Menu Close

Artikel

Jembatan Tano Ponggol Yang Menghubungkan Sumatera dan Samosir

Jembatan Tano Ponggol

Sebuah jembatan yang menjadi penghubung Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera berada di suatu daerah yang bernama Pangururan dan jembatan ini diberi nama Jembatan Tano Ponggol adalah penghubung untuk menyebrangi Danau Toba ke Pulau Samosir yang berada di bagian tengahnya. Danau Toba ini  sudah terkenal ke seluruh dunia karena keindahan alamnya. Demikian halnya Pulau Samosir juga sudah dikenal sebagai pulau yang keberadaannya ada di tengah-tengah Danau Toba.

 

Jembatan Tano Ponggol ini adalah salah satu jalan wisatawan bisa menyeberang ke Pulau Samosir selain jalan lain melalui penyeberangan kapal ferry dari Parapat ke Tomok yang ada disisi lain Pulau Samosir, untuk bisa mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di pulau tersebut. Jembatan ini berada disisi barat Pulau Samosir tepatnya di kota Pangururan kabupaten Samosir. Jembatan ini menjadi penghubung antara Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir.

 

Jembatan Tano Ponggol kelihatannya tidak memiliki keistimewaan, dengan jalanannya masih terbuat dari aspal kasar lalu besi-besi jembatannya ada yang putus dan bentuknya sama dengan jembatan pada umumnnya. Sementara jika diperhatikan ke arah sungai di bawahnya terlihat sudah mengalami pendangkalan oleh endapan lumpur. Jembatan ini kelihatannya biasa saja.

Namun jembatan ini memiliki keistimewaan yang tidak banyak diketahui orang dan oleh karenanya jembatan ini menjadi sangat penting karena jika tidak ada jembatan ini tidak akan ada dikenal Pulau Samosir, karena tanpa ada jembatan ini tidak akan ada Pulau Samosir seperti yang diketahui sekarang.

 

Keberadaan Jembatan

Jembatan yang menjadi satu-satunya jalan darat dari Pulau Sumatera ke Pulau Samosir memiliki panjang hanya 20 meter saja. Ternyata dahulu daratan yang merupakan bagian Pulau Samosir saat ini merupakan bagian yang menyatu dengan Pulau Sumatera membentuk sebuah tanjung di tengah-tengah Danau Toba. Bagian tersempit dari Samosir tersebut adalah daerah Pangururan dengan ukuran lebar sekitar 300 meter.

 

Oleh pemerintahan Belanda saat itu melakukan pembangunan kanal dengan memotong bagian yang sempit itu sehingga kedua sisi danau Toba bisa ketemu. Setelah pembangunan kanal tersebut akhirnya bagian Samosir benar-benar terpisah dari bagian Sumatera dan akhirnya bisa dikatakan menjadi sebuah pulau. Tujuan dibangun kanal ini agar tidak perlu lagi memutari Samosir untuk bisa berpindah dari sisi satu ke sisi satunya dari danau. Sebelumnya warga menyeret perahunya untuk berpindah ke sisi lain dari air danau daripada mengitari jauh mengelilingi bagian Samosir.

 

Sejarah Pembuatan Jembatan

Pembuatan kanal ini dikerjakan pada tahun 1913 oleh Belanda dengan mengandalkan kerja paksa. Setelah selesai dikeruk terbentuklah sebuah kanal yang oleh penduduk setempat untuk jembatan yang menghubungkan daratan yang dipisah tersebut dinamakan dengan Jembatan Tano Ponggol, yang artinya tanah putus. Pada awalnya jembatan ini terbuat hanya dari kayu saja dan digunakan dalam waktu yang cukup lama. Lalu sekitar tahun 1982 jembatan tersebut dibongkar dan diganti dengan jembatan beton. Kondisi saat ini jembatan ini dibiarkan hanya seperti jembatan biasa saja. Padahal jembatan ini bisa menjadi hal yang menarik buat wisatawan untuk mengunjungi daerah ini, apalagi di daerah Panguruan terdapat objek-objek wisata yang cukup menarik seperti permandian air panas. Dari sana wisatawan juga bisa bergerak ke arah Tele dimana wisatawan bisa melihat pemandangan ke arah Danau Toba yang bak cermin dilihat dari ketinggian Tele, tempatnya dinamakan panatapan Tele.

Cara Menuju Lokasi Jembatan

Jadi jembatan ini memang luar biasa karena menjadi penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Samosir yang melewati Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia. Untuk bisa sampai di jembatan ini, wisatawan dari Medan bisa kesana dengan menaiki kenderaan angkutan semacam Elf yang disebut Sampri. Sampri adalah nama operator anngkutan itu yang merupakan singkatan dari PO. Samosir Pribumi . Perjalanan untuk sampai dilokasi adalah enam jam menaiki  Sampri jurusan Medan (Padang Bulan) – Pangururan dengan ongkos sebesar Rp 55.000 per orang.

 

Tano Ponggol bisa dikemas menjadi objek wisata yang menarik, karena memiliki sejarah yang istimewa karena  jembatan yang pendek ini adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir nan luas dengan daratan Sumatera di Danau Toba. Menakjubkan bukan! Apalagi jika jembatan ini diperbaiki sedemikian rupa sehingga lebih indah dan lingkungannya ditata lebih baik. Buat wisatawan yang tertarik bisa datang ke lokasi ini sekalian bisa menikmati permandian air panas di dekat sana.

 

 

 

Lihat lokasi jembatan Tano Ponggol disini!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *