-untuk-memetakan-Danau-Toba-dok-Divkompublik-Badan-Pelaksana-Otorita-Danau-Toba

 

Selain itu ada pula pengambilan gambar untuk museum, di antaranya Museum Nasional dan Situs Purba Sangiran. Bahkan untuk Kawasan Wisata bawah air yang terkenal di Raja Ampat, telah dilakukan pengambilan gambar Underwater Street View.

 

Pemerintah menyambut baik Layanan Street View Special Danau Toba ini. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo mengungkapkan kekagumannya akan hasil yang memuaskan dari layanan Street View ini.

 

“Layanan baru ini sangat menguntungkan Destinasi Danau Toba dan masyarakat sekitar yang terekam dengan baik dan detail sekali. User dapat menikmati virtual reality ini secara langsung seakan-akan berada disana,” ujar Arie.

 

Alat yang digunakan untuk memetakan Danau Toba Alat yang digunakan untuk memetakan Danau Toba (dok Divkompublik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba)

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi inisiasi Google yang terus menjadikan destinasi wisata Indonesia mudah diakses secara virtual.

 

“Kami senang Google memilih Danau Toba sebagai salah satu lokasi Street View Special Collect yang mampu menyuguhkan keindahan panorama Danau Toba ke seluruh dunia,” kata Arief.

 

Menpar juga yakin, Street View akan ikut membantu meningkatkan pariwisata Indonesia di mata dunia sehingga wisatawan atau investor pun tidak merasa ragu lagi untuk berwisata dan berinvestasi ke Danau Toba.

 

“Kami berharap supaya ini akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Danau Toba, yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia. Danau Toba dan sekitarnya wajib dilihat oleh semua orang dan sekarang mereka bisa menikmatinya melalui Google Street View,” tutup Arief.

 

 

Sumber: detik.com

 

Bandara Silangit jadi Bandara Sisingamangaraja XII — Borsak Mangatasi Nababan

Siborongborong – Bandara Internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara resmi berganti nama. Kini Silangit dinamai dengan Bandara Sisingamangaraja XII. Belum diketahui apa penyebabnya Silangit berganti nama. Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi pun sudah mengiyakan soal pergantian nama tersebut.

via Bandara Silangit jadi Bandara Sisingamangaraja XII — Borsak Mangatasi Nababan

Lake Toba Ultra Marathon 2018 Diikuti 650 Peserta dari 8 Negara — Borsak Mangatasi Nababan

Lake Toba Ultra Marathon

Samosir – Sebanyak 650 pelari dari 8 negara akan mengikuti Lake Toba Ultra Marathon 2018 yang berlangsung, Sabtu (22/9) di Kabupaten Samosir Sumatera Utara. ”Samosir Lake Toba Ultra 2018, diikuti pelari asal negara Kenya, Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika, Inggris, Indonesia dan Cina,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro, kepada wartawan, Jumat (21/9).

via Lake Toba Ultra Marathon 2018 Diikuti 650 Peserta dari 8 Negara — Borsak Mangatasi Nababan

Pemerintah Siapkan Program Pembiayaan Khusus Pariwisata di Danau Toba

Pariwisata di Danau Toba

Pemerintah Pusat terus mendorong kegiatan pariwisata di kawasan Danau Toba. Selain masuk dalam peringkat pertama destinasi super prioritas Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah telah menyiapkan program pembiayaan khusus.

 

Hal itu terungkap sewaktu Launching Pilot Project Sektor Pariwisata, di Desa Janji Raja, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/9).

 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, program pembiayaan itu, diharapkan mensejahterakan rakyat di kawasan Danau Toba. Program pembiayaan tersebut, imbuhnya lumayan besar dengan anggaran Rp 500 juta dengan bunga 7 persen.

 

“Ingat, bahwa usaha-usaha UKM rintisannya itu paling lemah pada perbankan, dan ini kita sudah sepakat. Bahwa di bawah Menteri Perekonomian sudah diciptakan KUR khusus untuk pariwisata,” jelas Arief Yahya.

 

Pilot project di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sendiri, akan dilakukan selama enam bulan. “Setelah itu lalu kita perbaiki sistem yang perlu kita perbaiki. Apabila sukses, akan kita implementasi kepada seluruh kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba. Selanjutnya setahun kemudian di seluruh Indonesia,” paparnya.

 

Dalam kesempatan itu, Arief juga mengungkapkankan, pihaknya juga menawarkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata untuk IMF World Bank Annual Meeting. “Nanti pelaksanaan akan berlangsung pada 12-14 Oktober 2018 di Bali. Setelah itu akan ada beberapa deligasi yang akan mengunjungi Danau Toba,” tandasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyatakan, akan mendukung Menteri Pariwisata untuk memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba. Karena bagi Edy, Danau Toba merupakan kepingan surga kecil yang diberikan Tuhan di Sumut.

 

“Kami akan berjanji untuk memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba ini agar banyak orang yang akan berkunjung ke sini. Pak Presiden tak salah, Pak Menteri tak salah mengembangkan daerah ini,” tegas Edy.

 

 

Sumber: Jawa Post