Pengembangan Desa Wisata di Danau Toba Segera Dikerjakan

Pengembangan Desa Wisata di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba, Sumatera Utara, harus segera dikerjakan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan.

“Sekarang kita tinggal bahas siapa berbuat apa, time table, berapa dana yang dihabiskan, Juli kita mulai bekerja, kalau tidak bisa kita mundur sebulan,” ujar Luhut dalam video conference Rakor Pengembangan Desa Wisata di DSP Danau Toba.

Luhut memaparkan bahwa pihaknya membagi pekerjaan kepada kementerian/lembaga terkait agar terintegrasi, diikutsertakan juga ahli kultur orang Batak. Semuanya, kata Luhut, telah tergambar apa yang harus dilakukan tiap kementerian/lembaga, jadi koordinasi juga diharuskan ketat walaupun physical distancing.Di DSP Danau Toba, nantinya akan dikembangkan sebanyak 10 Desa Wisata. Di antaranya, tiga desa di Kabupaten Humbang Hasundutan, empat desa di Kabupaten Toba, dan tiga desa di Kabupaten Tapanuli Utara.

Dari semua Desa tersebut ada berbagai kebutuhan utama, terutama infrastruktur yang wajib dibenahi. Di antaranya, perbaikan akses jalan di tujuh desa, penyediaan air bersih di lima desa, pelatihan SDM di tiga desa, dan perbaikan rumah adat di dua desa.

Nantinya, tujuh kementerian akan bahu membahu demi kebutuhan dukungan yang sudah disepakati bersama. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan mengejar penyelesaian master plan Desa Wisata dan pendampingan, serta pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengelola Desa Wisata.

Kemudian, Kemendes PDT akan melakukan pendampingan pengelolaan Dana Desa untuk kebutuhan bersama dan pendampingan pengelolaan BUMDES. Selain itu, Kementerian PU-PR yang akan melakukan perbaikan akses jalan menuju dan dalam kawasan Desa, perbaikan rumah masyarakat untuk dijadikan homestay, penataan kawasan permukiman, dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan IPAL.

Sementara Kemenhub akan melaksanakan pembangunan dermaga dan halte pemberhentian Bus Air dan penyediaan angkutan wisatawan dengan Bus Air. Turut berperan juga Kemendikbud, Kementerian KLHK, Kemenkominfo dan juga BUMN, seperti Pertamina dan pihak swasta yakni Airy.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan menindaklanjuti hasil kunjungan yang dilakukannya bersama dengan Menko Marves. Ia menyarankan, berkaca dari destinasi wisata di seluruh dunia, kesuksesan mereka adalah, dengan menjaga suasana yang kental dengan kearifan dan kultur lokal, dan yang terpenting adalah aksesibiltas dan juga kebersihan.

“Jadi, kami harap para Bupati agar fokus terhadap kebersihan, dan pengelolaan sampah tetap terjaga. Tugas kami juga mencari potensi kreativitas anak-anak muda yang masih memegang teguh adat dan budayanya,” papar Menteri Tama.

Menteri PU-PR, Basuki Hadimuljono juga menyatakan, bahwa pihaknya sudah memulai pembangunan berbagai infrastruktur. Sebagian sudah dalam proses lelang dan ditargetkan pada 2020 ini sudah terjadwal.

“Program DSP Danau Toba dan lain-lain, seperti yang disampaikan Menko Luhut tadi, sudah mulai bekerjanya dan sudah mulai proses lelang semua, pada Juni – Juli tahun ini sudah bisa dimulai,” jelas Menteri Basuki.

 

sumber: medcom.id

Leave a Reply

Skip to toolbar