Assestment Unesco Global Geopark terhadap Geopark Kaldera Toba sudah selesai hari ini dan apapun hasilnya berhasil lulus/tidak-lulus, manajemen pariwisata harus dilanjutkan dengan perbaikan.

Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba mengikuti “sustaintable development principle” yang bertumpu pada Sapta Pesona daripada Toba dan seluruh elemennya : alam, hayati, kultural, religi, edukasi, inovasi, konvensi, dan kreasi milenia baru.

 

Prasyarat keberhasilan harus dimulai dari:
A – Akses, A – Akomodasi, A – Atraksi, A – Amenitas, dan A – Aksentual (keunikan), terutama Akses Transportasi ke/dari Kawasan Danau Toba, khususnya Bandara, Jalinkar Toba/Samosir, Jalur Feri, dan Kereta Api.

Syarat lanjutan tentunya ditentukan dari Lingkungan Hidup, Manajemen Pariwisata, dan Pemberdayaan Masyarakat & Sumber Daya Manusia melalui Permen, Pergub, Perda, dan Edukasi serta Sosialisasi, juga keterlibatan masyarakat tersebut.

 

Syarat tambahan yang harus ditanamkan untuk mengakselerasi keberhasilan pembangunan destinasi pariwisata Kawasan Danau Toba adalah melalui SINERGI PEMERINTAH GEREJA KOMUNITAS didalam seluruh aspek dan strategi pelaksanaannya.