Lake Toba Ultra Marathon 2018 Diikuti 650 Peserta dari 8 Negara — Borsak Mangatasi Nababan

Lake Toba Ultra Marathon

Samosir – Sebanyak 650 pelari dari 8 negara akan mengikuti Lake Toba Ultra Marathon 2018 yang berlangsung, Sabtu (22/9) di Kabupaten Samosir Sumatera Utara. ”Samosir Lake Toba Ultra 2018, diikuti pelari asal negara Kenya, Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika, Inggris, Indonesia dan Cina,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro, kepada wartawan, Jumat (21/9).

via Lake Toba Ultra Marathon 2018 Diikuti 650 Peserta dari 8 Negara — Borsak Mangatasi Nababan

Pemerintah Siapkan Program Pembiayaan Khusus Pariwisata di Danau Toba

Pariwisata di Danau Toba

Pemerintah Pusat terus mendorong kegiatan pariwisata di kawasan Danau Toba. Selain masuk dalam peringkat pertama destinasi super prioritas Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah telah menyiapkan program pembiayaan khusus.

 

Hal itu terungkap sewaktu Launching Pilot Project Sektor Pariwisata, di Desa Janji Raja, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/9).

 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, program pembiayaan itu, diharapkan mensejahterakan rakyat di kawasan Danau Toba. Program pembiayaan tersebut, imbuhnya lumayan besar dengan anggaran Rp 500 juta dengan bunga 7 persen.

 

“Ingat, bahwa usaha-usaha UKM rintisannya itu paling lemah pada perbankan, dan ini kita sudah sepakat. Bahwa di bawah Menteri Perekonomian sudah diciptakan KUR khusus untuk pariwisata,” jelas Arief Yahya.

 

Pilot project di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sendiri, akan dilakukan selama enam bulan. “Setelah itu lalu kita perbaiki sistem yang perlu kita perbaiki. Apabila sukses, akan kita implementasi kepada seluruh kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba. Selanjutnya setahun kemudian di seluruh Indonesia,” paparnya.

 

Dalam kesempatan itu, Arief juga mengungkapkankan, pihaknya juga menawarkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata untuk IMF World Bank Annual Meeting. “Nanti pelaksanaan akan berlangsung pada 12-14 Oktober 2018 di Bali. Setelah itu akan ada beberapa deligasi yang akan mengunjungi Danau Toba,” tandasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyatakan, akan mendukung Menteri Pariwisata untuk memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba. Karena bagi Edy, Danau Toba merupakan kepingan surga kecil yang diberikan Tuhan di Sumut.

 

“Kami akan berjanji untuk memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba ini agar banyak orang yang akan berkunjung ke sini. Pak Presiden tak salah, Pak Menteri tak salah mengembangkan daerah ini,” tegas Edy.

 

 

Sumber: Jawa Post

Wow, Danau Toba Masuk Top Destinasi Super Prioritas Indonesia

Masuk Top Destinasi Super Prioritas Indonesia

Dari empat destinasi super prioritas, Danau Toba berada di posisi teratas  dari tiga destinasi lainnya. Di posisi kedua ada Candi Borobudur di Jawa Tengah, diikuti Mandalika di Lombok dan Labohan Baju di NTT yang menjadi destinasi prioritas keempat.

 

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat Launching Pilot Project Sektor Pariwisata, di Desa Janji Raja, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/9). “Kenapa dibilang prioritas, karena apapun yang diminta masyarakat akan diberi,” ungkap Arief Yahya.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, bagi masyarakat khususnya pemuda di kawasan Danau Toba untuk merapatkan barisan serta ikut mengembangkan pariwisata Danau Toba. “Saya tegaskan bahwa, kesempatan ini tidak datang dua kali. Maka saya harapkan kekompakannya,” imbuhnya.

 

Jika seluruh elemen ikut serta dan kompak dalam pengembangan Danau Toba, ia pun yakin kunjungan satu juta wisatawan pada 2019 bukanlah hal yang mustahil. “Apalagi kawasan Danau Toba ini berada di delapan kabupaten,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Arief menambahkan, selama Danau Toba belum disertifikasi menjadi UNESCO Global Geopark (UGG), maka agak susah untuk menjual danau Toba ke luar. Seperti Borobudur yang sudah mendapat kan UNESCO Heritage. “Kita harapkan 2019 Danau Toba mendapatkan UGG dan pastinya Danau Toba yang indah ini menjadi destinasi utama wisata kelas dunia,” tandasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan, dirinya mendukung penuh launching pilot project sektor pariwisata untuk menumbuhkan kewirausahaan pada Homestay dan Tourist Guide di kawasan Danau Toba khususnya di Desa Tipang, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

 

“Saya sangat mendukung sekali project ini untuk membangun pariwisata di kawasan terbesar nomor dua di dunia ini,” kata Edy.

 

Selain Menteri Pariwisata, dan Gubernur Sumut, turut hadir dalam kegiatan yang digelar di desa yang berbatasan dengan Desa Tipang, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan itu, Menteri Komunikasi dan Informasi , Rudi Antara; perwakilan Menteri Koordinator Perekonomian; Kementerian PUPR; Kementerian Pemuda dan Olahraga;  Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor; Bupati Tobasa, Darwin Siagaian dan tokoh masyarakat.

Kawasan Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Danau Toba Menjadi AGROPOLITAN

Kawasan Danau Toba menjadi AGROPOLITAN sebuah gran disain pemerintah didalam mewujudkan Destinasi Pariwisata Danau Toba berkelas dunia  pesan bagi para petani dan industri pertanian.

 

Bupati Kawasan Danau Toba Hadiri Rapat di Kementerian PPN/Bappenas

 

Bupati atau Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba dan RE Nainggolan hadiri rapat di Kementerian PPN/Bappenas dengan topik ‘Agropolitan di Kawasan Danau Toba’ dan selanjutnya menghadiri Rapat di Kemenko Bidang Kemaritiman membahas pengembangan Pariwisata Danau Toba, (Jakarta, Selasa-21/8).

 

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (sektor usaha pertanian dalam artian luas) di wilayah sekitarnya. Beberapa daerah menerapkan konsep agropolitan untuk kemajuan daerah. Hal ini didasarkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan agraris/pertanian. Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

 

Rapat pertama dipimpin langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro yang didampingi Direktur Pangan dan Pertanian menyampaikan beberapa poin, diantaranya Pengembangan Agropolitan perlu diimplementasikan dengan kerjasama seluruh Kepala Daerah se-Kawasan Danau Toba yang melibatkan pihak swasta, memperhatikan produk sayuran-buah harus kualitas yang layak, memangkas alur pendistribusian/agen/tengkulak dan mengakomodir kearifan lokal.

“Kami bersama kementerian terkait akan mengevaluiasi Tata Ruang terkait Kawasan Hutan dan akan melaksanakan pengembangan infrastruktur jalan dan transport kereta api. Semua harus berupaya keras dalam mewujudkan Agropolitan di Kawasan Danau Toba,”akhir sambutan Menteri PPN/BAPPENAS.

 

Selanjutnya, pada rapat kedua yang dipimpin Dr. Ridwan Djamaluddin Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur membahas tentang pengembangan jalan lingkar diluar Danau Toba dan Undang-Undang Perairan serta hal yang terkait dengan pelaksanaan Otorita Pariwisata Danau Toba.

 

Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan merupakan bagian dari potensi kewilayahan kabupaten di mana kawasan agropolitan itu berada. Pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan yang merupakan penguatan sentra-sentra produksi pertanian/perikanan yang berbasiskan kekuatan internal, akan mampu berperan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang mempunyai daya kompetensi inter dan intra regional.

 

Agropolitan merupakan kawasan ekonomi berbasis pertanian dan dicirikan komoditi unggulan, dengan batasan skala ekonomi/skala usaha tanpa dibatasi wilayah administrasi. Sasaran dalam pengembangan kawasan agropolitan ini adalah mewujudkan kawasan agroplitan dan berkembangnya ekonomi lokal yang berbasis produk unggulan daerah yang efektif, efisien, transparan dan berkelanjutan. Komoditas pertanian yang dibudidayakan adalah komoditas pertanian (tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, perikanan) yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan beberapa usulan maupun masukan terkait pembangunan dan juga pengembangan pariwisata di Tapanuli Utara, perubahan ketentuan-peraturan yang mengatur tentang pembebasan lahan hutan yang akan digunakan mendukung agrowisata dan pendirian Universitas Negeri di Tapanuli Raya. “Universitas Negeri ini nantinya akan ditempatkan di seluruh Tapanuli Raya dimana pembagian Fakultas sesuai dengan kondisi Pemda masing-masing. Kami meminta dukungan semua pihak dalam mewujudkan Universitas Negeri di Tapanuli Raya dan berharap masalah-masalah yang masih mengganjal akan dapat dituntaskan dengan baik,” tambah Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan pentingnya pembangunan interkoneksi antar kabupaten seperti Garoga-Seimangke Labuhan Batu dan akses jalan pantai Barat dan Pantai Timur , pengembangan jalan nasional yang belum tersentuh dan volumenya masih sangat minim.

 

Melalui pendekatan agropolitan pembanguan wilayah semestinya dapat membawa kemajuan wilayah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, budaya, tradisi dengan disertai inovasi-inovasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan.

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tortor Simalungun Dipertunjukkan pada Pagelaran Asian Games

Tarian tradisional Simalungun, Sumatera Utara, dipertunjukkan pada rangkaian acara Asian Games 2018 di Wisma Atlit Jakarta, Rabu (22/8/2018), dari sore hingga malam hari.

 

Berbincang dengan Tribun Medan melalui pesan WhatsApp, Seniman Simalungun Triadil Saragih menjelaskan kedua tarian tersebut adalah Tortor Sombah dan Haroan Bolon.

 

Tarian diperagakan lengkap dengan pakaian tradisional dari Simalungun.

 

“Walau tak tampil di pembukaan Asian Games, kami bersyukur bisa tampil di sini. Dua tortor yang kami tampilkan,” kata Triadil Saragih.

 

Penampilan tarian Simalungun ini diperuntukan untuk menghibur para atlit yang berada di Wisma Atlit.

 

Triadil menceritakan suasana di sana sungguh cair.

 

Bahkan usai menari, atlit dari beberapa negara pengin berswafoto dengan penari.

 

“Atlit dari Afghanistan dan Tiongkok minta berfoto. Kami sangat bersyukur tarian Simalungun diterima dengan baik bahkan mereka bertepuk tangan usai penampilan,” sambungnya.

 

 

 

 

 

 

Sumber http://medan.tribunnews.com

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Butuh Syahbandar di 35 Dermaga di Danau Toba

Setidaknya ada 35 dermaga resmi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yang diharapkan memiliki syahbandar demi keamanan transportasi air di kawasan tersebut.

 

“Perlu sedikitnya 35 syahbandar untuk mengawasi dermaga dan transportasi di kawasan Danau Toba yang sudah dijadikan salah satu kawasan wisata unggulan di Indonesia,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Muhammad Zein Siregar di Medan, Minggu (15/7/2018).

 

Menurut Zein, jumlah 35 dermaga di kawasan Danau Toba itu sesuai data resmi.

 

Di luar itu, Dinas Perhubungan Sumut mencatat, masih ada 150 dermaga lainnya. Zein mengatakan, penempatan syahbandar di 35 dermaga Danau Toba itu diharapkan bisa segera dilakukan setelah Kementerian Perhubungan membentuk Direktorat Pengelolaan Danau dan Sungai.

 

Sejak diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah yang terbaru, lanjut dia, kewenangan pengelolaan transportasi danau dan sungai,

 

Terminal Tipe A maupun jembatan timbang diambil alih oleh Pemerintah Pusat. “Jadi Pemprov Sumut memang berharap banyak ke Pemerintah Pusat,” katanya.

 

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengatakan, agar semakin diminati oleh wisatawan,

 

Danau Toba harus terus dibenahi dari berbagai sisi. Sisi transportasi, lanjut dia, sangat penting setelah ada kejadian kecelakaan kapal di perairan itu.

 

Menurut Solahuddin, dengan adanya syahbandar, maka keamanan lalu lintas perairan di Danau Toba diharapkan semakin teratur dan aman.

 

“Kalau sektor transportasi dibenahi dan diiringi sektor lain termasuk objek wisata buatan, Danau Toba diyakini semakin diminati,” ujar Solahuddin. EditorCaroline Damanik

 

SumberAntaranews.com

 

1 Agustus, Api Obor Asian Games 2018 Mampir ke Danau Toba

SIMALUNGUN, Kawasan Danau Toba, persisnya di Kabupaten Simalungun menjadi salah satu rute yang akan dilewati Api Obor Asian Games 2018.

 

Kepala Bagian Informatika dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Simalungun, Akmal Siregar pada Sabtu (28/7/2018) malam, menyebut, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan tiba di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 31 Juli 2018 malam.

 

Selanjutnya tim akan istirahat sebelum kemudian melanjutkan sejumlah kegiatan yang sudah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Simalungun pada 1 Agustus 2018.

 

“Tim pembawa Api Obor Asian Games tiba 31 Juli 2018 malam. Kami akan sambut di Pesanggrahan Soekarno, Parapat. Kegiatan malam itu hanya penyambutan api dan tim istirahat,” jelas Akmal.

 

Kemudian keesokan harinya, ungkap Akmal, dilakukanlah prosesi kirab sejak pukul 07.00 WIB, di mana Api Obor Asian Games 2018 diarak dimulai dari Pesanggrahan Soekarno menuju Pantai Atsari untuk kemudian akan diarak melintasi perairan Danau Toba menuju Hotel Patra Jasa Parapat.

 

“Dari bawah (Hotel Patra Jasa di tepi Danau Toba) Api Obor Asian Games diarak menuju Pantai Bebas Parapat,” lanjut Akmal.

 

Finish pengarakan Api Obor Asian Games 2018 berada di Pantai Bebas. Di sana nantinya tim pembawa api bakal disambut dengan kearifan lokal dan tarian daerah dari Simalungun.

 

“Akan ada pagelaran Tortor Sombah dari etnis Simalungun menyambut tim pembawa Api Obor Asian Games di Pantai Bebas,” tukas Akmal.

 

Selepas dari Pantai Bebas Parapat, tim pembawa Api Obor Asian Games 2018 akan menuju Bandara Silangit.

 

(Kompas TV) PenulisKontributor Pematangsiantar, Tigor Munthe Edito rAprillia Ika Tag: Danau Toba Asian Games Simalungun Sumut Api Obor Asian Games 2018

Sapta Pesona Danau Toba

Sapta Pesona Danau Toba

Assestment Unesco Global Geopark terhadap Geopark Kaldera Toba sudah selesai hari ini dan apapun hasilnya berhasil lulus/tidak-lulus, manajemen pariwisata harus dilanjutkan dengan perbaikan.

Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba mengikuti “sustaintable development principle” yang bertumpu pada Sapta Pesona daripada Toba dan seluruh elemennya : alam, hayati, kultural, religi, edukasi, inovasi, konvensi, dan kreasi milenia baru.

 

Prasyarat keberhasilan harus dimulai dari:
A – Akses, A – Akomodasi, A – Atraksi, A – Amenitas, dan A – Aksentual (keunikan), terutama Akses Transportasi ke/dari Kawasan Danau Toba, khususnya Bandara, Jalinkar Toba/Samosir, Jalur Feri, dan Kereta Api.

Syarat lanjutan tentunya ditentukan dari Lingkungan Hidup, Manajemen Pariwisata, dan Pemberdayaan Masyarakat & Sumber Daya Manusia melalui Permen, Pergub, Perda, dan Edukasi serta Sosialisasi, juga keterlibatan masyarakat tersebut.

 

Syarat tambahan yang harus ditanamkan untuk mengakselerasi keberhasilan pembangunan destinasi pariwisata Kawasan Danau Toba adalah melalui SINERGI PEMERINTAH GEREJA KOMUNITAS didalam seluruh aspek dan strategi pelaksanaannya.

 

Perjuangan Geopark Kaldera Toba Raih Pengakuan UNESCO

Geopark Kaldera Toba Raih Pengakuan UNESCO

Geopark Kaldera Toba sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Sudah tiga kali mereka mengajukan diri ke UNESCO.

 

Geopark Kaldera Toba mendapatkan pengakuan sebagai geopark nasional di tahun 2013 dengan wilayahnya yang mencakup 7 kabupaten. Mereka sedang berjuang untuk ketiga kalinya demi mendapatkan titel UGG (UNESCO Global Geopark).

 

“Ini adalah momen ketiga kami mengajukan untuk UGG. Pertama kali memgajukan tahun 2014 namun ditolak. Begitu juga di tahun 2017, Unesco pun akhirnya memberikan saran yang harus dibenahi,” ujar Hidayati, Kadispar sekaligus General Manager Geopark Kaldera Toba, Kamis (12/7/2018) di Konfrensi Nasional 1 Geopark Indonesia yang berlangsung di gedung Bappenas, Jakarta.

 

Hidayati pun menuturkan bahwa Geopark Kaldera Toba sedang mrmpersiapkan dan memvenahi diri sesuai standar dan saran Unesco untuk mencapai UGG. Semua pihak pun saling membahu untuk mencapai tujuan itu.

 

“Sekarang kami sedang berbenahi diri sesuai masukan dari Unesco. Tidah hanya pemeribtah yang bekerja keras, tapi semua pihak ikut andil dalam perbaikan ini,” tambah Ida.

 

Ida juga menyampaikan bahwa Geopark Kaldera Toba mempersiapkan 5 hal yang menjadikan mereka pantas untuk mendapatkan pengakuan UGG. Mereka melakukan beragam program demi UGG dan oeningkatqn kunjungan wisatawan

 

“Ada lima hal yang menjadikan geopark Kaldera Toba spesial, yaitu super vulcano dari gunung apinya, danau vulkanik yang super besar, keunikan suku Batak, landscape yang menawan, dan keanekaragaman hayatinya,” ujar Ida.

 

“Kami merangkul semua pihak dan umur untuk memperkenalkan betapa uniknya geopark Kaldera Toba. Kami telah menyusun dan memanjemen langkah untuk ke depannya,” tutup Ida. (rdy/aff)

 

 

Sumber https://travel.detik.com/travel-news/d-4112120/perjuangan-geopark-kaldera-toba-raih-pengakuan-unesco?_ga=2.123481355.1807146540.1531443645-565234654.1509868473

Kemenhub Akan Siapkan 5 Kapal Penyeberangan untuk Kawasan Danau Toba

KMP Ihan Batak Penyeberangan dari Ajibata ke Ambarita

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pihaknya dan sejumlah lembaga terkait akan menyiapkan 5 kapal untuk mendukung kegiatan pelayaran di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

 

Menurut Budi, salah satu kapal dengan ukuran 300 gross tonnage (GT) ini akan bisa digunakan pada November 2018 nanti.

 

“Hari ini saya ingin memastikan proyek pembangunan kapal roro yang akan ditempatkan di Pelabuhan Tomok ke Pelabuhan Ajibata dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang ada,” kata Budi di sebuah galangan kapal di Porsea, Sumatera Utara, Jumat (22/6/2018).

 

Ia menugaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan pengawasan agar kapal ini bisa meningkatkan pariwisata di Danau Toba.

 

Selain itu, di tahun 2019, Kemenhub akan membangun satu kapal lagi. ” ASDP yang akan menjadi operator kapal ini nanti akan membangun 1 lagi dan kami sudah dapat konfirmasi ada dua kapal lagi yang akan disumbang oleh swasta yang beroperasi di Sumut,” katanya.

 

Untuk empat kapal lainnya, Budi meminta pemerintah setempat untuk melakukan penelitian terkait penyesuaian kebutuhan yang diinginkan.

 

Ia mencontohkan, kapal yang sedang dibangun saat ini memiliki kapasitas untuk 280 orang, 17 truk dan 32 mobil.

 

“Kita pesan, tolong ikut mengawasi apa yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan karena safety adalah keharusan.

 

Jadi syahbandar harus punya pengetahuan dan komitmen. Bahkan nahkoda-nahkoda itu kita sekolahkan supaya penduduk di sini dapat kerjaan dengan kualifikasi lebih bagus,” kata dia.

 

Budi juga ingin kawasan Porsea ini bisa menjadi galangan kapal yang dikelola oleh masyarakat setempat.

 

Oleh karena itu, ia ingin anak-anak setempat bisa dididik untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola galangan kapal.

 

“Agar mereka menjadi pemain-pemain dan semua dikerjakan oleh masyarakat Sumut. Nah ini sudah kita sepakati untuk dilaksanakan, satu sisi kita menunjang pariwisata,” ujarnya.

 

Menurut dia, keberadaan industri perkapalan di kawasan Danau Toba nantinya bisa meningkatkan kualitas pelayaran.

 

“Selain akan membuat unit UPT (Unit Pelaksana Teknis) supaya mengawasi operasional yang ada di Toba, sudah minta BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) untuk datang ke sini selain mengawasi pembangunan kapal juga akan supporting pengawasan kapal-kapal yang ada,” kata dia.

 

Nantinya kelima kapal ini akan dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry demi menjaga profesionalitas layanan kapal penyeberangan.

 

Dengan demikian, pengelolaan pariwisata di Danau Toba juga akan maksimal. “Kita minta ASDP untuk lakukan, tetapi kami minta ASDP melibatkan semua masyarakat Toba dan sekitarnya,” kata dia.

 

Sumber:  https://nasional.kompas.com/read/2018/06/22/10594701/kemenhub-akan-siapkan-5-kapal-penyeberangan-untuk-kawasan-danau-toba.

Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor : Diamanty Meiliana