Jembatan Tano Ponggol adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir dan Sumatera. Kita mengenal Samosir sebagai sebuah pulauberada di tengah Danau Toba. Namun, banyak orang yang tidak tahu jika Pulau Samosir terhubung dengan Sumatera oleh sebuah jembatan yang bernama jembatan Tano Ponggol. Dan tanpa jembatan itu, tak akan ada sebutan Pulau Samosir. Mengapa demikian? Dahulu ternyata pulau Samosir berada satu daratan dengan Pulau Sumatera dan Samosir berbentuk sebuah tanjung yang berada di Danau Toba.

 

Oleh Belanda yang pada saat itu menguasai Indonesia kemudian membangun suatu terusan dengan memotong dan membangun sebuah kanal. Sebelumnya pada bagian paling sempit dari Samosir yang lebarnya hanya sekitar 300 meter penduduknya sering menarik perahunya jika hendak ke bagian lain dari danau daripada jauh mengitari danau dengan waktu tempuh yang lebih lama. Setelah kanal dibangun oleh Belanda bagian Danau Toba menjadi menyambung sehingga Samosir menjadi sebuah pulau.

 

Di atas kanal tersebut dibangun sebuah jembatan yang menjadi penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Samosir yang letaknya berada di sebuah kota kecil yang bernama Pangururan. Maka selain naik penyeberangan ferry untuk mencapai Pulau Samosir bisa ditempuh lewat perjalanan darat melewati jembatan ini. Jembatan ini hanya sebuah jembatan kecil saja yang panjangnya hanya sekitar 20 meter merupakan satu-satunya jalan menuju Pulau Samosir lewat jalur darat.

 

Jembatan Tano Ponggol dibangun oleh Belanda pada tahun 1913 dengan sistem kerja paksa hingga jembatan tersebut terbentuk. Tano Ponggol artinya tanah yang dipenggal, diputus. Tadinya berupa daratan, namun kemudian berubah jadi sungai dan putuslah tanah (Samosir) ini dengan Sumatera,. Dahulu jembatan ini dibuat hanya menggunakan kayu dan digunakan untuk waktu yang cukup lama. Namun kini Jembatan Tano Ponggol sudah dibeton. Pembuatan jembatan menjadi bangunan beton dilakukan pada tahun 1982.

 

Jembatan tano ponggol ini cukup menarik untuk dikunjungi dan menjadi tempat wisata. Untuk mencapai jembatan ini, wisatawan dari Medan bisa menaiki mobil angkutan semacam Elf yang disebut Sampri. Sampri sebenarnya nama operator anngkutan itu. Sampri jurusan Medan (Padang Bulan) – Pangururan akan mengantar penumpang dengan perjalanan selama 6 jam dengan ongkos Rp 55.000 per orang.

 

Jika dilihat sekilas  untuk sebuah jembatan yang sangat penting, Jembatan Tano Ponggol tidak terlihat istimewa. Jalanannya berupa aspal kasar, plang besi jembatan ada yang putus dan sungai di bawahnya terlihat mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Padahal, dengan perbaikan infrastruktur jalan, sungai dan jembatan, Tano Ponggol bisa dikemas menjadi objek wisata yang menarik. Bayangkan, jembatan sependek ini bisa menghubungkan Pulau Samosir nan luas dengan daratan Sumatera di Danau Toba. Luar biasa!

 

Saat ini lokasi jembatan Tano Ponggol akan dikembangkan sebagai obyek wisata yang lebih menarik oleh pemerintah. Pemerintah sudah merencakan pembangunan sebuah jembatan yang baru yang akan menjadi icon wisata baru di Pangururan.