Profile
Profile
Photos
Map
Reviews
Related Listing
  • Pulau Mursala adalah pulau terbesar di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang termasukdalam wilaya administrasi Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah dan terletak di sebelah Barat Daya Kota Sibolga dan berjarak 22,5 km dari Pandan, Tapanuli Tengah.

     

    Ada yang unik yang dijumpai di pulau iniyakni sebuah air terjun yang langsung airnya terjun langsung ke permukaan air laut.

     

    Pemandangan air terjun ini sangat menakjubkan sehingga akan membuat siapa saja yang melihatnya terpukau akan keindahannya.

    Selain air terjunnya yang indah, Pulau Mursala ini juga menmpunyai objek wisata lain yang tak kalah menarik yaitu Pulau Jambe. Pulau Jambe merupakan perairan dangkal yang terdiri dari terumbu karang dan aneka jenis ikan.

     

    Secara umum, struktur tanah di tempat ini berbentuk bukit dan mempunyai dasar-dasar perairan yang berlumpur lallu vegetasi yang tumbuh adalah bakau, rumput dan tunbuhan tingkat tinggi. Meskipun cukup luas, tapi pulau ini tidak berpenghuni.

     

     

    Film King Kong Syuting di Pulau Mursala

     

    Dalam film King Kong Pulau Mursala digambarkan sebagai pulau tengkorak atau Skull Island. Film ini menceritakan tentang  mahluk raksasa Kong yang memiliki ikatan batin dengan Ann Darrow yang diperankan oleh Naomi Watts. Dalam film ini daratan Pulau Mursala digambarkan sebagai pulau asal King Kong. Di pulau ini terdapat banyak hewan purba dan suku asli yang sangat bar bar.

    Selain film King Kong, film drama Indonesia juga pernah syuting di pulau ini. Film ini berjudul Mursala yang diproduksi pada tahun 2013.

     

    Cerita Legenda Pulau Mursala

     

    Dahulu kala, ada sebuah kerajaan terkenal dan makmur yang bernama Barus Raya yang berpusat di Kota Gukguk dan Kota Beriang. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang ratu Jayadana atau yang lebih dikenal sebagai Putri Runduk yang memiliki paras yang sangat cantik bahkan kecantikannya ini telah tersebar hingga ke seluruh kerajaan.

     

    Kecantikan Putri Runduk tersebut kemudian didengar oleh Raja Janggi yang berasal dari Sudan dan keturunan Raja Tionghoa. Raja Janggi memiliki keinginan untuk menikahi Putri Runduk namun ditolak. Raja Sanjaya dari kerajaan Mataram juga memiliki keinginan untuk menikahi Putri Runduk, namun sang putri tetap menolak.

     

    Kedua raja inipun saling menyerang dan menghancurkan antar pasukan kerajaan. Hal ini dilakukan demi untuk mendapatkan hati Putri Runduk. Raja Janggi pun memenangkan pertempuran tersebut.

     

    Saat pertempuran itu terjadi, Putri Runduk dan pengawalnya yang bernama Sikambang Bendaharo lolos ke daratan bernama Mursala. Putri Runduk pun kemudian mendirikan kerajaan baru di Pulau Mursala.

     

    Setelah lama mencari Putri Runduk, akhirnya Raja Janggi mendengar kabar keberadaan Putri Runduk di Pulau Mursala. Raja Janggi mencoba menyerang pulau itu. Raja Janggi memasuki pulau dengan mudah karena pasukan Putri Runduk tidak sebanyak pasukan Raja Janggi.

     

    Saat Raja Janggi mencoba memeluk Putri Runduk, sang putri marah besar dan memukul Raja Janggi dengan tongkat yang terbuat dari kayu akar Bahar. Lalu tiba-tiba Raja Janggi berubah menjadi batu dan Putri Runduk melompat ke laut dan tidak pernah kembali. Kue beras Putri Runduk dibiarkan dan berubah hingga menjadi daratan yang disebut Situngkus, nampannya berubah menjadi Pulau Talam dan barang-barang lainnya seperti kain menjadi Pulau Lipat Kain.

     

     

  • No Records Found

    Sorry, no records were found. Please adjust your search criteria and try again.

    Google Map Not Loaded

    Sorry, unable to load Google Maps API.

  • Leave a Review

    Your email address will not be published. Required fields are marked *