PO.SAMPRI merupakan salah satu perusahaan jasa angkutan yang berada di Sumatera Utara yang melayani trayek antar kabupaten. PO.SAMPRI didirikan pada tahun 1982 oleh Matondang Sitanggang dan istrinya BR Sihaloho di Pangururan. Awalnya jasa angkutan ini dimulai dari usaha beliau yang berjualan bawang dan tambal ban. Trayek pertama yang dilalui adalah Pangururan – Haranggaol. Kemudian jasa angkutan ini mulai berkembang di kecamatan – kecamatan yang ada di kabupaten Samosir.

Jasa angkutan ini tetap eksis dibandingkan jasa angkutan lainnya yang ada dari awal di Samosir. Beberapa jasa  angkutan yang ada di Samosir seiring waktu mengalami kemunduran baik itu karena masalah manajemen organisasi ataupun masalah sosial lainnya.  Ada beberapa angkutan umum yang sudah beroperasi melintasi Kabupaten Samosir  sebelum tahun 1982 yaitu, angkutan Pulau Samosir Nauli (PSN), Samosir Tour Transport (STT), Harian Transport Nainggolan (HTN).

Permintaan terhadap komoditas bawang yang tinggi, menyebabkan sang pemilik juga memiliki moda transportasi  dengan jenis mobil truk pick  up dan bus Engkel   untuk mengantar barang hasil bumi tersebut. Perdagangan lintas kota yang  dilakukan oleh Matondang Sitanggang menyebabkan banyak masyarakat setempat ikut menumpang untuk berdagang keluar kota

Atas dasar inilah Matondang Sitanggang kemudian melihat peluang usaha baru yang bergerak dibidang jasa transportasi,  sekaligus juga menjalankan aktivitas perdagangan hasil bumi yang mereka miliki. Oleh karena semakin meningkatnya  kebutuhan masyarakat dalam  menggunakan alat transportasi, maka Matondang Sitanggang  kemudian berinisiatif  membuka usaha transportasi darat dengan merek Samosir Pribumi. Usaha ini sukses untuk mengakomodir kebutuhan masyarakatakan moda transportasi yang pada saat itu masih terbatas.

PO Sampri ternyata  banyak diminati  oleh  masyarakat, dan selalu dipadati   oleh penumpang yang akan berpergian ke arah Kota Medan ataupun sebaliknya.  Akibatnya  banyak juga calon penumpang yang harus menunggu atau antri untuk dapat menggunakan jasa transportasi ini.  Mengingat tidak semua calon penumpang mendapatkan kursi  maka untuk mengatasi kekurangan armada yang dimiliki, pada  tahun 1983 pemilik perusahaan kemudian mengakomodir orang–orang yang memiliki mobil jenis  Engkel   yang layak, yang pada saat itu juga menjadi moda bagi perusahaan transportasi lainnya.  Dari hasil pertemuan  pada tanggal 12 Mei 1982, ditetapkan bahwa  nama PO. SAMPRI digunakan sebagai nama angkutan itu, sementara hasil dari usaha   bersama  ini akan  dibagikan sesuai sistem bagi hasil yang disepakati. Dengan demikian SAMPRI kemudian  menjadi usaha bersama, dengan nama PO. SAMPRI, yang di pimpin oleh  Ny.Sihaloho, istri dari Matondang Sitanggang

Dari   awal berdiri, hingga terbentuknya kerja sama dengan masyarakat yang memiliki armada transportasi, pada tahun 1989  PO SAMPRI  sudah dapat   mengoperasikan hingga 56 unit armada mobil jenis Engkel dan Mitshubisi L300  , dan  telah mendapat ijin trayek dari  Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

Adapun trayek yang  dilayani oleh PO.SAMPRI pada awalnya hanya meliputi Samosir –  Medan, kemudian berkembang hingga melintasi seluruh wilayah kabupaten, khususnya wilayah kabupaten Tapanuli di Propinsi Sumatera Utara. Perusahaan bus angkutan umum SAMPRI, merupakan bus yang sempat menjadi bintang dalam dunia transportasi Sumatera dari Medan menuju Samosir.Hal ini terjadi karena sistem manajemen perusahaan yang baik dan terstruktur dan juga perjalanan moda transportasi yang cepat dan mengutamakan kebutuhan penumpang.

Armada–armada bus SAMPRI dikenal masyarakat Sumatera Utara dengan ciri khas warna  hijau dan namanya  terkait dengan nama suatu   daerah yaitu Samosir dan peranannya yang sangat membantu dalam kehidupan masyarakat terkhusus untuk ke pulau Samosir. Di samping warna dan nama,  di badan armada bagian depan bus SAMPRI tercantum tahun berdirinya perusahaan bus ini, yakni tahun 1982. Namun masih banyak orang yang tidak mengetahui awal mula tahun berdirinya perusahaan ini dan makna tulisan 1982 sebagai tahun kelahiran moda transportasi yang khas dikalangkan masyarakat yang ingin berpergian ke wilayah Samosir. Begitu juga dengan simbol tanaman bawang yang menjadi lambang dari perusahaan yang  tercantum tidak saja pada  badan armada, seragam supir dan juga di tiket penumpang.

Dalam mendukung pengoperasian perusahaan sehari hari, pihak perusahaan PO. SAMPRI memiliki    kantor perwakilan yang terletak di kabupaten  Samosir, yakni Pangururan  dan berkantor pusat di Jalan Saudara No. 71 Medan.

Skip to toolbar