Tanggo-Tanggo is a typical cuisine prepared from young meat

Tanggo-Tanggo is a typical cuisine prepared from young meat. Batak typical cuisine with basic ingredients of meat is very diverse, some are made from chicken or pork. One of the most famous dishes is saksang, and similar to this saksang the name is Tango-tanggo. Both are tasty and tasty but the difference is the shape of the pieces and the mixture of marinade is also slightly different, but both use andaliman as a special spice.

The size of the meat cuts in the stakes is greater than the shape and size of meat in saksang cuisine. Typical delicacy of this dish is on the basic ingredients made of pork, and excess of the banners is the choice of basic ingredients that are usually from the meat of young animals. Cuisine produced with the basic ingredients of a young animal will feel soft and taste the meat is sweeter. Usually the animals slaughtered for the stakes are aged between four to six months to get a delicious and delicious cuisine.


With the basic ingredients in the form of young meat plus the selection of spices consisting of spices typical Batak into a secret delicacy tago-tanggo cuisine, such as andaliman which is well known as the original spice from Batak land that has a good nutritional content. The spices used to make the taste of the cuisine of the stalls has its own characteristics. In addition savory taste flavor in cooking is obtained from coconut milk juice of the original coconut.

The spices used for are red curly peppers, shallots, garlic, pepper, coriander, galangal, lemongrass, lime leaves, andaliman. And to get a distinctive flavor coupled with likio. How to cook it with sauté all the spices are smoothed to smell fragrant then meat is mixed until cooked and then put coconut milk, then stirred continuously until the aroma smells nice and savory.

This dish is served and eaten with a stew of green vegetables such as beans, eggplant, papaya flowers, cassava leaves and cucumber. Eat will feel voracious when eating the stakes with white rice or brown rice with green vegetables. It was definitely steady.

For those who want to enjoy this special Batak cuisine, you can look for it in typical batak restaurant or known as a lapo found in tourist attractions such as Balige, Parapat, Tuktuk, and others. You will feel the delicious processed young pork with a special spice Batak called by the name of this Tango-tanggo.

Itak Gurgur Makanan Tradisional Batak

Itak Gurgur merupakan makanan tradisional khas Batak yang pada umumnya digunakan pada acara adat Batak tertentu, selain lappet dan ombus-ombus. Itak gurgur dibuat dengan bahan yang hampir sama dengan lampet, yaitu beras yang telah dihaluskan secara tradisional atau yang disebut itak. Jika diperhatikan citra rasamya juga hampir sama dengan lapet, yaitu manis dan gurih.

Tetapi cara pembuatan itak gurgur berbeda dengan cara membuat lampet. Itak gurgur dibuat dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mengadon semua bahan-bahannya yang terdiri dari itak, kelapa muda yang telah diparut, gula pasir, dan sedikit air panas. Setelah dicampur sampai rata, kemudian adonan tersebut dicetak secara manual dengan tangan sendiri. Metodanya adalah dengan cara menggenggam adonan sebanyak ukuran genggaman tangan, dengan tekanan langsung tangan itak gurgur dibentuk, makanya dihasilkan bentuk genggaman tangan menjadi cetakan kue khas ini. Sudah, begitu saja. Itak Gurgur pun siap dihidangkan. Namun bisa juga itak yang sudah dicetak ini dikukus dalam kukusan beberapa lama hingga matang. Setelah matang siap disantap dalam kondisi hangat, sangat cocok teman ngopi.

 Kata gurgur di sini dapat diartikan sebagai “membara”. Pemberi itak gurgur selalu berharap si pemakan jadi memiliki semangat yang membara-bara. Agar benar-benar membara, itak gurgur dapat dikukus setelah dicetak.

Ayam Napinadar atau Manuk Napinadar

Ayam Napinadar atau Manuk Napinadar merupakan makanan khas Batak yang biasanya dihidang dalam pesta ada tertentu. Masakan ini merupakan makanan pilihan bagi masyarakat batak karena memiliki rasa yang nikmat dan istimewa. Keistimewaan masakan ini timbul dari cara pembuatannya yang cukup berbeda dari cara mengolah daging ayam menjadi masakan yang pada umumnya.

 

Biasanya untuk menyiapkan masakan manuk napinadar ini juru masak harus menyembelih sendiri ayam yang masih hidup untuk mendapatkan darahnya. Sesaat setelah disembelih darah ayam tersebut langsung ditetesi dengan air asam agar tidak menggumpal. Untuk apa darah ayamnya ditampung? Ya, masakan ini memang dicampur dengan darah ayam tersebut untuk membuat bumbunya.

 

Ayam yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong dipanggang dengan bara arang untuk mendapatkan hasil panggangan yang bagus. Sementera untuk bumbu terdiri dari serai, lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah, kemiri semuanya disangrai, ditambah bumbu yang tidak disangrai adalah cabe rawit dan andaliman serta garam. Seluruh bumbu yang sudah siap digiling dan dihaluskan, kemudian ditumis dengan minyak setelah wangi darah ayam yang tadi disiapkan dicampurkan ke dalam tumisan bumbu tersebut. Kemudian ditambahkan garam yang cukup.

 

Setelah matang akan didapatkan saos spesial yang kemudian dituang ke atas daging ayam yang sudah selesai dipanggang. Dan masakan ayam napinadar siap untuk dihidang dan Anda nikmati, bagi yang suka dengan rasa yang pedas tinggal menambahkan cabe rawit yang lebih banyak. Yang membuat rasanya istimewa adalah bumbu andaliman yang menjadi bumbu dasar dalam membuat saos napinadar ini, merupakan bumbu khas yang dipakai hampir dalam setiap masakan khas Batak, seperti arsik ikan mas, dekke naniura, natinombur, dan lain-lain.

 

Masakan Manuk Napinadar disukai oleh kebanyak orang batak karena rasanya yang nikmat, namun ada juga yang tidak mau memakannya karena bumbunya yang dicampur dengan darah ayam dalam bahasa Batak disebut namargota, karena tidak semua orang Batak mau memakan darah, walau darahnya sudah dimasak. Karena ada yang menganggap memakan darah tidak dihalalkan.

 

Makan napinadar di restoran napidadar Palipi lihat disini lokasinya.

 

Namun bagi yang tidak mempunyai halangan mengenai makan darah masakan ini pasti akan diserbu karena rasanya yang nikmat dan mantaf….., selamat mencoba. Horas.

 

 

 

Na Tinombur Ikan Bakar Khas Batak

Na Tinombur adalah makanan khas Batak yang terbuat dari ikan yang dibuat dengan cara dibakar. Jenis ikan yang biasa dibuat menjadi masakan ini bisa dari berbagai macam ikan seperti ikan mas, ikan mujahir atau ikan lele. Namun yang paling sering dibuat masakan na Tinombur adalah jenis ikan lele, mungkin karena daging ikan lele cukup tebal.

Ikan yang sudah dipanggang atau dibakar dihidang bersama bumbu khusus, disajikan seperti penyajian pecel lele atau lele penyet. Perbedaannya adalah racikan bumbunya karena bumbu untuk masakan na tinombur terdiri dari kacang tanah sangrai, kemiri yang disangrai, cabe rawit, jahe, bawang merah, bawang  putih, tomat kelereng daun jeruk, ebi atau terasi dan tidak lupa andaliman. Semua bumbu tersebut digiling dan dihaluskan kemudian di tumis.

Bumbu yang sudah matang dilumuri ke atas ikan yang sudah dibakar dan siap untuk dihidang. Olahan bumbu ini yang disebut sebagai tombur. Rasanya sangat nikmat dan khas. Na Tinombur adalah masakan khas dari Tapanuli yang terbuat dari ikan dan diberi Tombur (bumbu giling).

Saksang Masakan Khas Batak

Saksang adalah masakan yng umum dihidangkan dalam setiap pesta orang Batak baik acara adat pernikahan, acara adak kematian dan pesta adat lainnya. Makanan ini wajib dihidang pada saat acara makan acara adat tersebut. Saksang dibuat dengan bahan dasar daging babi, selain itu ada juga yang mengolah daging anjing menjadi masakan saksang. Namun jika dalam acara adat disediakan juga masakan lainnya yang halal yang diistilahkan dengan parsubang. Dalam acara pesta adat parsubang artinya orang yang tidak memakan makanan non halal seperti daging babi dan lain-lain. Selain saksang dalam acara adat biasa juga dihidangkan ikan mas arsik dan ayam natinombur.

Ciri utama masakan ini memiliki aroma yang harum dengan rasa pedas yang khas karena diberi bumbu andaliman, selain itu bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, serai, kunyit tua, ketumbar, cabe merah, daun jeruk, cabe rawit dan garam yang seluruhnya digiling dan dihaluskan kecuali ketumbar. Semua bumbu ditumis hingga harum kemudian daging babi dicampurkan dan diaduk hingga merata dan diberi garam. Umumnya setelah hampir matang dimasukkan darah babi ke dalam masakan yang memberi tekstur khas.

Bagi yang tidak mau makan darah, bisa digantikan dengan kelapa gongseng untuk mendapatkan tekstur yang hampir sama. Jadi bagi yang tidak memakan darah bisa menikmati masakan saksang juga. Memang ciri khas masakan saksang ini adalah campuran darah dan aroma bumbu andaliman yang membuat rasanya enak dan nikmat disantap dengan nasi panas.

Bila Anda berwisata di Kawasan Danau toba Anda bisa mendapatkan di lapo-lapo atau warung batak yang banyak tersebar disekitar Parapat, Tuktuk, Balige, Tarutung. Namun saat ini di Jakarta sudah banyak juga dibuka lapo-lapo untuk menikmati masakan saksang. Namun akan lebih terasa nikmat jika Anda bisa menikmatinya dengan suasana wisata Danau Toba yang memiliki pemandangan alam yang indah dan permai. Selain saksang Anda juga bisa menikmati masakan khas Batak lainnya seperti ikan mas arsik dekke naniura, manuk napinadar, atau natinombur. Memang di Kawasan Danau Toba kaya dengan masakan khas Batak yang enak-enak.

Babi Panggang Masakan Khas Batak

Babi Panggang merupakan makanan favorit orang Batak, kebanyakan orang batak menyukainya baik dari Toba, Karo, Mandaliling, Pakpak dan Simalungun. Rasanya memang lezat dan nikmat apalagi dimakan bersama sambal dengam bumbu andaliman. Rasanya maknyus. Jenis masakan ini mudah dijumpai di lapo-lapo yang tersebar di Kawasan Danau Toba.

Resep yang terkenal adalah masakan Babi Panggang Karo (BPK) dihidang berupa daging babi yang dipanggang dalam potongan tipis bersama saus khas yang dibuat dari tumisan bumbu yang dicampur darah babi dan dicampur dengan cabe rawit yang digiling dengan rempah khas Batak yakni Andaliman.

This image has an empty alt attribute; its file name is babi-panggang.jpgProses pembuatan masakan babi panggang ini cukup mudah dibuat dimana daging babi yang dipotong kecil disiram merata dengan perasan jeruk nipis dan diaduk dulu dengan daun serai dan bawang putih yang dihaluskan dan diberi kecap. Setelah dibiarkan sekitar lima menit daging tersebut dipanggang di atas bara, disarankan menggunakan arang agar aroma panggangnya lebih wangi.

Untuk membuat saosnya yang disebut dengan gota, dibuat dari beragam bahan rempah dicampur dengan darah babi. Rempah-rempah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, andaliman, daun jeruk purut digiling halus dan diberi garam, kemudian ditumis hingga wangi lalu ditambahkan perasan asam patikala dan darah babi, dan dibiarkan matang di atas tunggu. Setelah matang bumbu gota ini siap disajikan sebagai saos Babi Panggang Karo.

Babi Panggang bisanya disajikan dengan cabe rawit yang sudah diulek dan ditambahkan andaliman. Rasa pedasnya sangat berbeda dan sangat khas. Biasanya sebagai sayurannya yang bisa menjadi pendamping santapan babi panggan adalah daun ubi tumbuk. Daun Ubi Tumbuk menjadi sayur favorite yang sering ada rumah makan Batak. Untuk membuatnya tidak terlalu susah, daun ubi ditumbuk dicampur dengan cabe, bawang merah dan bawah putih dan jangan lupa buah rimbang. Buah rimbang ini menjadi ciri khas daun ubi di daerah Batak.

Karena jika dimasak rasanya jauh lebih enak dibanding dimakan mentah. Ditumbuk bersamaan dan bisa menambahkan 1-2 batang serai. Semua bahan direbus dan setelah hampir matang ditambahkan dengan dengan santan dari perasan kelapa. Hm…semakin menambah selera makan.

Untuk Babi Panggang Karo sayurannya hampir mirip dengan daun ubi tumbuk, daun ubi jantung pisang ditambah dengan potongan jantung pisang yang diiris kecil-kecil, dan kelapa parut. Cara membuatnya adalah dengan menumis semua bumbu  kemudian memasukkan bumbu utama daun ubi, jantung pisang dan kelapa parut dengan menambahkan sedikit air dan garam. Ditumis sampai benar-benar matang.

Jadi lapar nih. Buat yang ingin menikmati masakan babi panggang bisa mendapatkannya di lapo-lapo yang ada di kawasan Wisata Danau Toba. Nikmati rasanya yang gurih daging panggang dan pedasnya sambal andaliman khas batak.

Tanggo-tanggo Olahan Daging Muda

Tanggo-tanggo adalah masakan khas yang diolah dari daging muda. Masakan khas Batak dengan bahan dasar daging sangat beragam, ada yang terbuat dari daging ayam atau daging babi. Salah satu hidangan yang sangat terkenal adalah saksang, dan yang mirip dengan saksang ini namanya adalah Tango-tanggo. Keduanya sama-sama enak dan lezat namun perbedaanny adalah bentuk potongannya dan campuran bumbunya juga sedikit berbeda, namun sama-sama menggunakan andaliman sebagai bumbu khasnya.

Ukuran potongan daging dalam tanggo-tanggo lebih besar dibandingkan bentuk dan ukuran daging dalam masakan saksang. Kelezatan khas masakan ini adalah pada bahan dasarnya yang terbuat dari daging babi, dan kelebihan tanggo-tanggo adalah pilihan bahan dasarnya yang biasanya dari daging hewan muda. Masakan yang dihasilkan dengan bahan dasar hewan yang berusia muda akan terasa empuknya dan rasa dagingnya yang lebih manis. Biasanya hewan yang disembelih untuk tanggo-tanggo adalah yang berusia antara empat hingga enam bulan untuk mendapatkan masakan yang empuk dan lezat.

Dengan bahan dasar berupa daging muda ditambah lagi pemilihan bumbu yang terdiri dari rempah-rempah khas Batak menjadi rahasia kelezatan masakan tago-tanggo, seperti andaliman yang sudah terkenal sebagai rempah asli dari tanah Batak yang memiliki kandungan nutrisi yang baik. Rempah-rempah yang digunakan membuat rasa masakan tanggo-tanggo memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu bumbu rasa gurih dalam masakan diperoleh dari santan perasan parutan kelapa asli.

Rempah-rempah yang digunakan untuk adalah cabe merah keriting, bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, lengkuas, sereh, daun jeruk, andaliman. Dan untuk mendapatkan rasa yang khas ditambah dengan likio. Cara memasaknya dengan menumis seluruh bumbu yang dihaluskan hingga berbau wangi lalu daging dimasukkan diaduk hingga matang da kemudian dimasukkan santan, kemudian diaduk terus menerus hingga aromanya tercium harum dan sedap.

Masakan ini dihidangkan dan disantap dengan rebusan sayuran hijau seperti buncis, terung muda, bunga pepaya, daun ketela dan timun. Makan akan terasa lahap saat menyantap tanggo-tanggo bersama nasi putih atau nasi merah bersama sayuran hijau tersebut. Rasanya sudah pasti mantap.

Buat yang ingin menikmati masakan khas Batak ini, Anda bisa mencarinya di restoran khas batak atau dikenal dengan lapo yang terdapat di tempat-tempat wisata seperti Balige, Parapat, Tuktuk, dan lainnya. Anda akan merasakan lezatnya olahan daging babi muda dengan bumbu khas Batak yang disebut dengan nama Tango-tanggo ini.

Ikan Mas Arsik

Arsik Ikan Mas

Arsik merupakan salah satu makanan khas Batak yang selalu ada pada acara adat. Arsik yang berasal dari daerah Tapanuli itu biasanya berbahan dasar seperti ikan mas, ikan mujahir dan ikan nila yang di bumbui dengan rempah-rempah seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, asam kandis, lengkuas, dll. Yang menjadi khas dalam masakan ikan bumbu arsik ini adalah bahwa sisik ikan ini masih menempel utuh pada sisi ikan yang akan di buat menjadi ikan arsik. Rasa ikan ini sungguh nikmat dan enak , proses pembuatannya pun sangatlah mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun hanya dengan cara yang sederhana.

Bahan yang di butuhkan adalah terdiri dari ikan ekor mas segar, batang serai, daun mangkokan, daun kemangi, jeruk nipis dan air bersih secukupnya saja.

Cara memasak ikan Arsik ini yaitu membersihkan ikannya dahulu dengan cara dicuci dengan air lalu dilumuri dengan air jeruk nipis. Lalu, diamkan ikan kira-kira selama 5-10 menit, Lumuri lagi ikannya dengan bumbu yang dihaluskan hingga merata. Lalu yang ke-empat ambil wajan lalu dialasi dengan batang serai, daun mangkokan , daun kemangi dan asam potong. Letakkan ikan diatas dedaunan yang sudah menjadi alas wajan. Selanjutnya, beri air secukupnya hingga ikan terendam rata. Masak juga diatas api sedang cenderung kecil sambil ditutup bagian atasnya. Terakhir, tunggu sampai benar-benar matang dan airnya habis. Rasa dari arsik ikan mas ini asam manis pedas gurih. Lalu, bumbu yang di gunakan untuk membuat bumbu khas adat nya harus sangatlah istimewa di karenakan khas dari lokasi pegunungan Sumatra Utara, contohnhya yaitu andaliman, asam cikala atau buah kecombrang, lalu untuk diluar arsik itu bisa juga untuk rempah-rempahnya yang seperti masakan traditional dari Nusantara lain seperti serai dll.

Ikan Arsik rasanya sunggu nikmat dan sangat harus di cicipi.Aroma rempah-rempah ikan Arsik ini sungguh mengoda rasanya. Kalau tidak mencicipi ikan Arsik ini, akan menyesal rasanya untuk tidak mencicipi rasanya, terutama rempah-rempahnya dengan aroma yang menggoda. Seketika memakan ikan arsik ini kamu akan merasakan lembutnya ikan Arsik ini dengan andaliman sejenis rempah untuk menciptakan rasa pedas hangat yang membuat lidah seakan bergetar.

Dekke Naniura Masakan Ikan Mas Khas Batak

Dekke Naniura

Naniura merupakan masakan yang berasal dari Tapanuli Utara. Dulunya Naniura ini hanya di buat untuk khusus para raja-raja. Naniura itu sebenarnya Dekke naniura.  Di dalam bahasa Batak naniura itu di artikan ikan yang tidak dimasak. Naniura adalah masakan yang terbuat nya dari ikan mas yang berbumbu disajikan dengan tanpa ada proses memasak menggunakan api, tetapi dimasaknya dengan dalam bumbu air jeruk asam yang berbahan dasar jeruk jungga.

Masakan ini berbumbu yang berdasar dari kunyit dengan kepedasan yang menyengat lidah. Bumbu Naniura yang seharusnya di pakai tidak lain dari andaliman atau merica batak, bahan-bahan ini dapat di temukan hanya di tempat penjual makanan khas batak. Andaliman memberikan sensasi nikmat hingga pada ujung lidah kamu pun yang akan membuat nafsu makan kamu semakin bertambah. Lalu ditambahkan dengan batang kecombrang yang menambahkan aroma dan rasa asamnya yang menyegarkan. Selain itu tidak lupa ditambahkan kacang tanah dan kemiri ke dalam bumbu perendam naniura yang sebelumnya disangrai dan kemudian dihaluskan untuk memberikan rasa gurih kedalam masakan ini.

Masakan ini hampir mirip dengan salah masakan Jepang yaitu Sashimi. Sama-sama bertekstur lembut dan segar, dengan di tambah rasa manis daging ikan.

Bahan untuk Naniura yaitu ada yang pasti Ikan Mas, Jeruk nipis, Serai, garam. Lalu bumbu halusnya yaitu ada 8 butir kemiri,disangrai, 6 butir bawang merah, di bakar, 5 buah cabe merah, 3 cm kunyit, 2 buah cabe rawit, 2 sendok teh ketumbar, 2 cm lengkuas dan 2 sendok the garam.

Untuk cara membuat masakan ini adalah pertama bersihkan dahulu ikan mas lalu di belah punggungnya kemudian tambahkan air jeruk nipis dan garam. Lalu, diamkan selama 15 menit lalu lumuri dengan bumbu halus. Letakkan ikan mas di pinggan tahan panas , kemudian kukus sampai matang. Naniura biasanya di sajikan mentah, bukannya dikukus. Dan terakhir masakan dekke naniura siap untuk dinikmati bersama sepiring nasi hangat. Ikan mas ini benar-benar lembut dan dapat dipotong dengan menggunakan sendok. Naniura ini disajikan dengan kacang panggang untuk menambahkan sedikit tekstur agar supaya lebih gurih dan renyah.

Masakan Khas Batak Dali Ni Horbo

This image has an empty alt attribute; its file name is 86ef1cf4-1b06-4e3c-8182-88d4ad5e11cbDali ni horbo adalah makanan yang dibuat dengan bahan dasar dari susu kerbau khas Batak, merupakan bagian dari kekayaan kuliner di Kawasan Danau Toba. Biasanya susu dikonsumsi sebagai cairan untuk diminum atau diolah menjadi bentuk lain seperti yoghur atau keju. Di sekitar Danau Toba susu diolah menjadi makanan khas, dimana susu dibekukan dengan cara diolah secara tradisional

Susu biasanya dikonsumsi daalam bentuk cair atau menjadi bahan olahan makanan lain. Tetapi ada penganan unik dari daerah Sumatera Utara, khususnya di sekitaran Danau Toba seperti di Kecamatan Porsea, anda dapat menemukan susu kerbau dijual dalam bentuk penganan setelah dibekukan dengan cara dimasak dengan cara tradisional dan tanpa bahan kimia.

Makanan ini disantap sebagai susu yang dibekukan dan tekstrurnya memang hampir sama dengan keju, wisatawan asing sering menyebut makanan ini sebagai keju Batak. Jika diselidiki memang cara pembuatan dali ni horbo hampir sama dengan pembuatan keju. Kebiasaan membuat dali dari susu kerbau ini sudah dimulai sejak lama dalam masyarakat batak. Dan makanan ini biasa dikonsumsi di restoran-restoran khas batak, karena rasanya yang enak dan gurih serta memiliki kandungan gizi yang baik apalagi pengolahannya dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan bahan kimia.

Bagaimana membuat Dali Ni Horbo atau Bagot Ni Horbo? Caranya cukup sederhana, dibuat dari susu kerbau terbaik yang diambil dari kerbau yang memiliki anak yang berumur 1-8 bulan, kemudian direbus kurang lebih sepuluh menit dan ditambahkan perasan air nenas. Gunanya air nenas ini adalah untuk menghilangkan aroma amis dari susu serta membantu proses pembekuan susu sehingga menjadi kental. Ada yang yang menambahkan air perasan air pepaya untuk menambah rasa. Dali ini sudah siap untuk disantap. Namun bisa juga dali dimasak kembali dengan cara bumbu arsik dan  menambahkan bawang rambu, daun ubi dan andaliman dimasak hingga airnya mengering.

Setelah airnya hampir habis dali ni horbo ini siap untuk disantap dengan nikmat karena rasanya yang gurih akan menambah selera makan. Jika sedang berwisata di daerah Balige Anda bisa menikmatinya di lapo-lapo Batak yang menjualnya. Harganya tidak terlalu mahal karena dengan uang sekitar 10 hingga 20 ribu rupiah saja Anda sudah bisa menikmatinya.